Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lima Peserta Latsarmil Kopdes Tewas, Pigai Desak Kemenhan Investigasi

Lima Peserta Latsarmil Kopdes Tewas, Pigai Desak Kemenhan Investigasi
Menteri HAM Natalius Pigai di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Natalius Pigai mendesak Kemenhan mengevaluasi total pelaksanaan Latsarmil Kopdes dan KNMP setelah lima peserta meninggal dunia selama program berlangsung.
  • Pigai menilai pembentukan mental peserta tidak harus melalui pendekatan militer atau latihan fisik berlebihan, karena tujuan utama program adalah penguatan kapasitas sipil.
  • Ia juga meminta investigasi profesional untuk mengungkap penyebab kematian lima peserta, termasuk korban terakhir Nola Dya Sari di Dodik Bela Negara Kalimantan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengevaluasi seluruh pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Permintaan itu disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti program tersebut.

Pigai menilai metode pembentukan karakter peserta perlu dikaji ulang. Menurut dia, penguatan mental tidak harus dilakukan melalui latihan fisik yang berlebihan, apalagi peserta merupakan warga sipil yang dipersiapkan untuk mengelola koperasi dan pembangunan ekonomi masyarakat.

"Saya juga merasa prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh," ujar dia, dikutip Senin (29/6/2026).

1. Pembentukan mental tidak identik dengan pendekatan militer

5 Peserta Latsarmil Kopdes Tewas, Pigai Desak Kemenhan Investigasi
Menteri HAM Natalius Pigai di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pigai menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang harus dibangun dalam pendidikan, yakni pengetahuan, keterampilan, dan mental. Namun, kata dia, pembentukan mental tidak identik dengan pendekatan militer.

"Bagian yang ketiga ini (mental) tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan," kata dia.

2. Mendesak penyelidikan profesional

5 Peserta Latsarmil Kopdes Tewas, Pigai Desak Kemenhan Investigasi
Karangan bunga dari Menteri Koperasi di rumah Nola, Calon Manajer Kopdes yang meninggal. (IDN Times/istimewa).

Tak hanya meminta evaluasi sistem pelatihan, Pigai juga mendesak penyelidikan profesional atas meninggalnya lima peserta latsarmil. Menurut dia, investigasi penting dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah sekaligus menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program ke depan.

"Lima peserta yang meninggal itu perlu diselidiki secara profesional untuk penyebabnya. Saya perintahkan staf untuk lakukan pemantauan di lapangan," ujar dia.

3. Korban kelima adalah Nola Dya Sari

Kopdes Merah Putih, Kemhan
Pelaksanaan latihan militer untuk calon manajer koperasi desa merah putih dan kampung nelayan merah putih di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta. (Dokumentasi Kemhan)

Adapun korban kelima peserta latsarmil adalah Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Dodik Bela Negara Kalimantan. Sebelumnya, empat peserta lain juga meninggal di satuan pendidikan berbeda selama mengikuti rangkaian latsarmil dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kementerian Pertahanan sebelumnya menyatakan seluruh peserta telah melalui seleksi kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pelatihan. Untuk korban terakhir, Nola Dya Sari, Kemhan menyebut yang bersangkutan memiliki catatan kelebihan berat badan saat seleksi kesehatan.

Kasus ini memicu sorotan terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes dan KNMP.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More