Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Full-Body Workout 15 Menit: 7 Gerakan untuk Hari Sibuk
ilustrasi bodyweight squat jump (pexels.com/Polina Tankilevitch)
  • Full-body workout berarti keseluruhan sesi melatih kelompok otot utama, bukan setiap gerakan bekerja sama kuat pada seluruh tubuh.

  • Tujuh gerakan dapat diselesaikan dalam sekitar 15 menit dengan format sirkuit: 30 detik bergerak dan 15 detik berganti posisi.

  • Kecepatan bukan tujuan utama. Gerakan terkendali, teknik yang stabil, dan peningkatan bertahap lebih penting untuk menjaga keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rangkaian 15 menit ini menunjukkan bahwa keterbatasan waktu tidak harus menghilangkan kesempatan melatih tubuh secara menyeluruh. Dengan gerakan majemuk, perlengkapan sederhana, dan pilihan penyesuaian bagi pemula, sesi dapat disusun secara praktis sambil tetap menargetkan kekuatan, keseimbangan, stabilitas inti, serta kerja jantung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari yang dipenuhi pekerjaan, perjalanan, dan urusan rumah sering menyisakan sedikit waktu untuk berolahraga. Dalam kondisi tersebut, latihan seluruh tubuh memungkinkan kaki, pinggul, dada, punggung, lengan, dan otot inti dilatih dalam satu sesi.

Berbagai bentuk latihan beban dapat meningkatkan kekuatan, ukuran otot, dan kemampuan fisik. Rekomendasi utamanya adalah melatih seluruh kelompok otot utama setidaknya dua kali seminggu dengan usaha yang cukup menantang.

Penelitian mengenai latihan hemat waktu juga menyarankan untuk mengutamakan gerakan majemuk, termasuk pola jongkok, mendorong, dan menarik. Sementara itu, metaanalisis terhadap 14 studi menemukan bahwa latihan full-body dan latihan yang membagi otot berdasarkan hari memberikan hasil serupa ketika jumlah latihannya disamakan. Keunggulan format full-body di sini terutama terletak pada kemudahan penjadwalan.

Cara menyusun sesi latihan sekitar 15 menit

Siapkan alas latihan, ransel yang tertutup rapat, serta meja atau dinding yang kokoh.

Lakukan pemanasan selama 3 menit dengan jalan di tempat, putaran bahu, dan beberapa squat pendek. Setelah itu, kerjakan setiap gerakan selama 30 detik, lalu gunakan 15 detik untuk berganti posisi. Selesaikan dua putaran dengan istirahat satu menit di antara putaran. Pemula dapat memulai dari satu putaran.

Format sirkuit seperti ini dapat melatih kekuatan sekaligus menaikkan kerja jantung. Metaanalisis terhadap 45 studi menunjukkan bahwa latihan sirkuit berbasis resistansi berhubungan dengan peningkatan kekuatan tubuh atas dan bawah, kebugaran kardiorespirasi, serta komposisi tubuh.

1. Bodyweight squat

Manfaat: Melatih pola gerak yang digunakan ketika duduk, berdiri, dan mengangkat tubuh dari posisi rendah.

Otot yang dilatih: Paha depan, bokong, serta otot inti dan betis sebagai penstabil.

Cara melakukannya:

  • Berdiri dengan kaki kira-kira selebar bahu.

  • Kencangkan perut, dorong pinggul ke belakang, lalu tekuk lutut hingga mencapai kedalaman yang terasa nyaman.

  • Tekan seluruh telapak kaki ke lantai untuk kembali berdiri.

Tips keamanan: Jaga lutut bergerak searah dengan jari kaki dan pertahankan tumit menempel di lantai. Gunakan kursi sebagai sasaran duduk bila keseimbangan belum stabil.

2. Incline push-up

ilustrasi incline push up (unsplash.com/MIL-TECH PHARMA LTD)

Manfaat: Menguatkan gerakan mendorong sambil melatih kemampuan tubuh mempertahankan posisi lurus.

Otot yang dilatih: Dada, bahu bagian depan, trisep, dan otot inti.

Cara melakukannya:

  • Letakkan tangan pada dinding atau meja yang kokoh.

  • Mundurkan kaki hingga tubuh membentuk garis lurus.

  • Tekuk siku dan dekatkan dada ke permukaan, kemudian dorong tubuh menjauh.

Tips keamanan: Pastikan meja tidak bergeser. Hindari membiarkan pinggang turun atau kepala menengadah. Makin tinggi posisi tangan, makin ringan bebannya.

3. Bent-over row dengan ransel

Manfaat: Melatih gerakan menarik dan memperkuat punggung bagian atas.

Otot yang dilatih: Punggung lebar dan tengah, bahu belakang, bisep, serta otot inti.

Cara melakukannya:

  • Pegang ransel dengan kedua tangan.

  • Tekuk sedikit lutut, dorong pinggul ke belakang, dan condongkan badan dengan punggung tetap netral.

  • Tarik ransel menuju perut, rapatkan tulang belikat, lalu turunkan perlahan.

Tips keamanan: Pastikan isi ransel tidak bergerak dan mulai dengan beban ringan. Kurangi beban atau tegakkan badan bila punggung mulai membulat.

4. Reverse lunge

ilustrasi reverse lunge (unsplash.com/Big Dodzy)

Manfaat: Menguatkan setiap kaki secara bergantian sekaligus melatih keseimbangan.

Otot yang dilatih: Paha depan, bokong, paha belakang, betis, dan otot inti.

Cara melakukannya:

  • Berdiri tegak, kemudian langkahkan satu kaki ke belakang.

  • Tekuk kedua lutut sampai kedalaman yang dapat dikendalikan.

  • Dorong lantai dengan kaki depan untuk kembali berdiri, lalu ganti sisi.

Tips keamanan: Telapak kaki depan harus tetap menempel di lantai dan lutut bergerak searah jari kaki. Pegang sandaran kursi apabila tubuh mudah goyah.

5. Glute bridge

Manfaat: Menguatkan gerakan meluruskan pinggul yang digunakan saat berdiri, berjalan, dan menaiki tangga.

Otot yang dilatih: Bokong, paha belakang, dan otot inti.

Cara melakukannya:

  • Berbaring dengan lutut ditekuk dan kaki menapak.

  • Kencangkan perut dan bokong, lalu angkat pinggul hingga bahu, pinggul, dan lutut membentuk garis hampir lurus.

  • Turunkan secara terkendali.

Tips keamanan: Gerakkan pinggul dengan mengencangkan bokong, bukan dengan melengkungkan pinggang secara berlebihan. Hentikan pengangkatan sebelum muncul rasa tertekan pada punggung bawah.

6. Bird dog

Manfaat: Melatih kestabilan batang tubuh dan koordinasi antara tubuh bagian atas dan bawah.

Otot yang dilatih: Otot perut bagian dalam, punggung, bokong, dan bahu.

Cara melakukannya:

  • Mulai dengan posisi merangkak.

  • Kencangkan perut, lalu luruskan satu lengan dan kaki yang berlawanan.

  • Pertahankan panggul tetap menghadap lantai, kembali ke posisi awal, dan ganti sisi.

Tips keamanan: Tidak perlu mengangkat tangan atau kaki terlalu tinggi. Jika tubuh berputar, mulai dengan menggerakkan satu lengan atau satu kaki saja.

7. Mountain climber

ilustrasi mountain climber (pexels.com/pexels)

Manfaat: Menambahkan unsur aerobik sambil melatih tubuh mempertahankan posisi seperti plank.

Otot yang dilatih: Otot inti, bahu, trisep, otot penekuk pinggul, bokong, dan tungkai.

Cara melakukannya:

  • Ambil posisi push-up atau letakkan tangan pada meja yang kokoh.

  • Bawa satu lutut menuju dada, kembalikan kaki, lalu ganti sisi secara bergantian.

Tips keamanan: Jaga tangan berada di bawah bahu dan pinggul tidak banyak bergoyang. Mulailah perlahan atau gunakan meja agar tekanannya lebih ringan. Gerakan tidak harus dilakukan sambil melompat

Agar hasilnya terus berkembang

Lakukan rangkaian ini dua kali seminggu dengan jeda pemulihan yang cukup. Ketika dua putaran sudah dapat diselesaikan dengan teknik stabil, tingkatkan satu hal saja, seperti menambah beberapa detik, tambah satu putaran, atau masukkan beban tambahan ke dalam ransel.

Bagian akhir setiap set sebaiknya terasa menantang, tetapi gerakan masih dapat dikendalikan. Napas dapat diembuskan saat mendorong, menarik, atau mengangkat tubuh. Hindari sengaja menahan napas.

Sesi singkat ini juga tidak selalu memenuhi seluruh kebutuhan aktivitas aerobik mingguan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa mengumpulkan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75–150 menit intensitas berat per minggu, ditambah latihan penguatan otot.

Hentikan latihan jika muncul nyeri tajam, pusing, nyeri dada, atau sesak yang tidak wajar. Orang dengan penyakit jantung, gangguan metabolik atau ginjal, cedera, kehamilan, masa setelah melahirkan, maupun riwayat operasi sebaiknya meminta penyesuaian dari tenaga kesehatan atau profesional olahraga yang kompeten.

Referensi

Brad S. Currier et al., “American College of Sports Medicine Position Stand: Resistance Training Prescription for Muscle Function, Hypertrophy, and Physical Performance in Healthy Adults: An Overview of Reviews,” Medicine & Science in Sports & Exercise 58, no. 4 (2026): 851–72, https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000003897.

Vegard M. Iversen, Martin Norum, Brad J. Schoenfeld, and Marius S. Fimland, “No Time to Lift? Designing Time-Efficient Training Programs for Strength and Hypertrophy: A Narrative Review,” Sports Medicine 51 (2021): 2079–95, https://doi.org/10.1007/s40279-021-01490-1.

Domingo J. Ramos-Campo, Pedro J. Benito-Peinado, Luis Andreu-Caravaca, Miguel A. Rojo-Tirado, and Jacobo Á. Rubio-Arias, “Efficacy of Split versus Full-Body Resistance Training on Strength and Muscle Growth: A Systematic Review with Meta-Analysis,” Journal of Strength and Conditioning Research 38, no. 7 (2024): 1330–40, https://doi.org/10.1519/JSC.0000000000004774.

Domingo Jesús Ramos-Campo, Luis Andreu-Caravaca, Alejandro Martínez-Rodríguez, and Jacobo Ángel Rubio-Arias, “Effects of Resistance Circuit-Based Training on Body Composition, Strength and Cardiorespiratory Fitness: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Biology 10, no. 5 (2021): 377, https://doi.org/10.3390/biology10050377.

American Council on Exercise, “Bodyweight Squat,” Exercise Library, diakses September 2026.

American Council on Exercise, “Push-Ups,” Exercise Library, diakses September 2026.

American Council on Exercise, “Bent-Over Row,” Exercise Library, diakses September 2026.

American Council on Exercise, “Reverse Lunge,” Exercise Library, diakses September 2026.

American Council on Exercise, “Glute Bridge,” Exercise Library, diakses September 2026.

American Council on Exercise, “Bird Dog,” Exercise Library, diakses September 2026.

American Council on Exercise, “Mountain Climbers,” Exercise Library, diakses September 2026.

World Health Organization, “Physical Activity,” diakses September 2026.

Editorial Team

Related Article