Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Pembangunan Manusia Indonesia

Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Pembangunan Manusia Indonesia
Ilustrasi upacara Hardiknas (Pexels.com/Rosyid Arifin)
Intinya Sih
  • PKP menegaskan pendidikan nasional harus menjadi fondasi utama pembangunan manusia Indonesia, bukan sekadar urusan sekolah atau ijazah, melainkan strategi besar membentuk generasi cerdas dan berdaya saing.
  • Tantangan pendidikan masih mencakup kesenjangan akses, mutu, fasilitas antardaerah, serta lemahnya keterhubungan dengan dunia kerja dan belum optimalnya pendidikan karakter.
  • PKP mendorong agenda pemerataan akses dan mutu pendidikan, penguatan karakter Pancasila, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan riset dan inovasi untuk menjawab kebutuhan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) menegaskan bahwa pendidikan nasional harus kembali ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan manusia Indonesia.

Pendidikan tidak boleh hanya dipahami sebagai urusan sekolah dan ijazah, melainkan sebagai strategi besar bangsa untuk membentuk manusia yang cerdas, sehat, berkarakter, produktif, dan berdaya saing.

1. Masa depan Indonesia ditentukan kualitas masyarakatnya

Peringatan Hardiknas, 55 siswa di SDN 2 Sumursongo Kecamatan Karas Magetan melukis di media centong nasi dari kayu. IDN Times/ Riyanto.
Peringatan Hardiknas, 55 siswa di SDN 2 Sumursongo Kecamatan Karas Magetan melukis di media centong nasi dari kayu. IDN Times/ Riyanto.

Ketua Umum PKP, H. Isfan Fajar Satrio, menyampaikan bahwa masa depan Indonesia tidak semata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi oleh kualitas manusia yang mengelola bangsa ini.

“PKP memandang pendidikan sebagai investasi strategis bangsa. Indonesia tidak akan menjadi negara maju hanya karena memiliki sumber daya alam, tetapi karena memiliki manusia yang unggul, berintegritas, dan berkarakter kebangsaan,” ujar Isfan dalam keterangannya.

2. Masih banyak tantangan pendidikan di Indonesia

Belasan pemuda-pemudi karang taruna di di Kampung Cibiru Beet, Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat membuka sekolah tatap muka secara gratis di tengah kesulitan akses ponsel pintar dan internet. IDN Times/Debbie Sutrisno
Belasan pemuda-pemudi karang taruna di di Kampung Cibiru Beet, Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat membuka sekolah tatap muka secara gratis di tengah kesulitan akses ponsel pintar dan internet. IDN Times/Debbie Sutrisno

PKP menilai, tantangan pendidikan nasional hari ini masih mencakup kesenjangan akses dan mutu pendidikan, ketimpangan fasilitas antardaerah, lemahnya keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, serta belum optimalnya pendidikan karakter.

Pendidikan nasional harus diarahkan untuk membentuk human capital Indonesia yang utuh: memiliki kompetensi, karakter, etika, daya saing, dan kesadaran sosial.

Selain itu, pendidikan juga harus menjadi alat keadilan sosial, agar setiap anak Indonesia, di kota maupun desa, di pusat maupun daerah 3T, memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

“Pendidikan yang adil dan berkualitas adalah jalan menuju persatuan. Ketika akses pendidikan timpang, maka masa depan bangsa juga ikut timpang. Karena itu, PKP mendorong pendidikan nasional yang merata, relevan, dan berdampak langsung bagi rakyat,” tegas Isfan.

3. PKP dorong beberapa agenda utama dalam pendidikan nasional

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 (IDN Times)

PKP mendorong beberapa agenda utama dalam pendidikan nasional, seperti pemerataan akses dan mutu pendidikan, penguatan pendidikan karakter Pancasila, peningkatan kualitas guru dan dosen, penguatan link and match dengan dunia kerja, serta pengembangan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan bangsa.

PKP percaya bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari pembangunan manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas utama negara, bukan sekadar program sektoral.

“Membangun pendidikan berarti membangun masa depan Indonesia. Jika manusia Indonesia kuat, maka bangsa ini akan berdiri lebih kokoh, lebih adil, dan lebih bermartabat,” ujar Isfan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More