"Kami sendiri dari pagi hari merasakan gempa susulan yang sangat besar. Kejadiannya pukul 10.47 WITA, kami merasakan gempa berkekuatan M 5,7," ungkap Berton ketika memberikan keterangan pers virtual pada sore ini.
Momen Wamendikdasmen Rasakan Getaran Gempa saat Jumpa Pers Virtual

- Wamendikdasmen Atip Latipulhidayat merasakan gempa susulan saat jumpa pers virtual di NTT; kamera ikut bergetar sebelum ia melanjutkan penyampaian informasi.
- Gempa berdampak pada 1.378 satuan pendidikan, termasuk 502 sekolah rusak berat; pembelajaran 61.741 siswa terhenti dan banyak sekolah beralih ke belajar dari rumah.
- Hingga 20 Agustus 2026, tercatat 3.752 gempa susulan, 75 korban meninggal, 907 luka-luka, serta 92.735 warga mengungsi di wilayah terdampak.
Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik ketika Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhidayat saat menggelar jumpa pers virtual dari Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8/2026). Ia sempat berhenti sejenak menyampaikan jumpa pers lantaran turut merasakan gempa susulan.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Sabtu, 15 Agustus 2026 sudah ada 3.752 gempa susulan. Bahkan, pada Kamis pagi tadi, pegawai BNPB yang bertugas di NTT turut merasakan getaran gempa berkekuatan magnitudo 5,7.
"Di sektor pendidikan, gempa berdampak di 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah, di antaranya dilaporkan rusak berat di tujuh kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga pendidikan," ungkap Atip ketika memberikan keterangan pers virtual pada sore tadi.
Saat Atip hendak melanjutkan pembicaraannya, tiba-tiba terasa getaran gempa. "Ini maaf, ada getaran (gempa). Ini masih ada getaran (gempa susulan), Pak," tutur dia sambil tersenyum.
Kamera yang menyorot wajah Atip pun ikut bergetar. Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan yang ikut mendampingi jumpa pers secara virtual berusaha menenangkan Atip.
"Aman, Pak Wakil Menteri. Tadi memang gempa tapi sekarang sudah aman. Kita tetap berdoa, Pak Wakil Menteri," kata Berton.
Atip pun kemudian melanjutkan jumpa persnya secara virtual.
1. Tiga murid dan satu guru termasuk puluhan korban meninggal

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat ketika memberikan keterangan mengenai kondisi sekolah dari Nusa Tenggara Timur (NTT). (Tangkapan layar YouTube BNPB) Lebih lanjut, Atip mengatakan, dari 75 korban yang meninggal dunia, sebanyak tiga jenazah di antaranya merupakan pelajar. Kemudian, ada satu korban meninggal lainnya seorang guru. Adapun tingkat pendidikan yang ditangani oleh Kemendikdasmen sendiri dimulai dari sekolah dasar hingga SMA.
"Dari 75 yang meninggal dunia, tiga di antaranya siswa dan satu guru yang meninggal. Gempa juga telah merusak puluhan ribu rumah dan menyebabkan 80 ribu orang mengungsi. Sebanyak 38 ribu pengungsi di antaranya merupakan warga sekolah," tutur dia.
Di sisi lain, akibat gempa, pembelajaran bagi 61.741 siswa terhenti. Akhirnya sekolah mengikuti kebijakan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh.
"Sesuai arahan Gubernur NTT, pembelajaran dilakukan dari rumah atau tempat pengungsian untuk menghindari belajar di bangunan yang berpotensi roboh dan terluka akibat gempa susulan yang masih berlangsung," katanya.
Ia menambahkan, 923 satuan pendidikan melaporkan metode pembelajaran diubah belajar dari rumah, 171 pembelajaran menjadi daring, 35 institusi pendidikan belajar di sekolah darurat, dan 30 satuan pendidikan masih memberlakukan pengajaran secara tatap muka.
2. Sudah ada 3.752 gempa susulan sejak gempa utama 15 Agustus

Kondisi rumah warga Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat usai dihantam gempa M 7,7. (Dokumentasi BNPB) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, hingga Kamis (20/8) sudah ada 3.752 gempa susulan sejak Sabtu lalu. Bahkan pada Kamis pagi, pegawai BNPB dan warga di NTT turut merasakan gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,7.
Dengan masih adanya gempa susulan bahkan berkekuatan besar, maka BNPB mengimbau agar masyarakat di NTT tetap waspada dan siap siaga. "Bagi warga di daerah yang terdampak perlu dipastikan kondisi bangunan apabila hendak memasuki bangunan tersebut," katanya.
3. Korban meninggal sejauh ini sebanyak 75 jiwa

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia) Sementara itu, jumlah korban meninggal terus bertambah. Berdasarkan data yang masuk pada hari ini pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia menjadi 75 jiwa. Artinya, terdapat penambahan empat warga yang meninggal dibandingkan Rabu kemarin.
"Di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa (jumlah korban meninggal), hari ini bertambah empat jiwa, dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua jiwa (meninggal), di Kabupaten Manggarai bertambah satu jiwa (meninggal) dan Kabupaten Nagekeo bertambah satu jiwa (meninggal)," kata Berton.
Pihaknya kembali menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan jumlah korban luka sudah mencapai 907 jiwa. Semula jumlah korban luka mencapai 898 jiwa.
"Untuk hari ini kami mendapatkan tambahan korban luka sembilan jiwa, yaitu berasal dari Kabupaten Ngada," tutur dia.
Sementara, jumlah warga yang mengungsi sudah mencapai 92.735 jiwa. Meningkatnya jumlah pengungsi karena ada gempa susulan dengan kekuatan besar. Sebelumnya, pengungsi mencapai 59.647 jiwa.


















