Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

115 Dokter Meninggal karena COVID-19, Terbanyak di Jawa Timur

115 Dokter Meninggal karena COVID-19, Terbanyak di Jawa Timur
Ilustrasi. Seorang tenaga medis memakai pita hitam sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya perawat RSVP dr Kariadi. Dok PPNI Jateng
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat, sampai saat ini sudah 115 dokter meninggal karena COVID-19.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI dr Adib Khumaidi mengungkapkan, 115 dokter tersebut terdiri dari 7 guru besar, 57 dokter umum, dan 51 dokter spesialis.

"Data terbaru 115 dokter yang tersebar di 17 provinsi," ujar Adib saat dihubungi IDN Times, Sabtu (12/9/2020).

  1. 1. Masih ada masalah dalam infrastruktur kesehatan

    Tenaga medis beraktivitas di halaman tower lima Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat (11/9/2020) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
    Tenaga medis beraktivitas di halaman tower lima Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat (11/9/2020) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

    Adib mengungkapkan, tingginya angka kematian tenaga kesehatan merupakan gambaran bahwa ada masalah dalam infrastruktur kesehatan yang menyebabkan faktor risiko penularan bertambah.

    "Infrastruktur tersebut meliputi ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), ketersediaan obat, dan sumber daya manusia di rumah sakit," ungkapnya.

  2. 2. IDI akan analisa pola penyebaran COVID-19

    Perawat ICU RSPP Modular Simprug, Novi Citra Lenggana (Dok. Humas RSPP)
    Perawat ICU RSPP Modular Simprug, Novi Citra Lenggana (Dok. Humas RSPP)

    Adib mengatakan, dari data tenaga medis yang meninggal, ada juga tenaga medis yang tidak melakukan penanganan secara langsung. “Jadi ini yang akan kita analisa pola penyebaran yang terjadi,” ujar dia.

    Secara umum, dari analisa awal yang telah dilakukan, kematian tenaga medis akibat COVID-19 tidak hanya karena alat proteksi diri.

    Menurut Adib, persoalan ini lebih terkait kepada standarisasi sistem pelayanan dan regulasi selama pandemik COVID-19 yang perlu dikaji kembali.

  3. 3. Beban kerja tenaga medis jadi salah satu faktor

    BTKLPP kelas I Medan lakukan tes swab di Pendopo USU Medan (IDN Times/IDN Times)
    BTKLPP kelas I Medan lakukan tes swab di Pendopo USU Medan (IDN Times/IDN Times)

    Adib menyebutkan, faktor lain yang menjadi penyebab yakni terkait beban kerja para tenaga medis dalam melayani pasien COVID-19.

    “Ini juga menyangkut jam kerja dan jam istirahat yang dibutuhkan. Inilah yang harus dibuatkan sebuah regulasi yang bagus supaya bisa mengatur jam kerja,” ujar Wakil Pengurus Besar IDI ini.

    Adib menambahkan, di masa pandemik sekarang ini seharusnya bukan menambah beban kerja tenaga medis. Namun, lebih kepada mengatur beban kerja masing-masing petugas medis.

    Untuk ke depannya, IDI akan memperhitungkan kemampuan sumber daya manusia untuk mencarikan solusi terbaik.

  4. 4. Sebaran wilayah kematian dokter, tertinggi di Jawa Timur

    Survey tim mitigasi
    Survey tim mitigasi

    Berikut sebaran wilayah lokasi dokter meninggal:

    Aceh 2 dokter
    Banten 1 dokter
    NTB 1 dokter
    Papua Barat 1 dokter
    DI Yogyakarta 2 dokter
    Kepulauan Riau 2 dokter
    Riau 1 dokter
    Kalimantan Timur 3 dokter
    Sumatera Selatan 4 dokter
    Kalimantan Selatan 4 dokter
    Bali 4 dokter
    Sulawesi Selatan 6 dokter
    Jawa Tengah 8 dokter
    Jawa Barat 11 dokter
    DKI Jakarta 15 dokter
    Sumatera Utara 21 dokter
    Jawa Timur 29 dokter

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More