Zelenskyy Sebut AS Minta Bantuan Ukraina buat Perang Lawan Iran

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap bahwa Amerika Serikat meminta bantuan negaranya untuk mendukung sekutu di Timur Tengah menghadapi serangan drone dari Iran.
- Ukraina telah mengirim pasukan ke Timur Tengah guna membantu AS dan sekutunya menanggulangi ancaman rudal serta drone Iran yang memicu kenaikan harga minyak global.
- Zelenskyy menegaskan bantuan Ukraina diberikan dengan syarat, yaitu AS harus memberikan dukungan senjata agar kemampuan pertahanan Ukraina terhadap Rusia tidak melemah.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut Amerika Serikat telah meminta negaranya untuk berperang melawan Iran. AS, kata dia, meminta agar Ukraina ikut membantu para sekutu di Timur Tengah untuk melumpuhkan serangan drone dari Iran.
“Kami menerima permintaan dari Amerika Serikat untuk memberi dukungan khusus dalam perlindungan terhadap para sekutu di Timur Tengah. Saya memberikan instruksi untuk menyediakan sarana yang diperlukan dan memastikan kehadiran spesialis Ukraina yang dapat menjamin keamanan yang dibutuhkan. Ukraina membantu mitra yang membantu memastikan keamanan kita dan melindungi nyawa rakyat kita,” kata Zelenskyy dalam sebuah unggahan di X pada Kamis (5/3/2026).
1. Ukraina sudah mengirim pasukan militer ke Timur Tengah

Saat ini, Ukraina sudah mengirim pasukan militernya untuk membantu AS dan sekutunya menghalau serangan drone dari Iran. Sebab, serangan drone Iran telah mengganggu kapal-kapal dagang untuk mengekspor minyak ke pasar global sehingga harga minyak mengalami kenaikan.
“Hanya dalam beberapa hari, Iran telah meluncurkan lebih dari 800 rudal dengan berbagai jenis dan lebih dari 1.400 pesawat tidak berawak. Pesawat tidak berawak dan rudal Iran inilah yang menjadi ancaman utama bagi navigasi bebas, mengganggu stabilitas harga minyak global, produk minyak bumi, dan gas,” ujar Zelenskyy pada Rabu (4/3/2026) dilansir The Hill.
2. Zelenskyy beri syarat jika AS mau dibantu Ukraina

Meski sudah mengirim pasukannya ke Timur Tengah, Zelenskyy menegaskan, dirinya tidak mau memberikan bantuan kepada AS dan sekutunya untuk melawan Iran secara cuma-cuma.
Zelenskyy hanya ingin memberikan bantuan jika Negeri Paman Sam memberikan timbal balik berupa bantuan senjata untuk melawan Rusia. Sebab, ia tidak ingin kemampuan Ukraina melawan Rusia menurun hanya karena membantu AS berperang melawan Iran.
"Tentu saja, bantuan apa pun yang kami berikan hanya akan diberikan dengan syarat bahwa bantuan tersebut tidak melemahkan pertahanan kami sendiri di Ukraina. Bantuan tersebut berfungsi sebagai investasi dalam kemampuan diplomatik kami," tegas Zelenskyy.
3. Iran sedang gencar melakukan serangan drone ke negara sekutu AS di Timur Tengah

Sebagai informasi, Iran saat ini memang sedang gencar melakukan serangan drone ke negara sekutu AS di Timur Tengah. Beberapa di antaranya, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait. Serangan drone tersebut ditujukan kepada markas militer AS yang ada di negara-negara tadi.
Ukraina memutuskan untuk membantu AS dan sekutunya di Timur Tengah karena drone yang dipakai Iran untuk menyerang mereka sama dengan drone yang dipakai Rusia untuk menyerang Ukraina. Oleh karena itu, pasukan militer Ukraina sudah memahami secara detail bagaimana cara menangkal drone Iran dengan cara yang lebih efisien.
“Mereka semua menghadapi tantangan serius dan berbicara secara terbuka tentang hal itu. Pesawat tidak berawak Iran sama dengan yang telah menyerang kota-kota, desa-desa, dan infrastruktur Ukraina kita sepanjang perang ini,” jelas Zelenskyy.



















