Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Daftar Homeless Media yang Masuk dan Bantah Gabung New Media

Daftar Homeless Media yang Masuk dan Bantah Gabung New Media
Ilustrasi media sosial yang digunakan anak muda. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Badan Komunikasi Pemerintah merangkul sejumlah homeless media dalam Indonesia New Media Forum (INMF), namun beberapa media membantah bergabung dan sebagian lainnya tidak memberikan klarifikasi publik.
  • Komite INMF menegaskan tidak ada kesepakatan atau kerja sama formal dengan Bakom, serta menekankan independensi dan transparansi dalam pengelolaan forum maupun produksi konten digitalnya.
  • Kepala Bakom Muhammad Qodari menyatakan kolaborasi dengan new media bertujuan memperluas penyebaran informasi program pemerintah melalui kanal digital tanpa membenturkan media konvensional dan homeless media.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan, pihaknya merangkul homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Setelah Qodari membacakan nama-nama yang tergabung dalam forum tersebut, muncul beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Di antara nama-nama homeless media yang disebutkan itu, ada yang mengakui tergabung dalam New Media, membantah, adapula yang tidak menjelaskan sama sekali. Mereka yang tergabung dalam INMF menegaskan, tetap independen dalam membuat konten.

IDN Times merangkum homeless media mana saja yang masuk dalam INMF, membantah, dan mana saja yang tidak membuat klarifikasi. Pernyataan yang mengakui masuk dan membantah itu diunggah di akun Instagram mereka masing-masing.

Daftar yang masuk INMF:

- Infipop (Bertemu Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026)

- Big Alpha (Bertemu Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026)

- Indozone (Bertemu Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026)

- GNFI (Bertemu Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026)

- Nalar TV (Bertemu Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026)

- Menjadi Manusia

- Pandemic talks

- Folkaktive

- Indomusikgram

- Unframed.it

- Kawan Hawa

- Taubatters

- Modestalk

- The mapples media

- NKSTHI

- How to be nothing

- Mahasiswa dan Jakarta

- Dream.co.id

- Muslim vox

1. Daftar yang membantah gabung INMF dan tidak klarifikasi

Ilustrasi media sosial. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi media sosial. (IDN Times/Sukma Shakti)

Berikut daftar yang membantah bergabung ke INMF:

- Volix

- Bapak2id

- Ngomongin UANG

- Narasinewsroom

- Kok Bisa

- Melodi Alam

- Mature Indonesia

- USS Feeds

- geometrymedia

- Proud Project

Sementara itu, ada juga yang tidak membuat pernyataan atau klarifikasi meski namanya sudah disebut atau masuk dalam daftar data Bakom:

- Dagelan
- Hai Dudu
- Voxdaily
- Nodgeplus
- Everest Media
- Kumpul Leaders
- CXO Media
- Leet Media
- Good Stats (bertemu Bakom pada Selasa, 5 Mei 2026, tapi tidak menyampaikan pernyataan sikap)
- VBIZ

2. INMF pastikan tak ada deal-deal khusus meski dirangkul Bakom

Ilustrasi media sosial. IDN Times/Paulus Risang
Ilustrasi media sosial. IDN Times/Paulus Risang

Salah satu Komite INMF, Wahyu Aji sekaligus Founder Good News From Indonesia (GNFI), menegaskan tidak ada deal-deal khusus dalam pertemuan dengan Bakom.

Menurut Aji, selain GNFI, hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari Indozone, Infipop, Big Alpha, NalarTV, dan GoodStats juga turut hadir. Keenam homeless media dari New Medi yang hadir ini, kata Wahyu, memiliki tim peliput meski tidak sebesar media mainstream.

Dalam pertemuan pada Selasa (5/5/2026), kata Aji, Qodari banyak berdiskusi tentang definisi homeless media dan tantangannya. Diskusi yang sama juga dilakukan INMF dengan beberapa organisasi media seperti Asosiasi Media Siber Indonesia bahkan Dewan Pers.

"Diskusi lalu berkembang, kami kemudian bertanya terkait misal gosip yang menjadi konsumsi audiens, bagaimana respons Bakom? Jadi gak ada deal-deal-an, kita tetap independen," kata Aji kepada IDN Times, Kamis (7/5/2026).

Hanya saja, ujar dia, karena selama ini akses homeless media untuk mendapatkan informasi langsung dari sumbernya terkendala. Bakom pun kemudian mempersilakan homeless media yang memiliki tim untuk meliput langsung kegiatan atau konferensi pers yang diadakan Bakom.

"Jadi terkait pemberitaan yang beredar, kami (INMF) menegaskan bahwa tidak terdapat komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Beberapa pengelola new media yang menghadiri pertemuan dengan Bakom mewakili media masing-masing, bukan secara resmi mengatasnamakan INMF," ujar Aji dalam keterangannya, Kamis.

Aji mengatakan, pertemuan dengan Bakom membicarakan tentang semakin maraknya kemunculan homeless media. Salah satunya, membahas mengenai tantangan produksi informasi yang dihadapi mereka.

"Sehingga sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, bentuk koordinasi media, maupun kerja sama formal dalam bentuk apa pun," ucap dia.

Aji mengatakan, daftar nama media yang beredar juga bukan merupakan anggota INMF. Menurut dia, itu hanya sebatas pemetaan ekosistem industri dan media sosial.

"Daftar media yang beredar di publik bukan merupakan daftar anggota INMF, melainkan pemetaan ekosistem industri dan media sosial yang sempat digunakan dalam proses diskusi internal. INMF saat ini tengah memperkuat tata kelola internal sebagai bagian dari komitmen kami untuk hadir sebagai forum yang akuntabel dan transparan. Dalam proses tersebut, INMF belum membuka keanggotaan formal maupun menjalin kemitraan resmi dengan pihak mana pun," kata dia.

"Bagi kami, independensi dan relevan dengan kepentingan publik adalah aset utama new media. Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem informasi yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung etika, transparansi, serta menjaga ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab," ucap dia.

3. Pernyataan Qodari

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, mengaku merangkul dengan homeless media untuk ikut menyebarkan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, homeless media itu tergabung dalam New Media Forum.

"Kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia. Mas Ipul, New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari di kantor Bakom Pemerintah, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.

"Di antaranya saya bacakan, ada Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, ini cocok buat kita ini Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers ini kayaknya cocok untuk Pak Budi ini kayaknya, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dudu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everest Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan mature Indonesia," sambungnya.

Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata Qodari, perlu disampaikan melalui berbagai media.

"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut, homeless media harus dirangkul untuk menyebarkan beberapa isu. Dia mengatakan, media massa yang terverifikasi Dewan Pers dan homeless media jangan saling dibenturkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More