Aktivitas Siswa Sekolah Rakyat Bogor di Tengah Sorotan Anggaran Sepatu

- Siswa Sekolah Rakyat Bogor menjalani rutinitas disiplin mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, diawali kegiatan keagamaan dan dilanjutkan aktivitas asrama hingga sore hari.
- Penerimaan siswa dilakukan tertutup melalui rekomendasi pemerintah pusat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk memastikan sasaran tepat bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
- Mensos Saifullah Yusuf meluruskan isu anggaran sepatu Rp27 miliar, menegaskan bahwa sepatu yang dibagikan berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan dana Kementerian Sosial.
Bogor, IDN Times – Suasana di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) yang berlokasi di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, tampak tenang. Seakan tak terganggu dengan pemberitaan panas soal anggaran sepatu siswa yang angkanya fantastis.
Berdasarkan pantauan IDN Times pada Senin (11/5/2026) sore, para siswa angkatan pertama setara kelas 1 SMP menunjukkan kedisiplinan harian yang ketat dalam lingkungan sekolah yang belum genap berusia satu tahun tersebut.
Salah seorang satpam yang bertugas di sana menjelaskan pola keseharian para siswa. Menurutnya aktivitas belajar mengajar dimulai pukul 08.00 pagi dan selalu didahului dengan kegiatan keagamaan sebelum masuk ke materi pelajaran.
"Aktivitas belajar mengajar di sekolah ini dimulai setiap pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dengan diawali kegiatan kekeagamaan," ujarnya saat ditemui IDN Times di lokasi.
1. Aktivitas siswa setelah belajar

Aktivitas para siswa Sekolah Rakyat terpantau hingga sore hari. Sekitar pukul 16.30 WIB tampak para siswa berjalan dalam satu barisan rapi. Derap langkah mereka terdengar dari kejauhan, mereka tampak berjalan dari asrama menuju area sekolah.
Sambil berbaris, para siswa membawa nampan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikembalikan ke area dapur sekolah setelah digunakan.
Meskipun jam pelajaran formal telah usai, para siswa terpantau tetap aktif melakukan berbagai aktivitas di lingkungan asrama dengan pengawasan yang tetap terjaga.
Sayangnya saat melakukan pantauan di lokasi, IDN Times tidak diperkenankan berinteraksi langsung dengan para siswa. Para pengunjung dari luar memang dibatasi aksesnya agar tidak mengganggu jalannya kegiatan siswa selama di asrama.
IDN Times pun hanya bisa melihat sepatu yang dikenakan para siswa sekolah rakyat dari kejauhan, tanpa bisa memastikan merek sepatu yang hingga kini belum diungkap ke publik oleh Kementerian Sosial, pasca-viral anggaran sepatu fantastis beberapa waktu lalu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bahkan telah membantah salah satu merek sepatu lokal yang sempat diperdebatkan publik. Ia membantah sepatu yang diberikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, merupakan sepatu yang dibeli dari anggaran Kemensos. Menurutnya sepatu itu adalah pemberian Khofifah yang anggarannya berasal dari Pemprov Jatim.
2. Mekanisme penerimaan khusus melalui rekomendasi pusat

Sistem pendaftaran di Sekolah Rakyat ini sangat tertutup dan tidak dibuka untuk umum melalui jalur reguler. Berdasarkan data tahun 2025, saat ini terdapat 100 siswa yang terdiri dari 85 siswa asal Kota Bogor dan 15 siswa dari wilayah Kabupaten Bogor.
Mekanisme penerimaan didasarkan sepenuhnya pada rekomendasi pemerintah pusat melalui pola penjangkauan langsung yang berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).
Hal ini diterapkan secara ketat oleh Kementerian Sosial untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan serta layanan di Sekolah Rakyat benar-benar menyasar calon pelajar yang tepat sasaran sesuai data kesejahteraan sosial.
3. Klarifikasi Mensos mengenai isu anggaran sepatu sekolah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan tanggapan terkait peringatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai risiko pengadaan sepatu senilai Rp27 miliar.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menilai peringatan tersebut sebagai evaluasi yang wajar namun perlu diluruskan agar tidak memicu salah persepsi di publik.
Dalam acara Real Talk bersama Uni Lubis di Jakarta (5/5/2026), Gus Ipul menyampaikan pandangannya mengenai peringatan tersebut.
“Ya saya kira ini peringatan ya. Jadi memang ada hal-hal yang perlu kita tindaklanjuti tapi ada hal-hal yang perlu diluruskan," ucap Mensos.
Salah satu hal yang ia luruskan adalah terkait dokumentasi penyerahan sepatu bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Ia menegaskan bahwa sepatu tersebut bukan berasal dari anggaran Kementerian Sosial, melainkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Misalnya dalam urusan sepatu ini, foto saya dengan Bu Khofifah itu kan sedang menyerahkan sepatu. Iya. Yang itu sebenarnya sepatu bantuan Gubernur Jawa Timur untuk siswa sekolah rakyat, bukan yang dari Kementerian Sosial,” jelasnya.

















