Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rusia Batasi Pembelian BBM di Moskow imbas Serangan Drone Ukraina

Rusia Batasi Pembelian BBM di Moskow imbas Serangan Drone Ukraina
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/@bfenton_photo)
Intinya Sih
  • Rusia membatasi pembelian BBM di Moskow setelah serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak dan menyebabkan gangguan suplai serta kelangkaan bahan bakar.
  • Produksi BBM Rusia turun ke level terendah dalam 21 tahun, memaksa pemerintah menurunkan standar kualitas BBM dan mengalihkan pasokan ke sektor prioritas seperti militer dan pertanian.
  • Harga BBM di Moskow melonjak tajam akibat kelangkaan, dengan pemerintah berupaya menstabilkan pasokan melalui impor dari Belarus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rusia memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Moskow dan sekitarnya. Kebijakan ini diputuskan setelah serangan besar Ukraina yang menargetkan kilang minyak di Rusia. 

Sejak awal 2026, setidaknya terdapat 40 serangan Ukraina yang berhasil menyasar infrastruktur minyak di Rusia. Serangkaian serangan membuat disrupsi stasiun pompa dan berujung pada kelangkaan suplai BBM di Moskow. 

Table of Content

1. Produksi BBM Rusia turun signifikan

1. Produksi BBM Rusia turun signifikan

Rusia Batasi Pembelian BBM di Moskow imbas Serangan Drone Ukraina
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/mantasos)

Pada awal Juni, produksi BBM dari kilang minyak di Rusia turun signifikan hingga di bawah 4 juta barel per hari. Bahkan, penurunan menjadi yang terendah dalam 21 tahun terakhir dan sejumlah kilang minyak terpaksa dinonaktifkan akibat kerusakan. 

“Serangan Ukraina di fasilitas energi Rusia, terutama kilang minyak menyebabkan kerusakan besar, membuat negara mengarah pada krisis BBM terburuk dalam sejarah pada musim panas ini,” kata Energy Intelligence, dikutip dari The Moscow Times, Sabtu (20/6/2026).

Kelangkaan BBM ini bermula dari Krimea dan merembet di sejumlah kawasan. Alhasil, wilayah dengan penduduk di atas 1 juta jiwa, termasuk Moskow dan St. Petersburg tidak boleh menjual BBM di atas 20 liter per orang. 

2. Rusia turunkan standar kualitas BBM komersial

Bendera Rusia. (pixabay.com/fotiniya)
Bendera Rusia. (pixabay.com/fotiniya)

Kelangkaan BBM imbas serangan Ukraina ini, Rusia akhirnya menurunkan standar lingkungan BBM komersial. Kremlin juga memperbolehkan perusahaan minyak untuk mengurangi kewajiban membagikan penjualan di bursa saham, mengirimkan ke institusi negara, sektor pertanian, dan instalasi militer. 

Dilansir United24, upaya stabilisasi jangka panjang pasokan BBM di Rusia masih belum jelas. Sebab, serangan udara Ukraina masih terus berlangsung, bahkan Kilang Minyak Ryazan sudah diserang sebanyak 15 kali yang menyulitkan proses perbaikan. 

3. Harga BBM di Moskow melonjak

ilustrasi pom bensin Lukoil
ilustrasi pom bensin Lukoil (pexels.com/Ionuț Murariu)

Dalam sepekan harga BBM di Moskow dan sekitarnya mengalami lonjakan signifikan. BBM tipe AI-95 mengalami kenaikan 1,76 ruble (Rp428) per liter dan harganya menjadi 75,33 ruble (Rp18.334) per liter. Sedangkan BBM tipe AI-92 juga mengalami kenaikan di ibu kota Rusia.

Alasan di balik lonjakan harga BBM ini disebabkan oleh kelangkaan BBM akibat serangan Ukraina di kilang minyak. Untuk mengurangi tekanan imbas kelangkaan minyak, Rusia menggantikannya dengan produk BBM asal Belarus.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More