Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wakili Prabowo, Menlu RI Tegaskan Hubungan ASEAN-Rusia Harus Diperkuat

Wakili Prabowo, Menlu RI Tegaskan Hubungan ASEAN-Rusia Harus Diperkuat
Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan. (Dok. Kemlu RI)
Intinya Sih
  • Sugiono mewakili Presiden Prabowo dalam KTT ASEAN-Rusia ke-35 di Kazan, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan strategis dan menjaga sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global.
  • Indonesia menilai Rusia berperan penting dalam ketahanan energi dan pangan kawasan, mendorong kerja sama pasokan minyak, gas, pupuk, serta pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai.
  • KTT menghasilkan empat dokumen utama termasuk Deklarasi Kazan, dengan fokus pada integrasi ekonomi ASEAN-Eurasia, peningkatan konektivitas bisnis, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada 17-18 Juni 2026. Dalam forum tersebut, Sugiono hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pandangan Indonesia terkait arah kemitraan ASEAN dengan Rusia di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dalam pidatonya, Sugiono menyampaikan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya kemitraan strategis bagi negara-negara ASEAN yang menaungi sekitar 670 juta penduduk Asia Tenggara. Menurutnya, kondisi geopolitik dunia saat ini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehingga kerja sama dengan mitra yang tepat menjadi semakin penting.

“Ketahanan kita diperkuat oleh kualitas kemitraan kita. Karenanya, memilih siapa mitra kita sangatlah penting,” tegas Sugiono, Kamis (18/6/2026).

Indonesia juga menegaskan pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam setiap bentuk kerja sama dengan mitra eksternal. Prinsip tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kemitraan yang inklusif dan saling menguntungkan bagi seluruh negara anggota.

1. Rusia dinilai punya peran strategis dalam ketahanan energi

Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan.
Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan. (Dok. Kemlu RI)

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menilai Rusia memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan energi ASEAN, termasuk bagi Indonesia. Rusia merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia yang memiliki potensi besar untuk memperkuat keamanan pasokan energi kawasan.

Terkait kemandirian energi, Sugiono menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dengan Rusia dalam pengamanan pasokan minyak bumi dan gas. Selain itu, Indonesia juga melihat peluang kolaborasi dalam pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai.

Pembahasan mengenai energi menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian dalam KTT, mengingat kebutuhan energi di kawasan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

Selain menghasilkan pembahasan tingkat pemimpin, KTT juga mengadopsi Pernyataan Bersama di bidang energi yang menjadi salah satu dari empat dokumen hasil pertemuan tersebut.

2. Indonesia dorong stabilitas pasokan pangan kawasan

Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan.
Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan. (Dok. Kemlu RI)

Selain energi, Indonesia turut menyoroti pentingnya penguatan kerja sama di sektor pangan. Rusia dinilai memiliki peran strategis karena merupakan salah satu produsen utama pupuk dan gandum dunia yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan global.

Sugiono mengatakan stabilitas pasokan pangan menjadi kebutuhan mendesak yang harus dijaga bersama oleh negara-negara ASEAN dan Rusia. Menurutnya, kerja sama yang erat di bidang ini akan membantu memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

“ASEAN dan Rusia harus bekerja sama memastikan kestabilan dan kelancaran pasokan pangan di kawasan. Setiap keluarga di ASEAN berhak mendapatkan asupan makanan bergizi yang terjangkau,” tegas Sugiono.

Indonesia juga memandang isu pangan dan energi sebagai bagian dari agenda strategis yang langsung berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan nasional masing-masing negara.

3. Integrasi ekonomi dan perdamaian global jadi sorotan

Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan.
Menlu Sugiono wakili Presiden Prabowo Subianto hadir di KTT ASEAN-Rusia di Kazan. (Dok. Kemlu RI)

Di luar isu pangan dan energi, Indonesia turut mendorong penguatan integrasi ekonomi antara kawasan ASEAN dan Eurasia. Menurut Indonesia, kedua kawasan masih memiliki potensi besar yang dapat dimaksimalkan melalui peningkatan konektivitas, perdagangan, dan investasi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KTT, juga digelar ASEAN-Russia Business Forum yang mempertemukan kalangan dunia usaha dari negara-negara ASEAN dan Rusia guna menjajaki peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Terkait perkembangan global, Indonesia menyambut upaya realisasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Namun demikian, Indonesia tetap menaruh perhatian terhadap situasi di Palestina dan menegaskan pentingnya upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

KTT ASEAN-Rusia ke-35 menghasilkan empat dokumen utama yang memperkuat komitmen kerja sama kedua belah pihak, yakni Deklarasi Kazan, Pernyataan Bersama bidang energi, Pernyataan Bersama bidang budaya, serta Rencana Aksi kerja sama untuk lima tahun ke depan.

Kehadiran Sugiono dalam forum tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Indonesia memanfaatkan berbagai kemitraan internasional untuk mendukung prioritas nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan ASEAN dengan seluruh mitra strategisnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More