Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menkeu AS Umumkan Rencana Kunjungi Jepang, Bahas Apa?

Menkeu AS Umumkan Rencana Kunjungi Jepang, Bahas Apa?
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama (kanan) saat bertemu di Washington, pada 15 April 2026. (x.com/SecScottBessent)
Intinya Sih
  • Menkeu AS Scott Bessent akan mengunjungi Jepang untuk bertemu PM Sanae Takaichi dan Menkeu Satsuki Katayama, membahas kerja sama ekonomi serta isu keamanan ekonomi sebagai bagian dari agenda 'America First'.

  • Setelah Jepang, Bessent dijadwalkan ke Korsel dan China menjelang KTT Trump-Xi di Beijing yang akan fokus pada stabilisasi hubungan dagang, pembentukan Dewan Perdagangan baru, dan perpanjangan gencatan senjata perang dagang.

  • Pertemuan Trump-Xi juga akan menyinggung isu geopolitik seperti konflik Timur Tengah, dukungan China terhadap Rusia, serta ketegangan terkait Taiwan yang tetap menjadi titik sensitif dalam hubungan kedua negara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mengatakan bahwa ia akan mengunjungi Jepang untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama pada Selasa (12/5/2026). Lawatan tersebut menjelang pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

"Saya juga akan bertemu perwakilan pemerintah dan sektor swasta lainnya, guna membahas ekonomi AS-Jepang," kata Bessent pada Minggu (10/5/2026) di X.

Ia mendefinisikan keamanan ekonomi sebagai keamanan nasional. Pihaknya juga menantikan serangkaian pertemuan yang produktif saat AS berupaya memajukan Agenda Ekonomi 'America First' Presiden Trump.

1. Selain Jepang, Bessent akan kunjungi Korsel dan China

Potret Tiananmen Square di Beijing, China. (unsplash.com/Nick Fewings)
Potret Tiananmen Square di Beijing, China. (unsplash.com/Nick Fewings)

Dilansir NHK News, rangkaian diskusi tersebut kemungkinan akan mencakup berbagai macam topik. Washington-Tokyo diharapkan membahas tanggapan terhadap situasi di Iran dan kerja sama bilateral yang lebih kuat di bidang mineral penting. Ini termasuk unsur tanah jarang, mengingat pangsa pasar China yang dominan.

Kedua pihak juga kemungkinan akan bertukar pandangan mengenai perkembangan di pasar valuta asing di tengah berlanjutnya pelemahan yen terhadap dolar.

Bessent mengatakan bahwa ia juga akan mengunjungi Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (13/5/2026) untuk mengadakan diskusi dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, yang mengawasi kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu. Selanjutnya, ia akan melanjutkan perjalanan ke Beijing untuk KTT AS-China.

Pihak China juga mengatakan bahwa He Lifeng dan pejabat lainnya akan melakukan perjalanan ke Korsel pada 12-13 Mei 2026, guna konsultasi ekonomi dan perdagangan dengan perwakilan AS.

2. Di Beijing, Trump-Xi akan bahas ekonomi dan gencatan senjata perang dagang

Ilustrasi bendera Amerika Serikat (kiri) dan bendera China. (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (kiri) dan bendera China. (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Asahi Shimbun melaporkan, Trump direncanakan mengunjungi China selama dua hari mulai Kamis (14/5/2026). Presiden AS tersebut dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu, dan akan menjadi kunjungan pertamanya ke China sejak 2017.

Para pemimpin dari dua ekonomi terbesar di dunia akan mengadakan pembicaraan tatap muka pertama mereka dalam lebih dari enam bulan. Langkah ini untuk menstabilkan hubungan yang tegang akibat perdagangan, perang AS-Israel dengan Iran, dan isu perselisihan lainnya.

Trump-Xi dijadwalkan bertemu untuk membahas normalisasi hubungan dagang dan stabilitas keamanan global. Fokus utama pertemuan ini adalah pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi baru. Serta, komitmen Beijing untuk meningkatkan pembelian produk pesawat Boeing, pertanian, dan energi AS.

Pejabat AS menyatakan bahwa kedua pemimpin kemungkinan akan mengumumkan forum fasilitasi investasi bersama. Selain itu, agenda krusial lainnya adalah perpanjangan gencatan senjata perang dagang, guna menjamin kelancaran pasokan mineral langka dari China ke AS.

"Kesepakatan musim gugur lalu masih berlaku. Kami yakin perpanjangan akan diumumkan pada waktu yang tepat," kata seorang pejabat senior AS.

Pernyataan ini merujuk pada pertemuan pada Oktober lalu, terkait jeda perang dagang yang disepakati di Korsel. Sejak Mahkamah Agung AS membatalkan wewenang Trump atas sejumlah tarif impor di seluruh dunia pada Februari, Presiden AS tersebut berjanji akan mencari jalur hukum lain untuk memberlakukan kembali bea masuk tertentu.

3. Pembicaraan Trump-Xi diperkirakan akan berkutat pada isu keamanan dan geopolitik

Presiden China Xi Jinping (kanan) saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT APEC di Busan, Korsel, pada 30 Oktober 2025. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)
Presiden China Xi Jinping (kanan) saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT APEC di Busan, Korsel, pada 30 Oktober 2025. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Meski ada kemajuan di sektor perdagangan, dialog diprediksi akan menegang saat memasuki isu-isu sensitif, yakni isu Timur Tengah pun Rusia. Trump mendesak Xi menggunakan pengaruhnya terhadap Teheran, guna meredam konflik usai serangan AS-Israel pada Februari lalu. Washington juga menyoroti dukungan ekonomi China terhadap Rusia, termasuk ekspor barang dwiguna.

Lalu ada juga isu Taiwan di mana Beijing tetap menyatakan frustrasinya atas dukungan militer AS terhadap Taiwan. Namun, pejabat AS menegaskan tidak akan ada perubahan kebijakan terhadap pulau tersebut. Washington tetap menjadi pendukung internasional dan pemasok senjata untuk Taiwan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More