BEM SI Bikin Kajian Tuntutan Demo, Buka Opsi Gelar Aksi Bareng Warga

- BEM SI masih menyiapkan kajian, tuntutan, dan arah gerakan untuk rencana demonstrasi dalam waktu dekat.
- Kajian dan data empiris akan disusun simultan serta menyeluruh agar tuntutan memiliki dasar yang kuat.
- Keikutsertaan pada aksi 27 Agustus 2026 belum pasti, tetapi BEM SI membuka kemungkinan bergabung dengan masyarakat.
Jakarta, IDN Times – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tengah menyiapkan kajian dan tuntutan terkait rencana aksi demonstrasi yang akan digelar dalam waktu dekat. BEM SI juga tak menutup kemungkinan bergabung dengan masyarakat dalam aksi.
Koordinator Pusat BEM SI periode 2026-2027, Andira Yofi Sulendra, mengatakan pihaknya saat ini masih merancang tuntutan serta arah gerakan yang akan dibawa mahasiswa.
"Dari kami BEM SI sedang mempersiapkan dan merancang tuntutan serta polarisasi gerakan tersendiri," kata Yofi kepada IDN Times, Senin (24/8/2026).
1. BEM SI siapkan kajian dan data empiris

BEM SI mendesak Presiden Prabowo Subianto agar memecat sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, saat demonstrasi 1 tahun Prabowo-Gibran di kawasan Monas, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu) Yofi mengatakan, BEM SI tidak ingin terburu-buru menentukan langkah aksi sebelum seluruh kajian dan data yang menjadi dasar tuntutan mahasiswa rampung.
Menurutnya, kajian tersebut akan dilakukan secara simultan dan menyeluruh. Hal itu diperlukan agar tuntutan yang nantinya dibawa dalam aksi memiliki dasar yang kuat.
"Kurang lebihnya apabila BEM SI sudah siap dengan kajian dan bukti data empiris yang telah dikaji secara simultan dan menyeluruh, kami akan melebur dengan masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, Yofi menegaskan, BEM SI akan tetap membawa identitas serta tuntutan mahasiswa ketika bergabung dengan gerakan masyarakat.
"Kami akan melebur dengan masyarakat namun tetap mempertahankan identitas dan tuntutan kami sebagai mahasiswa," kata dia.
2. Tak tutup kemungkinan turun aksi 27 Agustus

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Yofi juga belum memastikan apakah BEM SI akan turun dalam aksi yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Ia menegaskan, keputusan tersebut masih menunggu kesiapan kajian dan arah gerakan yang sedang disusun BEM SI.
Saat dikonfirmasi apakah BEM SI tidak menutup kemungkinan bergabung dalam aksi 27 Agustus, Yofi mengatakan pihaknya bisa saja turun dalam waktu dekat apabila kondisi dan dinamika gerakan menghendaki.
"Insyaallah kalau misalnya memang dikehendaki, kita turun dalam waktu dekat ini namun dengan arah gerak dan polarisasi kita sebagai BEM SI," tutur Yofi.
3. BEM SI bawa arah gerak dan tuntutan sendiri

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai memadati gerbang utama Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Yofi menekankan, jika BEM SI nantinya bergabung dengan masyarakat dalam aksi, organisasi mahasiswa tersebut tetap akan memiliki arah gerak dan tuntutan sendiri.
Hal itu menjadi bagian dari sikap BEM SI dalam menentukan posisi gerakan mahasiswa di tengah dinamika aksi yang berkembang.
Dengan demikian, BEM SI belum menyatakan secara pasti akan ikut aksi pada 27 Agustus. Namun, kemungkinan tersebut tetap terbuka apabila kajian, data empiris, dan konsolidasi internal telah dinyatakan siap.
BEM SI juga memastikan apabila turun ke jalan, gerakan yang dilakukan akan tetap membawa identitas serta polarisasi gerakan mahasiswa yang telah mereka rumuskan.




















