Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemlu Tegaskan Kekerasan OPM Terus Disuarakan di Forum Dunia

Kemlu Tegaskan Kekerasan OPM Terus Disuarakan di Forum Dunia
Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam jumpa pers mingguan, Kamis (8/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Kemlu RI menyatakan aksi kekerasan OPM terus disampaikan kepada masyarakat internasional melalui Perwakilan RI, Dewan HAM PBB di Jenewa, Majelis Umum PBB di New York, dan forum lain.
  • Pembunuhan tiga warga sipil di Yahukimo, Papua Pegunungan, disebut Kemlu sebagai bukti tambahan atas kekerasan OPM yang telah diinformasikan Indonesia kepada komunitas internasional.
  • Pemerintah menegaskan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan, mendorong penegakan hukum, menyampaikan kondisi Papua secara berimbang, serta menjaga integritas teritorial Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Manila, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan pemerintah secara konsisten menyampaikan kepada masyarakat internasional mengenai berbagai aksi kekerasan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai forum internasional, termasuk Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa dan Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menanggapi berkembangnya perhatian publik terhadap pembunuhan tiga warga sipil di Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sebelumnya juga disoroti mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Menurut Kemlu, insiden tersebut semakin memperkuat fakta mengenai aksi kekerasan yang selama ini telah disampaikan Indonesia kepada komunitas internasional.

Kemlu juga menegaskan pemerintah akan terus mengedepankan penegakan hukum terhadap setiap pelaku kekerasan, sekaligus memastikan posisi Indonesia mengenai Papua dipahami secara utuh oleh masyarakat internasional.

1. Kekerasan OPM disampaikan di berbagai forum dunia

OPM, pembunuhan, Papua
Warga sipil yang dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin, 20 Juli 2026. (Dokumentasi Koops TNI Habema)

Yvonne mengatakan, Kemlu bersama seluruh Perwakilan RI di luar negeri secara konsisten menyampaikan fakta-fakta mengenai aksi kekerasan yang dilakukan OPM.

"Kementerian Luar Negeri melalui seluruh Perwakilan RI di luar negeri telah secara konsisten menyampaikan kepada masyarakat internasional fakta-fakta mengenai berbagai aksi kekerasan yang dilakukan OPM," ujar Yvonne kepada IDN Times via pesan singkat.

Dia menjelaskan penyampaian informasi tersebut dilakukan dalam berbagai forum internasional.

"Hal tersebut terus disuarakan termasuk dalam forum Dewan HAM PBB di Jenewa, sidang Majelis Umum PBB di New York, serta berbagai forum internasional lainnya. Peristiwa ini semakin menambah bukti nyata kekejaman OPM yang selama ini telah disampaikan Indonesia kepada masyarakat internasional," katanya.

2. Kemlu tegaskan penegakan hukum

OPM, Papua, TNI
Warga sipil yang dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin, 20 Juli 2026. (Dokumentasi Koops TNI Habema)

Kemlu menegaskan Indonesia memiliki sikap yang jelas terhadap setiap aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.

"Posisi Indonesia jelas, setiap aksi kekerasan oleh pihak manapun yang mengancam keselamatan warga negara tidak dapat dibenarkan,” kata Yvonne.

Dia mengatakan pemerintah terus mendorong agar seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum.

"Pemerintah terus mendorong penegakan hukum yang tegas dan terukur untuk memproses seluruh pihak terlibat sesuai ketentuan hukum berlaku," ujarnya.

3. Berharap proses hukum ditegakkan dengan tegas

Potret diplomat Indonesia (x.com/@Kemlu_RI)
Potret diplomat Indonesia (x.com/@Kemlu_RI)

Selain menyampaikan informasi mengenai aksi kekerasan, Kemlu juga terus memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi di Papua kepada masyarakat internasional.

"Kementerian Luar Negeri secara konsisten menyampaikan informasi menyeluruh dan berimbang di lapangan, mulai dari dampak kekerasan bersenjata terhadap kehidupan warga sipil setempat hingga pembangunan di Papua kepada publik internasional," kata Yvonne.

Ia menegaskan diplomasi Indonesia akan terus diarahkan untuk menjaga posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional.

"Dalam berbagai forum regional dan internasional, Kemlu akan terus memastikan penghormatan terhadap integritas teritorial Indonesia," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Kemlu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Kemlu RI menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini, serta berharap proses penegakan hukum dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku," kata Yvonne.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More