Kuba Sebut AS Bersedia Bekerja sama Soal Insiden Inkursi Kapal Boat

- Pemerintah Kuba dan AS menjalin komunikasi setelah insiden kapal boat asal Florida yang masuk ke perairan Kuba, dengan AS menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam penyelidikan.
- Kuba menilai insiden di Cayo Falcones sebagai aksi terorisme, menyita senjata dan bahan peledak dari kapal tersebut, sementara Presiden Miguel Diaz-Canel menegaskan tindakan petugas adalah bentuk pertahanan diri.
- AS melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan melakukan investigasi independen lewat Kedutaan Besar di Havana, di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, mengungkapkan sudah ada komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Menurutnya, AS bersedia bekerja sama terkait masalah masuknya kapal boat di Kuba.
“Sejak awal, pemerintah Kuba sudah melanjutkan komunikasi terkait upaya terorisme. Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri AS dan Badan Penjaga Pantai, ” tuturnya, dikutip dari EFE, Jumat (27/2/2026).
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan AS dan Kuba terus memanas. Washington telah menetapkan blokade ekspor bahan bakar minyak (BBM) ke negara Karibia tersebut.
1. Kuba sebut insiden kapal boat sebagai aksi teroris
Kuba menyebut bahwa insiden di Cayo Falcones tersebut sebagai aksi terorisme dari AS. Sebab, kapal boat yang masuk ke perairan Kuba tersebut terdaftar dari Florida.
“Sebanyak lima pasukan Penjaga Pantai Kuba sudah berpatroli di area tersebut dan mengidentifikasi kapal boat tersebut. Namun, orang di kapal tersebut menembak terlebih dahulu, sehingga petugas terpaksa menembak,” tuturnya, dilansir Mercopress.
Pasukan Kuba sudah menyita sejumlah senjata api laras panjang dan pistol dari kapal tersebut. Selain itu, terdapat alat peledak, seperti bom molotov, sertar berbagai peralatan militer lainnya.
2. Presiden Kuba sebut petugas hanya mempertahankan diri
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengatakan bahwa insiden tersebut hanya sebagai bentuk pertahanan diri dari serangan teroris. Insiden itu menunjukkan Kuba tidak pernah menyerang atau mengancam.
“Kuba akan terus melawan segala bentuk upaya terorisme dan agresi dari pasukan bersenjata bayaran yang berdampak pada kedaulatan dan stabilitas nasional. Kuba sudah menerima sejumlah aksi teroris dan infiltrasi agresif dari AS sejak 1959,” katanya.
Sementara, insiden tersebut menyebabkan setidaknya empat orang tewas dan enam orang terluka, termasuk salah satu petugas keamanan Kuba. Korban tewas dan terluka merupakan warga Kuba yang menetap di AS.
3. AS akan mengadakan investigasi independen soal insiden di Kuba
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyebut akan mengadakan investigasi independen soal kasus di Kuba. Investigasi tersebut akan dilakukan oleh Kedutaan Besar AS di Havana.
“Kami akan menemukan apa yang sebenarnya terjadi di sini dan kemudian kami akan merespons seperti yang seharusnya,” terang Rubio saat berkunjung ke Saint Kitts dan Nevis, dilansir dari CNN.
Di sisi lain, insiden masuknya kapal boat asal Florida ini terjadi di tengah naiknya tensi antara AS dan Kuba. Washington terus menekan Havana usai penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada awal Januari.















