Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah Kedokteran Gigi

Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah Kedokteran Gigi
Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus, Jawa Tengah, yang berhasil mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (dok. Pemprov Jateng)
  • Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus, memperoleh Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 Pemprov Jateng untuk kuliah Kedokteran Gigi di Undip setelah melewati seleksi beragam.
  • Program ini mendukung santri menempuh bidang di luar pendidikan agama, termasuk kedokteran dan saintek; Akhmad Khafidz Al Mubarok menerima beasiswa Computer Science and Technology di China.
  • Total hibah beasiswa 2026 mencapai Rp8,34 miliar bagi 73 penerima, meliputi studi dalam dan luar negeri, sebagai bagian program Pesantren Obah Pemprov Jawa Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Cita-cita untuk menjadi dokter gigi kini semakin dekat bagi Aqila Keisha Haulina. Santri asal Kudus, Jawa Tengah, tersebut mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bagi Aqila, beasiswa tersebut bukan hanya membantu meringankan biaya kuliah, tetapi juga membuka jalan untuk mewujudkan cita-cita yang sudah dimilikinya sejak kecil.

  1. 1. Berawal dari pendidikan pesantren hingga kuliah kedokteran gigi

    WhatsApp Image 2026-08-12 at 4.03.05 PM.jpeg
    Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus, Jawa Tengah, yang berhasil mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pondok Pesantren 2026 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (dok. Pemprov Jateng)

    Aqila memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Ia menempuh pendidikan di MTs Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 2 Muria sebelum melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA) Mu'allimat NU Kudus.

    Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat menghadapi tantangan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun, kesempatan mengikuti program beasiswa santri dari Pemprov Jateng membuatnya dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan cita-citanya.

    Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, Aqila harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi, membaca kitab, hafalan Al-Qur'an, wawasan kebangsaan, hingga wawasan pesantren.

    Setelah dinyatakan lolos, ia pun bisa melanjutkan pendidikan di Kedokteran Gigi Undip tanpa harus terlalu membebani kondisi ekonomi keluarganya.

    "Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan," ujar Aqila saat acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu (12/8/2026).

  2. 2. Tak hanya kuliah, santri didorong masuk berbagai bidang

    WhatsApp Image 2026-08-12 at 4.03.01 PM.jpeg
    Akhmad Khafidz Al Mubarok, mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan S1 bidang Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, China. (dok. Pemprov Jateng)

    Program beasiswa tersebut tidak hanya ditujukan untuk pendidikan agama. Pemprov Jateng juga mendorong para santri untuk menempuh pendidikan di berbagai bidang, termasuk kedokteran dan sains-teknologi (saintek).

    Salah satu penerima lainnya, Akhmad Khafidz Al Mubarok, mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan S1 bidang Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, China.

    "Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China," ujarnya.

    Melalui program tersebut, santri diharapkan memiliki kompetensi yang lebih beragam sehingga dapat berkontribusi di berbagai lini masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diperoleh dari pendidikan pesantren.

  3. 3. Total beasiswa 2026 capai Rp8,34 miliar

    WhatsApp Image 2026-08-12 at 4.03.03 PM.jpeg
    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu (12/8/2026). (dok. Pemprov Jateng)

    Beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren merupakan bagian dari program Pesantren Obah yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Penyalurannya dilakukan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP).

    Pada 2026, total hibah beasiswa yang diberikan mencapai Rp8,34 miliar untuk 73 penerima. Rinciannya terdiri dari 15 penerima beasiswa luar negeri, 27 santri penerima beasiswa dalam negeri, dan 31 pengasuh penerima beasiswa dalam negeri.

    Untuk penerima beasiswa luar negeri, program tersebut mencakup tiga santri bidang saintek ke China, delapan santri ke Mesir, tiga santri ke Al-Ahqof Yaman, serta satu santri yang mengikuti program double degree.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para santri sekaligus menjadi model pemberdayaan pesantren yang dapat diterapkan lebih luas.

    "Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri," kata Luthfi.

    Ia juga mendorong agar program beasiswa santri tidak hanya dijalankan oleh pemerintah provinsi, tetapi turut melibatkan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

    "Program ini harus dijadikan role model, sehingga tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten/kota nanti kita ikut sertakan, sehingga pemberdayaan pesantren ini bisa menyeluruh," ujarnya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More