Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PKS Siap Lanjutkan Koalisi Bareng NasDem-PKB pada Pilkada DKI 2024

PKS Siap Lanjutkan Koalisi Bareng NasDem-PKB pada Pilkada DKI 2024
Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim (kiri), Sekjen PKB Hasanuddin Wahid (tengah), dan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar (kiri) menyatakan Koalisi Perubahan siap bareng PDIP gulirkan hak angket kecurangan pemilu 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Partai NasDem membuka peluang untuk kembali berkoalisi bersama dua partai lain pengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), yakni PKS dan PKB untuk Pilkada DKI Jakarta 2024. 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun menyambut positif wacana Partai NasDem yang ingin melanjutkan poros perubahan pada Pilkada DKI Jakarta 2024. 

Juru Bicara PKS, Ahmad Mabruriee, mengatakan untuk mengelola Jakarta tidak bisa sendirian. Oleh sebab itu, PKS siap berkolaborasi bersama sejumlah pihak, termasuk dua partai politik (parpol) di Koalisi Perubahan. 

"Prinsipnya untuk mengelola Jakarta tidak bisa sendirian. Mesti kolaborasi dengan semua stakeholder. Dengan partai NasDem dan PKB kita siap juga kolaborasi," kata Mabruri kepada IDN Times, saat dihubungi, Senin (4/3/2024).

PKS, PKB, dan NasDem sepakat membangun Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) pada Pilpres 2024 lalu.

  1. 1. PKS saring sejumlah nama untuk masuk bursa bakal cagub DKI 2024

    ilustrasi pilkada (IDN Times/Esti Suryani)
    ilustrasi pilkada (IDN Times/Esti Suryani)

    Kendati demikian, kata dia, PKS juga membuka peluang membangun komunikasi dengan partai lain di luar Koalisi Perubahan.

    Mabruri mengatakan, ihwal nama-nama yang akan diusung dari internal partai untuk maju ke Pilgub DKI 2024  hingga saat ini belum ada satu pun yang mengerucut.

    "Nama-nama belum mengerucut. Baru disaring-saring aja," ujar dia.

  2. 2. NasDem buka peluang berkoalisi lagi bareng Koalisi Perubahan

    Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim. (IDN Times/Amir Faisol)
    Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim. (IDN Times/Amir Faisol)

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim, menuturkan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan PKS dan PKB untuk memantapkan diri maju pada Pilgub DKI 2024. Kendati, hasil rembuk dari ketiga partai sampai hari ini belum ada kesimpulan yang serius. 

    "Memang belum ada kesimpulan, tapi secara prinsip kita siap memperbesar koalisi di tingkat DKI. Kita terbuka untuk pembicaraan-pembicaraan lebih lanjut," kata dia.

    Taslim mengatakan, kelanjutan koalisi ini bukan dilakukan tanpa alasan. Sebab ketiga partai memperoleh kursi yang cukup besar di Pemilihan Legislatif (Pileg) DKI 2024.

    Dia menjelaskan, perolehan kursi bagi ketiga anggota partai itu naik tajam di tingkat DKI. Misalnya, PKS berhasil memperoleh 18-20 kursi yang berpotensi bisa merebut posisi Ketua DPRD. Kemudian, NasDem memperoleh 10-11 kursi dan PKB 9-10 kursi.

    Oleh karena itu, Koalisi Perubahan akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kebersamaannya menuju Pilgub DKI 2024 setelah Pilpres 2024 mengusung pasangan AMIN.

    "Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan koalisi ini di tingkat DKI," ujarnya.

  3. 3. KPU sebut pilkada serentak digelar November 2024

    Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Idham Holik di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Idham Holik di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Idham Holik, menegaskan, Pilkada Serentak 2024 tetap berjalan sesuai jadwal, yaitu pada 27 November 2024.

    Idham menjelaskan, belum ada perubahan pada Pasal 201 Ayat 8 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.

    "Sampai saat ini Pasal 201 ayat 8 UU Nomor 10 Tahun 2016 belum ada perubahannya," ujar Idham melansir ANTARA.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More