Rumania Kaji Permintaan AS Pakai Pangkalan Militer buat Serang Iran

- Pemerintah Rumania tengah mengkaji permintaan AS untuk memakai pangkalan militer Mihail Kogalniceanu guna menyerang Iran, dengan melibatkan konsultasi bersama Uni Eropa dan NATO.
- Inggris telah lebih dulu memberi izin kepada AS menggunakan pangkalan militernya, sementara serangan di Timur Tengah makin meluas hingga memicu permintaan maaf dari Presiden Iran.
- Perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlangsung sengit, menimbulkan ribuan korban jiwa serta kerusakan besar di berbagai fasilitas penting di Iran.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rumania dilaporkan sedang mengkaji permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Mihail Kogalniceanu milik angkatan udaranya guna menyerang Iran. Untuk mengkaji hal tersebut, Presiden Rumania, Nicusor Dan, mengadakan pertemuan dengan Uni Eropa dan NATO pada Rabu (11/3/2026). Itu merupakan pertemuan perdana Rumania dengan Uni Eropa dan NATO pada 2026 ini.
Dalam pertemuan itu, Dan meminta pendapat Uni Eropa dan NATO. Ini bertujuan agar dirinya dapat memutuskan apakah akan mengizinkan Negeri Paman Sam menggunakan pangkalan militer Rumania untuk menyerang Iran atau tidak.
1. Inggris sudah mengizinkan AS memakai pangkalan militernya untuk menyerang Iran

Sebelumnya, AS sudah meminta Inggris agar bisa menggunakan pangkalan militernya. Meski sempat ditolak, Inggris akhirnya mengizinkan AS memakai pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
“AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan yang spesifik dan terbatas. Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini,” ujar Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada awal Maret 2026 lalu, seperti dilansir The Guardian.
“Langkah ini bertujuan untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat,” lanjut Starmer.
2. AS sudah menggunakan pangkalan militernya di negara Timur Tengah untuk memperkuat serangan

Untuk memperkuat serangan ke Iran, AS juga sudah menggunakan pangkalan militernya di beberapa negara sekutu di Timur Tengah. Mereka adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.
Sayangnya, hal tersebut justru membuat perang makin meluas. Sebab, Iran juga menyerang Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain untuk menyasar pangkalan militer AS. Serangan Iran ke negara-negara tersebut menuai kecaman dari banyak pihak. Sebab, tindakan itu membuat situasi di Timur Tengah makin panas.
Oleh karena itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, beberapa waktu lalu meminta maaf kepada negara tetangga yang terkena serangan negaranya. "Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak serangan Iran," kata Pezeshkian seraya mendesak mereka untuk tidak bergabung dengan AS-Israel untuk menyerang Iran dilansir France 24.
3. Perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut

Saat ini, perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut. Sebab, AS dan Israel masih terus menyerang Iran. Serangan terbaru terjadi di Teheran pada Selasa (10/3/2026) malam waktu setempat.
Sebelumnya, AS dan Israel juga menyerang fasilitas minyak yang ada di Iran pada Sabtu (7/3/2026). Serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat di sekitar lokasi. Kebakaran tersebut menimbulkan asap hitam pekat yang mengandung racun berbahaya bagi tubuh.
Sejak 28 Februari 2026 lalu, AS dan Israel sudah menyerang hampir 10.000 titik di Iran. Serangan-serangan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa. Saat ini, korban tewas imbas serangan AS-Israel di Iran sudah mencapai lebih dari 1.300 orang. Jumlah tersebut bisa bertambah jika AS dan Israel terus menyerang.

















