Comscore Tracker

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?

Yang pasti ini tidak boleh diremehkan

Sakit kepala adalah keluhan umum yang sering dialami dalam keseharian yang bisa mengganggu. Sakit kepala juga punya beberapa tipe, dari yang ringan hingga kronis. Namun, bagaimana jika kamu mengalami sakit kepala terus-menerus atau berkepanjangan?

Dilansir Mayo Clinic, sakit kepala yang terjadi selama 15 hari atau lebih dalam sebulan, merupakan kategori sakit kepala yang cukup serius (kronis). Selain itu, sakit kepala harian (primer) kronis tidak memiliki penyebab mendasar yang dapat diidentifikasi.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab sakit kepala terus-menerus atau sakit kepala harian kronis non-primer yang perlu diwaspadai.

1. Pendarahan otak

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi pendarahan otak (commons.wikimedia.org/MyUpchar)

Dilansir WebMD, pendarahan otak adalah salah satu jenis stroke yang disebabkan oleh arteri di otak yang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya. Hal ini merupakan kondisi yang berbahaya dan harus ditangani secepatnya.

Biasanya, pendarahan pada otak akan menimbulkan sakit kepala secara tiba-tiba dan beberapa kelemahan pada saraf tubuh.

2. Meningitis

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi meningitis (nmaus.org)

Infeksi bakteri seperti meningitis juga dapat menyebabkan sakit kepala secara terus-menerus. Bakteri dapat masuk ke aliran darah dan berjalan ke otak dan sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan meningitis bakterial akut.

Meningitis sering kali ditandai dengan sakit kepala yang diiringi dengan rasa mual dan muntah.

Baca Juga: Sakit Kepala Sebelah Kiri, Kira-kira Pertanda Apa Ya?

3. Peningkatan tekanan intrakranial

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi intracranial pressure (techexplorist.com)

Cedera otak atau kondisi medis lainnya dapat menyebabkan tekanan yang meningkat di dalam tengkorak. Seperti yang dijelaskan di laman Johns Hopkins Medicine, kondisi berbahaya ini disebut peningkatan tekanan intrakranial atau intracranial pressure (ICP) dan dapat menyebabkan sakit kepala.

Sakit kepala jenis ini adalah keadaan darurat dan membutuhkan perhatian medis segera. Hal ini sering ditandai dengan:

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Merasa kurang waspada dari biasanya
  • Muntah
  • Perubahan perilaku
  • Kelemahan atau masalah saat bergerak atau berbicara
  • Kurang energi atau kantuk

4. Tumor otak

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi tumor otak (flickr.com/Sarah Colon)

Tumor otak adalah kumpulan, atau massa, sel abnormal di otak. Dilansir Healthline, tumor otak bisa bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak).

Ketika tumor jinak atau ganas tumbuh, hal itu dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak meningkat. Ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan bisa mengancam nyawa.

Sakit kepala merupakan gejala yang paling umum dialami oleh pasien tumor otak. Gejala lainnya juga dapat berupa:

  • Muntah
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda
  • Kebingungan
  • Kejang (terutama pada orang dewasa)
  • Kelemahan anggota tubuh atau bagian wajah
  • Perubahan fungsi mental

5. Cedera otak traumatis

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi cedera otak traumatis (cdc.gov)

Berdasarkan keterangan dari American Association of Neurological Surgeons, cedera otak traumatis atau traumatic brain injury (TBI) adalah gangguan pada fungsi normal otak yang dapat disebabkan oleh pukulan, benturan, atau sentakan pada kepala. Ini juga kondisi ketika kepala yang tiba-tiba dengan keras mengenai suatu benda atau ketika suatu benda menembus tengkorak dan masuk ke jaringan otak.

Gejala TBI bisa ringan, sedang, atau parah, tergantung pada tingkat kerusakan otak. Kasus ringan dapat menyebabkan perubahan singkat pada kondisi mental atau kesadaran. Kasus yang parah dapat mengakibatkan ketidaksadaran, koma, atau bahkan kematian.

Lantas, bagaimana pengobatan sakit kepala yang terus-menerus?

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi obat-obatan (freepik.com/wayhomestudio)

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit kepala. Dokter akan memberikan arahan mengenai pengobatan yang tepat untuk pasiennya.

Beberapa pilihan perawatan untuk mengobati sakit kepala terus-menerus meliputi:

  • Antidepresan (trisiklik), seperti amitriptyline dan nortriptyline,yang digunakan untuk mencegah sakit kepala dan membantu mengatasi kecemasan atau depresi yang dapat terjadi bersamaan dengan sakit kepala yang terus-menerus
  • Beta-blocker seperti propranolol dan metoprolol
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen 
  • Obat antikejang seperti gabapentin dan topiramate
  • Injeksi botoks, yaitu suntikan racun saraf yang berasal dari bakteri penyebab botulisme

Selain itu, ada juga terapi non obat seperti:

  • Terapi perilaku, yang membantu dalam memahami efek mental dari sakit kepala yang dialami dan mendiskusikan cara untuk mengatasinya
  • Biofeedback, yang menggunakan perangkat pemantauan untuk membantu dalam memahami dan belajar mengontrol fungsi tubuh seperti tekanan darah, detak jantung, dan ketegangan otot
  • Stimulasi saraf oksipital, yang merupakan prosedur pembedahan di mana perangkat kecil ditempatkan di dasar tengkorak untuk mengurangi rasa sakit kepala
  • Akupunktur, yang melibatkan penusukan jarum ke titik-titik tertentu di tubuh
  • Pijat, yang dapat membantu relaksasi dan mengurangi ketegangan pada otot

Terakhir, dokter mungkin juga akan menyarankan untuk mengubah pola gaya hidup, seperti:

  • Tidur yang cukup
  • Kurangi konsumsi kafein
  • Kurangi merokok, dan lain-lain

Langkah-langkah untuk mencegah sakit kepala

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi tidur (pexels.com/Meruyert Gonullu)

Umumnya, langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah sakit kepala yang terus-menerus sebenarnya cukup sederhana. Kamu bisa melakukan ini:

  • Hindari pemicu sakit kepala. Jika mengalami sakit kepala, mulailah untuk membuat catatan mengenai gejala, waktu, dan hal-hal yang dicurigai dapat memicu sakit kepala.
  • Hindari penggunaan obat yang berlebihan. Penggunaan obat sakit kepala juga tidak bisa digunakan berlebihan, sehingga harus tetap berada dalam arahan dokter.
  • Tidur yang cukup. Rata-rata orang dewasa membutuhkan 7-8 jam tidur setiap malam, jadi berusahalah untuk tidur yang cukup.
  • Jangan lewatkan makan. Makanlah makanan yang sehat pada waktu yang sama setiap hari. Jangan sampai terlambat dan hindari kafein dapat menimbulkan sakit kepala.
  • Berolahraga secara teratur. Berolahraga secara teratur dapat membantu dalam mengurangi stres dan sakit kepala.
  • Batasi kafein. Kafein memang bisa meringankan sakit kepala, tetapi juga bisa menimbulkan sakit kepala jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Sakit Kepala Terus-menerus atau Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?ilustrasi pemeriksaan dokter (freepik.com/rawpixel.com)

Sebaiknya segera periksakan dirimu ke dokter bila mengalami gejala sakit kepala seperti ini:

  • Sakit kepala yang terjadi tiga kali atau lebih dalam seminggu
  • Sakit kepala yang semakin parah setelah minum obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Adanya perubahan fisik yang memengaruhi sakit kepala
  • Sakit kepala terasa semakin mengganggu pada saat beraktivitas, seperti ketika tidur, sekolah, dan bekerja

Selain itu, sakit kepala juga bisa disebabkan oleh masalah yang serius. Maka dari itu, segeralah periksa ke dokter jika memiliki tanda-tanda, seperti:

  • Sakit kepala parah yang datang tiba-tiba
  • Sakit kepala yang disertai gejala infeksi, seperti demam tinggi, leher kaku, mual, atau muntah
  • Sakit kepala yang mencakup gejala neurologis lainnya, seperti kebingungan, mati rasa, atau masalah dengan koordinasi, berjalan, atau berbicara
  • Sakit kepala yang terjadi setelah cedera kepala

Nah, itulah ulasan mengenai penyebab sakit kepala terus-menerus. Jika sudah dirasa sangat mengganggu, segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan yang terbaik sesuai kondisi yang mendasari. Selain itu, ikuti arahan dokter tentang obat-obatan yang dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala.

Baca Juga: 11 Titik Pijatan Ini Akan Membantu Kamu Atasi Sakit Kepala, Coba deh!

Topic:

  • Dhea Fadhilah Ramadhani
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya