Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: Pegiat Medsos Palti Hutabarat Diteror Kepala Anjing?

CEK FAKTA: Pegiat Medsos Palti Hutabarat Diteror Kepala Anjing?
Dok. Akun media sosial X @Paltiwest
Intinya Sih
  • Pegiat media sosial Palti Hutabarat mendapat teror berupa lemparan kepala anjing di rumah orang tuanya di Deli Serdang, Sumatra Utara, pada malam 18 Maret 2026.
  • BBHAR PDI Perjuangan mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebut teror dilakukan setelah serangkaian pengiriman paket mencurigakan dengan sistem COD ke alamat keluarga Palti.
  • Kasus ini kini diadvokasi oleh BBHAR PDIP yang mengecam aksi intimidasi terhadap aktivis serta mendesak aparat hukum segera mengungkap pelaku dan motif di balik rentetan teror tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pegiat media sosial, Palti Hutabarat disebut mendapat teror berupa kiriman kepala anjing di kediaman orang tuanya, Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut).

Palti sendiri aktif di media sosial dengan akun @paltiwest. Melalui postingan di akun miliknya yang diikuti banyak orang, ia aktif menyoroti isu politik, termasuk mengkritisi pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Kader PDI Perjuangan (PDIP) ini sempat ditangkap Bareskrim Polri pada Januari 2024 terkait kasus hoaks.

1. Informasi di media sosial sebut Palti jadi sasaran intimidasi

ilustrasi media sosial X (IDN Times/Novaya)
ilustrasi media sosial X (IDN Times/Novaya)

Adapun, berbagai keterangan di media sosial menyebut Palti mendapat teror karena menjadi sasaran intimidasi. Teror itu berupa bangkai kepala anjing yang dilempar ke rumah orang tuanya.

"Pada Rabu (18/3/2026), rumah orang tua aktivis dan pegiat media sosial Palti Hutabarat di Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi sasaran intimidasi dengan dilempar bangkai kepala anjing," bunyi keterangan yang beredar di media sosial.

2. Teror kepala anjing terjadi malam hari

Ilustrasi terorisme. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi teror (IDN Times/Sukma Shakti)

Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan, Wiradarma Harefa mengonfirmasi kasus teror terhadap Palti tersebut. Teror dilakukan malah hari.

"Palti Hutabarat diteror dengan dilempar bangkai kepala anjing. Teror ini terjadi pada hari Rabu 18 Maret 2026 di rumah orang tua Palti di Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurut kesaksian saudara Palti, sekitar pukul 10-12 malam lebih, ada benda yang dilemparkan ke depan rumahnya. Pada pagi harinya dicek ternyata bangkai kepala anjing," kata Wiradarma dalam keterangannya.

3. Terjadi rentetan teror pengiriman paket

ilustrasi petugas paket
ilustrasi petugas paket (pexels.com/Kampus Production)

Ia menyebut, teror kepala anjing merupakan rentetan dari kejadian mencurigakan, di antaranya pengiriman dua paket dengan sistem bayar di tempat alias Cash on Delivery (COD). Pada hari Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 16.00, petugas keamanan perumahan mengabarkan kepada keluarga Palti ada dua orang laki-laki naik sepeda motor yang bertanya mengenai penghuni rumah.

Kemudian, pada (13/3/2026) sore, datang paket COD pertama. Karena keluarga Palti tidak pernah memesan, dan setelah mengkonfirmasi ke Palti yang tidak pernah mengirim paket itu, Maka paket tersebut ditolak, tidak dibuka dan langsung dikembalikan. Hanya ada foto bungkusan paket.

Selanjutnya, Sabtu (14/3/2026), datang paket COD kedua. "Yang mencurigakan paket dikirim dengan nama almarhum bapak Palti dari alamat lama di Jakarta. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket. Seperti paket sebelumnya, paket tidak dibuka dan langsung dikembalikan," ucap Wiradarma.

"Hari Minggu sampai Selasa tidak ada paket. Dikiranya sudah tidak ada teror lanjutan. Tapi kemudian hari Rabu 18 Maret 2026 rumah orang tua Palti dilempar kepala anjing," sambungnya.

Palti sendiri mengaku menerima kiriman meme-meme intimidatif melalui whatsapp. Kasus tersebut kini diadvokasi oleh BBHAR PDI Perjuangan.

"Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadhan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya, juga pada kasus-kasus intimidasi dan teror sebelumnya misalnya pada Risman Lase yang mobilnya dilempar bom molotov di Sibolga, Sumatra Utara, juga penyiraman air keras pada Andrie Yunus Kontras, pada DJ Donny, Virdian, Sherly, Tiyo Ardianto, Bocor Alus Tempo dan kasus-kasus lain yang belum diungkap," imbuh Wiradarma.

Dengan demikian, informasi Palti Hutabarat mendapat teror kepala anjing adalah berita benar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More