Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Data Lengkap COVID-19 di Indonesia per Sabtu 22 Agustus 2020

Data Lengkap COVID-19 di Indonesia per Sabtu 22 Agustus 2020
Ilustrasi swab. IDN Times/ Muchammad
Share Article

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat ada penambahan sebanyak 2.090 kasus COVID-19 baru di Tanah Air pada Sabtu (22/8/2020). Secara keseluruhan total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia mencapai angka 151.498.

Provinsi dengan kasus baru konfirmasi COVID-19 terbanyak adalah DKI Jakarta dengan 588 kasus. Berturut-turut provinsi kedua dan ketiga dengan kasus konfirmasi COVID-19 terbaru paling banyak adalah Jawa Timur dengan 321 kasus baru dan Jawa Barat dengan 134 kasus baru.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan total kasus konfirmasi COVID-19 tertinggi di Indonesia. Angkanya mencapai 332.855 kasus. Disusul dengan Jawa Timur dengan total 30.036 kasus.

  1. 1. Kasus kematian imbas COVID-19 di Indonesia tembus angka 6.594

    Ilustrasi pemakaman jenazah pasien COVID-19. (IDN Times/Ervan Masbanjar)
    Ilustrasi pemakaman jenazah pasien COVID-19. (IDN Times/Ervan Masbanjar)

    Satgas COVID-19 melaporkan jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia bertambah 94 orang hari ini. Secara total, kematian imbas COVID-19 di Indonesia mencapai 6.594 kasus. Dengan demikian, persentase kematian COVID-19 adalah 4,4 persen.

    Penambahan kasus kematian akibat COVID-19 paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur sebanyak 25 kasus sehingga total menjadi 2.153 kasus. Adapun dua wilayah lain dengan penambahan kasus kematian COVID-19 tertinggi berada di Provinsi DKI Jakarta dengan penambahan 17 kasus dan total 1.080 kasus, dan Provinsi Jawa Tengan dengan penambahan 16 kasus dan total 834 kasus.

    Pemerintah telah menjelaskan bahwa pemakaman dari jenazah COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keagamaan. Sehingga, tidak perlu ada lagi penolakan terhadap pemakaman COVID-19.

  2. 2. Kasus sembuh di Indonesia mencapai 105.198 kasus

    Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Aji Styawan
    Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Satgas Penanganan juga melaporkan, ada penambahan 2.207 kasus sembuh COVID-19 hari ini (22/8/2020). Dengan demikian total kasus sembuh COVID-19 mencapai 105.198 kasus.

    Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus sembuh tertinggi dengan 23.301 kasus. Diikuti oleh DKI Jakarta 22.877 kasus, Sulawesi Selatan 8.369 kasus, dan Jawa Tengah 7.931 kasus.

  3. 3. Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

    Ilustrasi corona. IDN Times/Arief Rahmat
    Ilustrasi corona. IDN Times/Arief Rahmat

    Virus corona telah menyebar ke 485 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

    1. Aceh 1.211 kasus
    2. Bali 4.446 kasus
    3. Banten 2.512 kasus
    4. Bangka Belitung 226 kasus
    5. Bengkulu 288 kasus
    6. Yogyakarta 1.178 kasus
    7. DKI Jakarta 32.855 kasus
    8. Jambi 274kasus
    9. Jawa Barat 9.215 kasus
    10. Jawa Tengah 12.288 kasus
    11. Jawa Timur 30.036 kasus
    12. Kalimantan Barat 533 kasus
    13. Kalimantan Timur 3.021 kasus
    14. Kalimantan Tengah 2.348 kasus
    15. Kalimantan Selatan 7.696 kasus
    16. Kalimantan Utara 340 kasus
    17. Kepulauan Riau 701 kasus
    18. Nusa Tenggara Barat 2.564 kasus
    19. Sumatera Selatan 4.091 kasus
    20. Sumatera Barat 1.565 kasus
    21. Sulawesi Utara 3.522 kasus
    22. Sumatera Utara 6.051 kasus
    23. Sulawesi Tenggara 1.310 kasus
    24. Sulawesi Selatan 11.437 kasus
    25. Sulawesi Tengah 236 kasus
    26. Lampung 356 kasus
    27. Riau 1.195 kasus
    28. Maluku Utara 1.770 kasus
    29. Maluku 1.615 kasus
    30. Papua Barat 647 kasus
    31. Papua 3.567 kasus
    32. Sulawesi Barat 347 kasus
    33. Nusa Tenggara Timur 170 kasus
    34. Gorontalo 1.887 kasus

    Per hari ini, jumlah orang dengan status suspek COVID-19 di Indonesia yaitu, sebanyak 75.457. Angka kasus suspek COVID-19 di Indonesia memang sedang langgeng di angka 70 ribu ke atas.  

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan bahwa hal itu bisa saja terjadi apabila jumlah orang berstatus suspek COVID-19 yang menunggu hasil dengan yang sudah mendapatkan hasil seimbang. 

    "(Lama waktu orang dengan status suspek COVID-19 mendapatkan hasil swab) 3 sampai 5 hari," ujarnya dalam pesan singkat kepada IDN Times, Jumat (21/8/2020). 

    Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 21 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB hingga 22 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang dites COVID-19 berjumlah 24.749 spesimen.

Share Article

Related Articles

See More