Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polisi Inggris Tangkap Pelaku Pembakaran 4 Ambulans Yahudi

Polisi Inggris Tangkap Pelaku Pembakaran 4 Ambulans Yahudi
Ilustrasi Bendera Inggris (freepik.com/gpointstudio)
Intinya Sih
  • Polisi London menangkap dua pria atas pembakaran empat ambulans Hatzola Northwest di Golders Green, yang dikategorikan sebagai kejahatan kebencian antisemit dan masih memburu satu pelaku lain.
  • Penyelidikan kontra-terorisme menelusuri kemungkinan keterlibatan kelompok radikal Harakat Ashab al-Yamin al-Islamia serta kaitannya dengan Iran, sementara pemerintah menegaskan komitmen melawan ekstremisme dan antisemitisme.
  • Pemerintah Inggris menjanjikan penggantian penuh armada ambulans yang hancur serta meningkatkan patroli keamanan di sekolah dan rumah ibadah Yahudi menjelang perayaan Paskah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Metropolitan London menangkap dua pria yang diduga membakar empat unit ambulans milik organisasi kemanusiaan Yahudi, Hatzola Northwest, di Golders Green. Insiden yang terjadi pada Senin (23/3/2026) ini telah ditetapkan sebagai kejahatan kebencian antisemit setelah ledakan besar mengguncang kawasan London Utara.

Pihak berwenang melalui unit kontra-terorisme kini melakukan pemeriksaan mendalam untuk menyelidiki keterlibatan aktor intelektual maupun jaringan internasional. Serangan tersebut menghanguskan armada medis darurat dan memicu kekhawatiran nasional terkait meningkatnya sentimen kebencian terhadap kelompok agama tertentu.

1. Polisi tangkap dua pria pembakar ambulans

Aksi pembakaran ini terjadi pada Senin dini hari pukul 01.45 waktu setempat. Rekaman CCTV menunjukkan tiga orang mencurigakan menyiramkan cairan pemicu api ke arah kendaraan medis di area parkir Highfield Road. Ledakan tabung oksigen akibat kebakaran tersebut turut merusak gedung apartemen di sekitarnya.

Detektif Komando Kontra Terorisme bergerak cepat menangkap dua tersangka berusia 45 dan 47. Keduanya kini ditahan atas tuduhan pembakaran sengaja yang membahayakan nyawa. Komandan Helen Flanagan, Kepala Kepolisian Kontra Terorisme London, menyebut penangkapan ini sebagai progres signifikan.

"Penangkapan ini menandai terobosan penting dalam penyelidikan. Meski demikian, rekaman kamera pengawas menunjukkan terdapat orang ketiga yang terlibat dalam serangan tersebut," ujar Helen Flanagan, dilansir CTV News.

Akibat insiden ini, seluruh peralatan medis canggih di dalam ambulans hancur total dan warga di pemukiman padat tersebut sempat dievakuasi. Chief Rabbi Ephraim Mirvis mengecam keras tindakan yang dinilainya tidak manusiawi tersebut.

"Menyerang ambulans yang bertugas menyelamatkan nyawa adalah tindakan yang memuakkan. Kita melihat kontras yang nyata antara mereka yang berusaha menghancurkan kehidupan dengan mereka yang melindunginya," ujar Ephraim Mirvis, dilansir ITV.

2. Polisi selidiki keterlibatan kelompok radikal dalam pembakaran ambulans

Pihak keamanan Inggris tengah mendalami klaim tanggung jawab dari kelompok radikal Harakat Ashab al-Yamin al-Islamia melalui Telegram. Kelompok tersebut diduga memiliki kaitan dengan proksi Iran dan terlibat dalam rangkaian serangan serupa di Eropa.

Komisaris Kepolisian Metropolitan London, Mark Rowley, menyatakan bahwa penyelidikan masih berada pada tahap awal untuk membuktikan keterlibatan pihak asing.

"Kami sedang mendalami semua lini penyelidikan, termasuk klaim tanggung jawab daring oleh kelompok Islamis yang juga mengklaim serangan lain di Eropa serta potensi hubungannya dengan Iran," ungkap Mark Rowley, dikutip dari The Guardian.

Dinas intelijen MI5 mencatat adanya peningkatan ancaman terhadap komunitas Yahudi di Inggris dalam setahun terakhir. Menanggapi situasi ini, Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas ekstremisme.

"Antisemitisme tidak memiliki tempat di masyarakat kita. Sangat penting bagi kita semua untuk berdiri bersama menghadapi serangan yang mengerikan ini," ujar Keir Starmer.

3. Pemerintah Inggris janji ganti ambulans yang hancur dibakar

Hancurnya ambulans milik Hatzola Northwest berdampak langsung pada layanan medis di Golders Green. Selama ini, organisasi tersebut dikenal melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Sebagai langkah antisipasi serangan susulan menjelang Paskah Yahudi, pemerintah telah menginstruksikan peningkatan patroli di sekolah dan pusat ibadah.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, menyatakan solidaritasnya dan menyebut tindakan ini sebagai serangan terhadap negara.

"Serangan terhadap ambulans komunitas di London Utara adalah tindakan yang sangat menyimpang dan merupakan serangan terhadap kita semua," kata Shabana Mahmood.

Warga setempat, Mark Reisner, menggambarkan kengerian saat ledakan tabung oksigen terjadi yang getarannya terasa hingga ke pemukiman.

"Terjadi ledakan yang sangat keras hingga getarannya terasa di perut. Hal itu membuat kami semua terkejut dan bingung," kenangnya.

Sebagai upaya pemulihan, Menteri Kesehatan Inggris menjanjikan bantuan dana penuh untuk mengganti unit ambulans yang rusak agar layanan darurat dapat segera beroperasi kembali secara normal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More