Ancol Donasikan Rp150 Juta Hasil Penjualan Tiket untuk Bencana Sumatra

- Ancol donasikan Rp150 juta hasil penjualan tiket akhir tahun 2025 untuk korban bencana di Sumatra
- Donasi berasal dari penjualan tiket masuk di Pintu Gerbang Utama Ancol pada 31 Desember 2025
- Jumlah pengunjung 41.597 orang dengan omset penjualan tiket mencapai Rp1.450.345.500, dan digenapkan menjadi Rp150 juta
Jakarta, IDN Times - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mendonasikan Rp150 juta untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Donasi tersebut bersumber dari hasil penjualan tiket masuk di Pintu Gerbang Utama Ancol pada 31 Desember 2025.
"Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada 31 Desember 2025," sebut pihak perusahaan, dikutip dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (4/12/2025).
1. Sumber dan penghitungan donasi

Ancol merinci jumlah pengunjung pada tanggal tersebut 41.597 orang, dengan omset penjualan tiket mencapai Rp1.450.345.500. Dari jumlah tersebut, perusahaan mendonasikan 10 persen atau setara dengan Rp145.034.550.
Donasi senilai Rp145.034.550 tersebut kemudian digenapkan menjadi Rp150 juta. Sumbangan tersebut telah disalurkan secara penuh.
2. Penyaluran donasi melalui Baznas DKI

Sementara, penyaluran donasi dilakukan melalui Baznas Bazis DKI Jakarta. Lembaga tersebut akan mengelola dana untuk bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.
Ancol menyebutkan bantuan ini merupakan bagian dari wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). Perusahaan menyatakan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
3. Korban meninggal bencana Sumatra capai 1.167 jiwa

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal akibat rangkaian bencana di Sumatra terus mengalami peningkatan. Per Sabtu, 3 Januari 2026, total korban jiwa mencapai 1.167 orang, setelah bertambah 10 korban dari Kabupaten Aceh Utara.
Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan operasi pencarian dan pertolongan korban masih terus dilakukan di beberapa wilayah, yang menyebabkan perpanjangan status tanggap darurat.
“Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa, sehingga total korban jiwa meninggal dunia per 3 Januari 2026 menjadi 1.167 jiwa,” jelas Muhari.


















