Polandia Bangun Pagar Teknologi Tinggi di Perbatasan Ukraina

- Polandia membangun pagar pengintai berteknologi tinggi di perbatasan Ukraina untuk memperkuat keamanan nasional dan mencegah migrasi ilegal, dilengkapi sensor seismik, serat optik, serta sistem pengawasan canggih.
- Pemerintah Polandia memperpanjang penjagaan di perbatasan Jerman dan Lithuania selama enam bulan dengan menambah pasukan serta pemeriksaan acak di puluhan titik guna melawan migrasi ilegal.
- Polandia bekerja sama dengan Estonia membangun fasilitas produksi senjata anti-drone dan memberikan amnesti bagi warga yang pernah bergabung membantu tentara Ukraina sejak 2014.
Jakarta, IDN Times - Polandia, pada Senin (30/3/2026), mengumumkan pembangunan pagar pengintai teknologi tinggi di perbatasan Ukraina. Pagar ini berfungsi untuk meningkatkan keamanan nasional dan mencegah masuknya migran ilegal.
Dilansir Kyiv Post, pagar ini akan dilengkapi dengan teknologi canggih. Termasuk sensor seismik bawah tanah, kabel serat optik untuk mengirimkan data, dan jaringan listrik, bersama dengan menara sistem pengintai.
Beberapa tahun terakhir, Polandia sudah dilanda krisis migrasi dari Belarus. Selain itu, negara Eropa Timur itu juga terdampak inkursi drone dari teritori Ukraina.
1. Polandia perpanjang penjagaan perbatasan Jerman dan Lithuania
Rencana ini diumumkan bersamaan dengan perpanjangan penjagaan di perbatasan Jerman dan Lithuania. Kementerian Dalam Negeri Polandia menyebut, penjagaan perbatasan diperpanjang hingga 6 bulan ke depan.
“Kebijakan ini diputuskan karena kebutuhan dalam melawan migrasi ilegal dan memastikan keamanan internal Polandia,” ungkapnya, dikutip dari TVP World.
Dalam kebijakan ini, Polandia akan mengirimkan penjaga perbatasan, tentara, untuk mengecek secara acak. Pengecekan akan diberlakukan di 50 lokai di perbatasan Jerman dan 13 lokasi di perbatasan Lithuania.
2. Polandia dan Estonia setuju buat senjata anti-drone
Perusahaan pertahanan Polandia, PGZ dan perusahaan Estonia, Frankenburg Technologies setuju bangun fasilitas pembuatan senjata anti-drone di Polandia. Fasilitas itu disebut mampu memproduksi hingga 10 ribu drone murah dalam setahun.
“Estonia adalah pemimpin dalam teknologi baru, maka kami ingin memanfaatkan itu. Perjanjian ini sangat penting hari ini di tengah ancaman Rusia,” ungkap Menteri Pertahanan Polandia, Władysław Kosiniak-Kamysz, dikutip dari Notes from Poland..
3. Polandia beri ampunan warga yang membela tentara Ukraina
Pada saat yang sama, Polandia resmi memberikan amnesti kepada warga yang ikut membela tentara Ukraina sejak 2014. Sebab, warga Polandia yang bergabung tentara asing tanpa izin akan dikenakan hukuman kriminal.
Parlemen Polandia mengatakan bahwa kebijakan baru ini bukan didesain untuk mendorong warga membela Ukraina. Namun, hanya memastikan bahwa warga negara yang memutuskan bergabung dalam militer Ukraina tidak dihukum.


















