Evakuasi Gerbong di Stasiun Bekasi Berlanjut, KRL Normal Rabu Sore

- KAI masih mengevakuasi gerbong CommuterLine yang ringsek akibat tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
- Setelah evakuasi selesai, KAI akan memperbaiki rel dan menormalkan aliran listrik agar jalur kembali aman dilalui kereta.
- KRL rute Cikarang-Bekasi ditargetkan beroperasi normal kembali pada Rabu sore, sementara kecelakaan tersebut menyebabkan 15 orang meninggal dan 84 luka-luka.
Bekasi, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih melakukan penanganan gangguan jalur kereta api pasca- kecelakaan antara KRL atau CommuterLine dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi gerbong CommuterLine yang ringsek dihantam Argo Bromo Anggrek.
"Iya, malam ini kita upayakan selesai (evakuasi gerbong CommuterLine)," kata Anne di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
1. KAI perlu perbaikan rel

Anne menjelaskan setelah berhasil melakukan evakuasi gerbong CommuterLine, pihaknya akan melakukan perbaikan rel yang mengalami kerusakan. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan kereta saat melintas.
"Nah, sarananya (gerbong) bisa selesai diangkut, relnya dinormalisasi, baru boleh listrik aliran atasnya dinyalain," jelas dia.
2. KRL sudah bisa melintas besok sore

Anne juga memastikan, CommuterLine jurusan Cikarang hanya dapat melayani perjalanan sampai Stasiun Bekasi hingga Rabu, 29 April 2026 pagi.
Meski begitu, KAI mengupayakan agar perbaikan selesai pada siang hari, dan jalur yang merupakan lokasi kecelakaan dapat dilalui pada Rabu, 29 April 2026 sore.
"Jadi, supaya memastikan ini semuanya, besok untuk pagi KRL melayani hanya sampai Bekasi. Tapi kita upayakan siang itu sudah bertahap bisa melalui jalur ini, jadi kita bisa ngejar jam sorenya untuk bisa nanti KRL dilewati lagi, dan juga KAJJ (kereta api jarak jauh)," kata dia.
3. Kecelakaan akibatkan 15 orang meninggal

Sebelumnya, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan tanpa palang pintu. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju.
Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya, sehingga kecelakaan pun tak terhindarkan. Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 19.30 WIB tercatat 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.


















