Jelang KTT Uni Eropa, Teror Bom Palsu Guncang Media Irlandia

- Sejumlah media Irlandia, termasuk RTÉ, Sky, Irish Independent, dan Newstalk FM, menerima ancaman bom palsu yang memicu evakuasi serta penyelidikan Garda menjelang KTT UE di Dublin.
- RTÉ menghentikan aktivitas gedung namun tetap mengudara lewat Radio 1 dari kendaraan siaran; sejumlah kantor kemudian kembali beroperasi setelah dinyatakan aman.
- Pemerintah Irlandia mengerahkan aparat keamanan dan siber bersama mitra Eropa, menyusul ancaman serupa yang telah menyasar 21 penerbangan dan mengganggu bandara di beberapa negara.
Jakarta, IDN Times – Sejumlah perusahaan media terkemuka di Irlandia menjadi sasaran teror bom pada Jumat (6/11/2026) pagi. Ancaman tersebut sempat mengacaukan siaran langsung dan memaksa beberapa kantor redaksi mengosongkan gedung, hanya dua hari menjelang Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa (UE) di Dublin, ketika Irlandia tengah memegang presidensi bergilir organisasi tersebut.
Penyiar publik Irlandia, RTÉ, menjadi salah satu target yang harus menghentikan aktivitas di gedungnya untuk sementara. Lembaga penyiaran asal Inggris, Sky, juga menerima ancaman keamanan. Staf surat kabar Irish Independent dan stasiun radio Newstalk FM di Dublin juga sempat meninggalkan kantor setelah menerima surel berisi ancaman bom palsu, yang kini tengah diselidiki aparat setempat.
1. Kepolisian Irlandia menggeledah sejumlah kantor media

ilustrasi jurnalis (pexels.com/LT Chan) Personel bersenjata Kepolisian Irlandia (Garda) langsung memeriksa kantor pusat RTÉ di Donnybrook, Dublin, setelah menerima laporan dari pihak manajemen. Presenter RTÉ, Sarah McInerney, yang sedang membawakan siaran langsung mengungkapkan bahwa redaksi menerima surel berjudul Message to the West pada pukul 08.33 waktu setempat, dengan peringatan ledakan bom akan terjadi 45 menit kemudian.
McInerney menjelaskan, pihak redaksi segera berkomunikasi dengan manajemen dan Garda untuk menentukan langkah pengamanan. Meski kemungkinan ancaman tersebut merupakan gertakan, mereka akhirnya memilih mengosongkan gedung demi melindungi keselamatan seluruh staf.
RTÉ tetap mempertahankan layanan informasinya melalui Radio 1 dengan memanfaatkan kendaraan siaran yang ditempatkan di luar gedung. Sementara itu, Virgin Media Ireland juga menerima pesan ancaman serupa yang dikirim secara massal ke sejumlah perusahaan media Eropa, tetapi memutuskan tetap bersiaran tanpa evakuasi berdasarkan protokol keamanan internal.
Seorang reporter RTÉ menduga pengirim teror yang menyasar media merupakan kelompok yang sama dengan pihak di balik ancaman terhadap sejumlah maskapai penerbangan pada awal pekan. Sky juga mengonfirmasi adanya persoalan keamanan beberapa jam setelah insiden evakuasi RTÉ, sekaligus menyatakan telah meminta penilaian keamanan dan menjalin koordinasi dengan otoritas terkait karena keselamatan staf menjadi prioritas.
Presenter Newstalk FM, Claire Byrne, kembali menyapa pendengar setelah situasi di kantornya dinyatakan aman. Ia menjelaskan bahwa seluruh staf mengikuti anjuran untuk meninggalkan gedung begitu menerima pesan ancaman dan berkonsultasi dengan Garda sebelum memperoleh izin kembali beraktivitas.
Melalui akun media sosial X, Newstalk FM turut menginformasikan bahwa kantor Bauer Media ikut dikosongkan pada pagi itu. Seluruh personel dilaporkan selamat dan kegiatan operasional kembali berjalan normal, sementara Garda menyatakan sedang menyelidiki rangkaian ancaman yang menyasar perusahaan media di Irlandia dan sejumlah negara Eropa bersama pihak-pihak terdampak.
2. Pejabat Irlandia menyoroti bahaya ancaman bom palsu

Bendera Irlandia (pexels.com/Mathias Reding) Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin, menyebut rangkaian ancaman tersebut sebagai insiden yang sangat mengkhawatirkan. Ia menyampaikan bahwa Garda, Pasukan Pertahanan, otoritas siber, dan sektor penerbangan tengah bekerja bersama mitra Eropa untuk mengidentifikasi pihak di balik aksi tersebut, sekaligus meminta organisasi penerima pesan serupa segera melapor kepada polisi.
Martin juga memperingatkan bahwa ancaman semacam ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu keresahan meski tak melibatkan serangan fisik.
“Hal ini menggambarkan betapa relatif sederhananya hal tersebut untuk menyebabkan gangguan dan melemahkan jalannya normal masyarakat melalui kegiatan tidak konvensional semacam ini, yang dirancang untuk menyebabkan gangguan, dirancang untuk menyebabkan ketakutan dan kecemasan,” kata Martin menurut laporan RTÉ, dikutip BBC.
Martin turut mengaitkan kejadian tersebut dengan dugaan upaya terkoordinasi yang sebelumnya mengganggu lalu lintas penerbangan di Eropa. Rangkaian teror bom palsu itu telah menyasar 21 penerbangan, termasuk milik Ryanair dan Aer Lingus, sementara identitas pelakunya masih belum dapat dipastikan, baik individu maupun jaringan terorganisir.
Ia juga menyoroti kebutuhan pengamanan KTT UE di Dublin yang akan dihadiri jumlah kepala pemerintahan terbanyak sepanjang sejarah. Kondisi tersebut membuat Irlandia harus mempersiapkan operasi keamanan dalam skala sangat besar untuk menyambut para pemimpin negara Eropa.
Wakil Perdana Menteri, Simon Harris, menyampaikan kepada Cork 96FM bahwa aparat terus memantau perkembangan ancaman yang dinilainya serius. Ia juga menyinggung kemiripan insiden tersebut dengan teror terhadap sejumlah maskapai sebelumnya. Ia memastikan pakar keamanan siber Irlandia dan Eropa sedang bekerja sama menangani persoalan itu.
“Kita belum tahu apakah ini adalah seorang individu yang berada di balik upaya ini, atau suatu bentuk upaya terkoordinasi,” katanya, dikutip DW.
3. Ancaman bom palsu mengacaukan puluhan penerbangan Eropa

ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Pixabay) Selain menyasar perusahaan media, rangkaian ancaman bom palsu serupa juga telah mengganggu sektor penerbangan dengan lebih dari dua lusin penerbangan terdampak dalam sepekan. Sebanyak 21 penerbangan tercatat terkena ancaman secara langsung, disertai laporan insiden lain yang terus bermunculan.
Kepolisian Denmark dan Republik Ceko turut dikerahkan untuk menangani sejumlah peringatan bom yang belakangan terbukti palsu. Salah satu insiden menimpa maskapai asal Rumania, Tarom, pada penerbangan dari Praha menuju Bukares, yang sempat menerima ancaman sebelum akhirnya tiba dengan selamat di tujuan.
Di Kopenhagen, aparat kepolisian bahkan harus melakukan pemeriksaan di kawasan bandara selama dua hari berturut-turut menyusul ancaman terhadap aktivitas penerbangan. Meski demikian, rangkaian kejadian tersebut tak sampai membahayakan penumpang ataupun mengganggu operasional penerbangan.
Rentetan ancaman bom yang muncul dalam waktu berdekatan merupakan fenomena yang sangat tidak lazim, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Rusia dan gelombang serangan hibrida yang memicu gangguan di berbagai wilayah Eropa.






















