Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

175 Santri BIMA Siap Kuliah ke Luar Negeri, Cak Imin: Penuhi 3 Syarat!

175 Santri BIMA Siap Kuliah ke Luar Negeri, Cak Imin: Penuhi 3 Syarat!
Cak Imin lepas lulusan pesantren untuk kuliah di luar negeri (Sumber: ANTARA)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sebanyak 175 santri lulusan BIMA Cirebon resmi dilepas untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, dengan tujuan antara lain China, Tunisia, Rusia, dan negara-negara Timur Tengah.
  • Cak Imin berpesan agar para santri memiliki tiga bekal utama: kemampuan atau skill, integritas tinggi, serta ketaatan terhadap ilmu pengetahuan sebagai dasar menghadapi masa depan.
  • Pengasuh BIMA menyebut 99 santri diterima di perguruan tinggi negeri dan menegaskan pentingnya pesantren mencetak lulusan yang tidak hanya saleh tetapi juga bermanfaat bagi pembangunan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times Sebanyak 175 lulusan SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat, resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri. 

Pelepasan para lulusan ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Negara tujuan mereka antara lain China, Tunisia, Rusia, hingga sejumlah negara di Timur Tengah. 


1. Santri harus miliki tiga syarat utama di masa depan

175 Santri BIMA Siap Kuliah ke Luar Negeri, Cak Imin Beri Pesan
Ilustrasi santri belajar bersama teman (unsplash.com/Muh Makhlad)

Dalam kesempatan itu, Cak Imin memberikan pesan kepada para santri untuk memenuhi tiga syarat yang menjadi bekal berguna di masa depan, yaitu skill atau kemampuan, memintegritas, dan taat terhadap ilmu pengetahuan. 

“Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama, memiliki skill atau kemampuan. Kedua, memiliki integritas. Ketiga, taat asas terhadap ilmu pengetahuan," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Senin (29/06/2026) dikutip dari ANTARA. 


2. Bonus demografi 2030 disebut menjadi peluang besar

175 Santri BIMA Siap Kuliah ke Luar Negeri, Cak Imin Beri Pesan
Ilustrasi bonus demografi (unsplash.com / Rafael AS Martins)

Cak Imin juga mengingatkan, Indonesia sedang berada dalam periode bonus demografi yang akan menentukan arah pembangunan bangsa pada masa mendatang. 

"Kalau sekarang kalian lulus, berarti pada 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA pada 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian," ujar dia.

Dia optimistis para lulusan pesantren, termasuk BIMA, dapat mengambil peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. 

3. Sebanyak 99 santri diterima di perguruan tinggi negeri

175 Santri BIMA Siap Kuliah ke Luar Negeri, Cak Imin Beri Pesan
Ilustrasi perguruan tinggi negeri (siedoo)

Pengasuh BIMA, Imam Jazuli, mengatakan, terdapat 99 santri yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Menurut dia, mayoritas dari mereka memilih program studi umum yang dinilai selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional dan kebutuhan sumber daya manusia di masa depan.

Imam menilai, pesantren tidak cukup hanya mencetak lulusan yang saleh, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.

"Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara," kata Imam.


Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More