Fakta-Fakta Ledakan Kedutaan Besar AS di Norwegia, Tak Ada Korban Jiwa

- Ledakan terjadi di dekat pintu masuk bagian konsuler Kedutaan Besar AS di Oslo pada dini hari, menyebabkan kerusakan ringan tanpa korban luka.
- Polisi segera mengamankan area, melakukan pencarian pelaku, dan meminta warga melaporkan aktivitas mencurigakan antara pukul 00.00–02.00.
- Pihak kepolisian menegaskan belum ada indikasi keterkaitan insiden ini dengan konflik di Timur Tengah dan penyelidikan masih berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Oslo, Norwegia, diguncang ledakan pada Minggu (8/3/2026) dini hari. Insiden itu menyebabkan kerusakan ringan, tapi tidak ada korban luka. Saksi mata menuturkan, ledakan keras terdengar di dekat kompleks kedutaan yang terletak di Oslo barat sekitar pukul 01.00 waktu setempat, dengan asap membubung dari area tersebut. Polisi mengatakan ledakan terjadi di dekat pintu masuk bagian konsuler kedutaan.
“Sekitar pukul 01.00, kami menerima beberapa laporan tentang ledakan. Kami tiba tidak lama kemudian dan memastikan bahwa memang terjadi ledakan yang mengenai Kedutaan Besar AS," kata juru bicara kepolisian, Michael Dellemyr, kepada lembaga penyiaran publik NRK.
Ia menambahkan bahwa tidak ada lagi alat peledak yang ditemukan di area tersebut.
1. Polisi lakukan pencarian terhadap pelaku

Dilansir dari DW, area di sekitar kompleks kedutaan dijaga ketat oleh aparat kepolisian usai ledakan. Media lokal melaporkan bahwa petugas menghentikan setiap kendaraan yang melintas di dekat lokasi tersebut. Dellemyr mengatakan bahwa pencarian terhadap pelaku sedang dilakukan. Namun, pihaknya tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai sifat dan penyebab ledakan tersebut.
“Polisi sedang berdialog dengan kedutaan dan tidak ada laporan adanya orang yang terluka,” kata departemen kepolisian Oslo dalam pernyataan terpisah.
Beberapa jam setelah ledakan, area di sekitar gedung dinyatakan aman bagi warga dan pejalan kaki. Polisi pun meminta masyarakat untuk melaporkan setiap informasi atau pengamatan yang mencurigakan dari area tersebut antara pukul 00.00 hingga 02.00 dini hari, dilansir dari France24.
2. Keterangan saksi mata saat kejadian

Seorang remaja berusia 16 tahun yang diidentifikasi sebagai Edvard mengatakan dirinya sedang menonton televisi saat mendengar suara ledakan.
“Saya dan ibu awalnya mengira suara itu berasal dari rumah kami, jadi kami melihat sekeliling sebentar, tapi kemudian kami melihat lampu berkedip di luar jendela dan banyak sekali polisi. Ada anjing polisi dan drone serta polisi dengan senjata otomatis dan helikopter di udara," ujarnya kepada TV2.
Sementara itu, tiga sekawan menceritakan bahwa mereka sedang menunggu taksi di dekat kedutaan saat ledakan terjadi.
“Kami merasakan tiga ‘ledakan’ yang membuat tanah bergetar,” kata pria bernama Kristian Wendelborg Einung. Setelah masuk ke taksi, mereka melewati lokasi kejadian dan melihat jalan di depan kedutaan dipenuhi asap tebal.
3. Insiden di kedutaan tersebut dinilai tidak terkait dengan konflik di Timur Tengah

Kedutaan Besar AS di Timur Tengah telah ditempatkan dalam status siaga tinggi menyusul operasi militer AS terhadap Iran. Beberapa kedutaan di kawasan itu juga pernah diserang dalam serangan balasan Teheran yang menargetkan sasaran industri dan diplomatik.
Namun, polisi mengatakan bahwa sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa insiden di kedutaan di Oslo terkait dengan konflik tersebut
“Kami tidak mengaitkannya dengan konflik itu. Masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal tersebut,” kata Dellemyr.



















