Festival Nyepi di Bundaran HI, Puluhan Ogoh-ogoh Semarakkan Atmosfer

- Festival Nyepi di Bundaran HI menampilkan 15 ogoh-ogoh yang diarak dari Monas, menghadirkan suasana meriah meski hujan mengguyur dan menarik perhatian warga serta pejabat DKI Jakarta.
- Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mengapresiasi antusiasme masyarakat, menyebut hujan sebagai berkah dalam perayaan budaya menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
- Rano berharap perayaan Nyepi berlangsung tenang dengan udara lebih baik, sekaligus menjadi momentum menuju peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 sebagai ajang tampilnya budaya Nusantara.
Jakarta, IDN Times - Suara raungan dari dalam patung ogoh-ogoh raksasa berwarna biru menggema di tengah hujan yang mengguyur wilayah Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (8/2026). Suasana semarak tersebut pada akhirnya menarik perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Ogoh-ogoh tersebut tampak bergerak perlahan di atas rangka bambu yang dipanggul para pemuda. Kepalanya sesekali mengangguk naik turun, sementara rambut hitam panjangnya menutupi sebagian wajah. Dari dalam tubuh patung itu terdengar suara seram yang membuat suasana sekitarnya terasa dramatis di tengah riuh penonton.
Atraksi ogoh-ogoh tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Nyepi yang digelar di pusat kota Jakarta tersebut. Sebanyak 15 ogoh-ogoh diarak dalam rangkaian parade budaya yang menarik perhatian masyarakat yang tetap memadati kawasan tersebut meski hujan mengguyur.
1. Ogoh-ogoh diarak dari Monas

Dalam festival tersebut, ogoh-ogoh diarak dalam satu rangkaian parade budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Bundaran HI. Sepanjang perjalanan, peserta parade menampilkan berbagai atraksi budaya yang menjadi bagian dari perayaan menyambut Tahun Baru Saka.
Acara ini merupakan hasil kerja sama Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi DKI Jakarta.
2. Hujan beri berkah

Rano Karno menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan parade ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Pria yang lekat dengan peran Si Doel tersebut mengaku bangga dan bahagia melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti festival budaya tersebut meski diguyur hujan.
"Kami, bapak Gubernur DKI Mas Pramono dan saya, sangat bangga serta bahagia hari ini. Biarkan Tuhan memberikan berkah kepada kita dengan hujan ini," ujar Rano.
3. Suasana pada perayaan Nyepi berlangsung tenang

Menurutnya, hujan yang turun saat parade berlangsung diharapkan membawa berkah menjelang Hari Raya Nyepi yang akan dirayakan umat Hindu. Dia berharap suasana pada perayaan Nyepi berlangsung tenang dan udara menjadi lebih baik.
"Mudah-mudahan, besok acara Nyepi semua tenang, udara menjadi baik, agar saudara-saudara kita bisa merayakannya," katanya.
4. Sambut lima abad Jakarta

Dia mengatakan, pada 2027 mendatang Jakarta akan memasuki usia 500 tahun. Momentum tersebut diharapkan menjadi ajang menampilkan kekayaan budaya Nusantara di Ibu Kota.
"Insya Allah pada 2027 Jakarta akan berusia 500 tahun. Di sinilah kehadiran budaya Nusantara harus hadir di Jakarta dalam rangka menyambut lima abad Kota Jakarta," kata dia















