Dampak Perang Timur Tengah, Mensos: Bansos Sangat Mungkin Ditambah

- Menteri Sosial Gus Ipul menyebut pemerintah berpotensi menambah dan menebalkan bansos jika ekonomi terdampak perang di Timur Tengah.
- Kebijakan penambahan bansos akan diputuskan Presiden Prabowo dan dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian, mengikuti pola tahun sebelumnya.
- Kemensos fokus memvalidasi data penerima bersama BPS dan pemda agar penyaluran bansos tepat sasaran bila kebijakan tambahan diterapkan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyebut pemerintah sangat mungkin menambah jumlah penerima bantuan sosial alias bansos, apabila kondisi ekonomi memburuk akibat perang di Timur Tengah.
Menurut Gus Ipul, kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto, dengan berkaca pada langkah yang dilakukan tahun lalu.
“Tentu nanti semuanya kebijakan Bapak Presiden, ya. Saya ulang sekali lagi, belajar dari tahun lalu ya, kalau memang jika dibutuhkan, Presiden menambah dan juga memberikan penebalan (bansos)," ucap Gus Ipul di Gedung Kemensos, Kamis (26/3/2026).
1. Prabowo tambah bansos di tahun lalu

Gus Ipul mencontohkan, pada tahun sebelumnya bansos sempat ditambah pada pertengahan dan akhir tahun sebesar Rp400 ribu selama dua bulan, baik dari sisi nilai bantuan maupun jumlah penerima manfaat.
"Jadi ada penebalan, ada penambahan jumlah penerima manfaat, yang sebelumnya 18 juta lebih KPM (Keluarga Penerima Manfaat), di akhir tahun itu dialokasikan 35 juta lebih KPM," katanya.
2. Realisasi menunggu komando Kemenko Perekonomian

Berkaca tahun lalu, menurut Gus Ipul, penebalan dan tambahan bansos sangat memungkinkan direalisasikan. Terkait waktu pelaksanaan, dia mengatakan, koordinasi akan dilakukan Kementerian Koordinator Perekonomian.
"Jadi sungguh sangat mungkin di tahun ini jika diperlukan Presiden akan mengambil kebijakan untuk melakukan penebalan dan penambahan jumlah penerima manfaat. Ya, nanti akan dikoordinasikan oleh Menko Perekonomian ya," ucapnya.
3. Kemensos akan validasi data

Gus Ipul menambahkan, Kemensos akan terus fokus menyiapkan validitas data penerima, agar penambahan dan penebalan bansos tepat sasaran.
"Tapi Kementerian Sosial terus bersiap, terutama data-datanya. Nanti bersama BPS (Badan Pusat Statistik) dan dengan pemerintah daerah itu terus kita konsolidasi data, ya," katanya.



















