Sayap Kanan Rumania Demo Tolak Larangan Pencalonan Georgescu

Jakarta, IDN Times - Tokoh sayap kanan Rumania, Horatiu Potra, dan pendukungnya, pada Senin (10/3/2025), menggelar demonstrasi menolak keputusan Biro Pemilihan Umum Rumania (BEC) yang melarang Calin Georgescu maju dalam pemilihan presiden (pilpres).
Beberapa bulan terakhir, situasi politik di Rumania memanas imbas pencalonan politikus sayap kanan, Georgescu. Pada Desember 2024, petugas keamanan Rumania sudah menggeledah rumah tokoh pendukung Georgescu yang diduga terlibat melakukan kecurangan.
1. Potra serukan warga dan tentara ikut dalam demonstrasi
Potra menyerukan warga dan tentara Rumania untuk mendukung pencalonan Georgescu dalam pilpres Rumania pada Mei mendatang. Seruan ini disebarkan lewat pesan instan di aplikasi WhatsApp.
"Panggil teman dan kolega Anda untuk berjuang. Jika kami tidak dapat melakukan sesuatu, maka siapa yang akan melakukannya? Pergi ke kota kalian atau pergi ke Bukares. Bawalah persenjataan kalian untuk melawan. Kudeta globalis terus berlanjut dan sekarang seluruh Rumania harus bergerak," terangnya, dilansir Politico.
Sementara itu, Potra dikenal sebagai politikus lokal Rumania dan mantan pemimpin tentara bayaran di Afrika. Ia sempat ditahan pada Desember karena dugaan merencanakan kudeta setelah penundaan pemilu Rumania.
BEC menuding Georgescu melanggar pemilu Rumania dengan memanfaatkan kampanye di TikTok. Mahkamah Konstitusi Rumania sudah menganulir kemenangan dalam pilpres putaran pertama karena diduga ada operasi Rusia di belakangnya.
2. Georgescu minta pendukungnya tetap tenang
Georgescu meminta pendukungnya untuk tetap tenang sembari melanjutkan perjuangan untuk berpartisipasi dalam pemilu Rumania. Ia menyebut pendukungnya memperjuangkan demokrasi dan kebebasan di Rumania.
"Kami akan berjalan bersama untuk mendapatkan kebebasan, demokrasi, perdamaian dan nilai-nilai bersama. Kami tidak boleh memicu kekerasan atau segala bentuk tindakan serupa seperti yang terjadi kemarin," tuturnya, dilansir RFE/RL.
Ia menambahkan bahwa demokrasi Rumania harus dijaga untuk mempertahankan demokrasi di seluruh dunia. Ia menuding otoritas Rumania sengaja melarangnya maju dalam pilpres.
"Saya memiliki 1 pesan. Jika demokrasi di Rumania jatuh, maka seluruh demokrasi di dunia juga akan jatuh. Ini hanya permulaan. Eropa menghadapi era kediktatoran, Rumania sudah berada di bawah tirani," tambahnya.
3. JD Vance dan Musk kritisi larangan pencalonan Georgescu
Sehari sebelumnya, CEO SpaceX Elon Musk menolak larangan Georgescu maju dalam pilpres Rumania. Ia mengklaim larangan tersebut adalah kegilaan yang dilakukan oleh otoritas Rumania.
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance mengatakan bahwa keputusan Rumania membatalkan pilpres dan menganulir kemenangan Georgescu adalah bukti ancaman dari dalam.
"Jika demokrasi Anda dapat dihancurkan dengan hanya beberapa ribu dolar iklan digital dari negara asing, maka itu bukti bahwa demokrasi Anda tidaklah kuat sejak awal," ungkapnya, dikutip CNN.
Kepala Lembaga Penelitian, GlobalFocus Center menyebut bhawa pernyataan Musk dan Vance merasakan kemarahannya yang dikonfirmasi oleh pemerintah AS. Ia menambahkan, intervensi di Rumania tidak hanya berasal dari Rusia, tapi juga dari AS.