Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Netanyahu Tuduh Iran Berusaha Bunuh Salah Satu Anaknya

Netanyahu Tuduh Iran Berusaha Bunuh Salah Satu Anaknya
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran berupaya membunuh putranya, Yair Netanyahu, dalam wawancara dengan Channel 14 pada 24 Agustus 2026.
  • Yair, yang banyak tinggal di Miami, disebut menjadi target saat berada di luar Israel; informasi dugaan rencana tersebut sempat dirahasiakan dan diketahui sejumlah anggota IDF.
  • Belum ada bukti konkret atau informasi intelijen yang dipublikasikan Netanyahu maupun Channel 14; tuduhan ini dikaitkan dengan kesepakatan pengamanan keluarganya oleh Shin Bet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Iran berupaya membunuh salah satu dari dua anak laki-lakinya. Tuduhan itu ia sampaikan saat diwawancara lewat panggilan telepon oleh media Israel yang pro-pemerintah, Channel 14, pada Senin (24/8/2026). 

“Ini sesuatu yang benar-benar sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh dan membantai salah satu putra saya. Jadi, pengamanan yang mereka dapatkan bukanlah kemewahan,” kata Netanyahu kepada Channel 14, seperti dikutip Times of Israel

  1. 1. Putra Netanyahu yang dikabarkan akan dibunuh Iran bernama Yair Netanyahu

    Salah satu putra Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, sedang menghadiri acara peringatan kemerdekaan Israel di Yerusalem pada 2 Juli 2019.
    Salah satu putra Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, sedang menghadiri acara peringatan kemerdekaan Amerika Serikat di Yerusalem pada 2 Juli 2019. (commons.wikimedia.org/U.S. Embassy Jerusalem)

    Sebagai informasi, Netanyahu punya dua putra yang bernama Avner dan Yair Netanyahu. Yairlah yang dimaksud Netanyahu menerima ancaman pembunuhan dari Iran. Namun, Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci apa tujuan Teheran ingin membunuh Yair. 

    Saat ini, Avner tinggal di Israel dan sangat dekat dengan keluarga Netanyahu. Sementara itu, Yair lebih banyak menghabiskan waktunya di Miami, Amerika Serikat (AS). Yair dikabarkan sudah tinggal di Miami selama beberapa tahun terakhir. Sebab, ia dikabarkan punya bisnis dan rumah di daerah tersebut.

  2. 2. Kabar rencana Iran membunuh putra Netanyahu sempat dirahasiakan

    Sumber rahasia.
    ilustrasi rahasia (unsplash.com/Sporisevic Photography)

    Awalnya, kabar rencana Iran membunuh Yair sempat dirahasiakan selama berbulan-bulan. Kendati demikian, kabar itu akhirnya bocor ke sejumlah anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF). IDF dikabarkan sudah mengetahui kabar tersebut selama beberapa bulan terakhir. Oleh karena itu, kabar ini lantas sampai ke telinga Netanyahu. 

    Dalam laporannya, Channel 14 menambahkan bahwa Iran berencana membunuh Yair saat dirinya sedang tidak berada di Israel. Langkah ini diduga bertujuan agar upaya pembunuhan bisa berjalan lebih mudah. Sebab, jika dilakukan di Israel, IDF pasti akan langsung menangkap sang pelaku.  

  3. 3. Belum ada bukti Iran berencana membunuh putra Netanyahu

    Bukti investigasi.
    ilustrasi bukti investigasi (unsplash.com/Markus Winkler)

    Kendati demikian, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Iran berencana membunuh Yair. Baik Netanyahu maupun Channel 14 juga tidak membeberkan informasi tersebut. Sebab, kedua hanya menyampaikan tuduhan saja tanpa bukti atau informasi intelijen yang jelas. Di sisi lain, sejumlah pihak menilai tuduhan Netanyahu soal rencana Iran membunuh putranya hanya akal-akalannya saja. Sebab, tuduhan itu dilontarkan untuk melegitimasi perjanjian antara Netanyahu dan Pemerintah Israel soal keamanan keluarganya. 

    Jadi, pada Juli lalu, Netanyahu mencapai kesepakatan dengan Shin Bet, badan keamanan dalam negeri dan kontra-intelijen Israel, untuk tetap memberikan pengamanan kepada dirinya dan keluarganya meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri. Oleh karena itu, Netanyahu melontarkan tuduhan tadi untuk meyakinkan publik bahwa ia dan keluarganya masih membutuhkan perlindungan negara meski nanti sudah tidak lagi bertugas. Apalagi, Netanyahu diprediksi akan kalah dalam pemilihan umum Israel yang akan dihelat Oktober mendatang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More