Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Baznas Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi

Baznas Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Dhuafa Berprestasi
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali membuat Beasiswa Santri 2026 (dok. Baznas)
  • Baznas membuka Beasiswa Santri 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi kelas 12 MA atau sederajat di berbagai wilayah Indonesia untuk persiapan seleksi perguruan tinggi.
  • Setiap penerima memperoleh bantuan Rp4 juta dari dana ZIS, plus pembinaan dan pendampingan belajar; pesantren juga mendapat penguatan kapasitas akademik.
  • Sejak 2021 hingga 2025, program telah merangkul 32.418 santri; pada 2025, lebih dari 7.300 santri diterima di berbagai perguruan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali membuat Beasiswa Santri 2026. Program tersebut dibuka bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Beasiswa Santri menjadi salah satu program unggulan Baznas untuk membantu santri kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi perguruan tinggi.

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi, sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, mengatakan program Beasiswa Santri telah berjalan sejak 2021.

Hingga 2025, program tersebut telah menjangkau puluhan ribu santri dari sejumlah daerah dan memberikan dukungan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Hingga kini, program Beasiswa Santri Baznas ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," ujar Sodik dalam keterangannya, dikutip Senin (31/8/2026).

  1. 1. Baznas perluas kesempatan bagi santri dhuafa untuk kuliah

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali membuat Beasiswa Santri 2026 (dok. Baznas)
    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali membuat Beasiswa Santri 2026 (dok. Baznas)

    Menurut Sodik, capaian program tersebut juga terlihat pada pelaksanaan 2025. Saat itu, lebih dari 7.300 santri berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi, mulai dari PTN, PTKIN, PTS unggulan hingga perguruan tinggi kedinasan. Dari 10.000 penerima manfaat pada periode tersebut, sebanyak 4.779 santri menjadi anggota keluarga pertama yang memiliki kesempatan memperoleh pendidikan sarjana.

    Baznas, kata Sodik, ingin memperluas kesempatan bagi santri untuk berkembang di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai yang diperoleh dari lingkungan pesantren. Penguatan pendidikan tinggi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan pemahaman keislaman.

    "Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," kata dia.

  2. 2. Santri jangan hanya dalami ilmu agama

    Ketua Baznas, Sodik Mudjahid (dok. Baznas)
    Ketua Baznas, Sodik Mudjahid (dok. Baznas)

    Sodik juga mengingatkan para santri agar tidak hanya mendalami ilmu agama. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, serta politik juga menjadi bagian penting bagi santri dalam mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat.

    “Silakan ada yang tafaqquh fiddin sampai profesornya agama, tapi jangan lupa ayat surat apa tadi, Ar-Rahman tadi, la tanfudzuna illa bisulthan, dengan kekuatan. Kekuatan apa? Kekuatan politik, kekuatan ekonomi, dan kekuatan IPTEK, di sanalah menjadi ladang perjuangan para santri," ucap dia.

  3. 3. Setiap santri mendapat bantuan RP4 juta

    Ilustrasi Zakat (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Zakat (IDN Times/Aditya Pratama)

    Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, menjelaskan bentuk dukungan yang diterima peserta program. Setiap santri penerima Beasiswa Santri mendapatkan bantuan senilai Rp4 juta yang bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Selain bantuan finansial, program tersebut juga mencakup pembinaan bagi santri serta peningkatan kapasitas bagi pesantren yang menjalankan program.

    Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu santri dhuafa berprestasi mengejar pendidikan di perguruan tinggi. Baznas juga mendorong pesantren agar semakin kuat dalam memberikan pendampingan akademik kepada para santri selama menjalani proses persiapan menuju perguruan tinggi.

    "Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas. Jadi melalui program ini, Baznas memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama," ujar Idy.

    Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Basnang Said, menyampaikan apresiasi atas dukungan Baznas terhadap pendidikan para santri. Menurutnya, banyak penerima manfaat berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas sehingga bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri memiliki arti penting.

    “Kita tahu bersama bahwa sesungguhnya orang tua wali santri kita itu, kalau kita mau mengatakan, bisa dianggap 60 persen adalah desil 1, 2, dan 3. Kalaupun ada desil 6, 7, 8, biasanya pesantren-pesantren modern,” ucap Basnang Said.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More