Ukraina Peringatkan Bahaya Serangan Drone Iran ke Azerbaijan

- Menlu Ukraina Andrii Sybiha mengecam serangan drone Iran ke Azerbaijan, menyebutnya ancaman global dan menyerukan persatuan internasional melawan rezim teror Iran serta sekutunya seperti Rusia.
- Presiden Volodymyr Zelenskyy menilai Iran mengancam stabilitas energi dunia dengan upaya menutup Selat Hormuz, yang berpotensi memicu gejolak harga energi global.
- Zelenskyy berdiskusi dengan Raja Bahrain tentang situasi Timur Tengah dan menawarkan bantuan Ukraina dalam menghadapi ancaman drone Iran berdasarkan pengalaman militernya.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andrii Sybiha, pada Kamis (5/3/2026), mengecam serangan drone Iran ke Azerbaijan. Menurutnya, tindakan Iran ini menjadi ancaman global dengan melancarkan serangan ke Timur Tengah.
“Teroris Iran tidak memiliki alasan untuk menyerang Azerbaijan dan Ukraina, dengan menyediakan drone kepada Rusia dan negara-negara lain, di mana mereka menyebabkan kekacauan, pembunuhan, dan instabilitas,” terang Sybiha, dikutip dari United24.
Sebelumnya, Ukraina mengaku bersedia mengirimkan pakar dan menjual sistem pengadang drone ke Timur Tengah. Langkah ini untuk mencegah serangan balasan Iran menggunakan drone Shaded.
1. Sebut Iran dan Rusia sebagai negara teror
Sybiha mengungkapkan bahwa serangan ke Azerbaijan ini bukan hanya ancaman regional, melainkan sudah tingkat global. Menurutnya, Iran sudah berkoalisi dengan sekutu teroris lainnya, termasuk Rusia.
Menlu Ukraina itu menyerukan persatuan internasional untuk merespons risiko besar dari rezim Iran. Runtuhnya rezim teror Iran disebut dapat mengembalikan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dan global, serta membuat rakyat Iran dapat kembali hidup normal.
Pernyataan ini disampaikan menyusul serangan drone Iran ke Bandara Internasional Nakchivan. Salah satu drone diketahui sudah mengenai bagian utama bandara dan drone lainnya mendarat di sekolah di Shekerabad.
2. Zelenskyy sebut Iran mengancam stabilitas energi global
Pada saat yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut bahwa Iran sudah mengancam stabilitas dunia dan pasar energi global. Sebab, Iran menutup sepihak Selat Hormuz.
“Meskipun intensitas serangan rudal Iran terus menurun saat in, ada ancaman baru yang muncul. Rezim Iran berusaha untuk memblokir Selat Hormuz yang dapat memicu instabilitas harga energi global,” kata Zelenskyy, dilansir Ukrinform.
3. Zelenskyy berbicara dengan Raja Bahrain soal situasi di Timur Tengah
Zelenskyy sudah berbicara dengan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa mengenai situasi di Timur Tengah. Ia mengatakan, Ukraina bersedia membantu dalam mengadang ancaman drone Iran.
Presiden Ukraina keenam itu mengungkapkan bahwa Ukraina paham akan serangan rudal dan drone secara bertubi-tubi. Ia mengaku, Ukraina tahu cara untuk melawan serangan tersebut yang sudah dilakukan selama ini.



















