Gelar Kemah Budaya, Kemendikbudrsitek Dorong Kaum Muda Berkreasi

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021 tingkat nasional. KBKM itu digelar pada 29 November-4 Desember 2021 di Kemendikbudristek.
Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Fitra Arda, mengatakan ada 21 kelompok yang mengikuti acara ini. Mereka terlebih dahulu diseleksi dari 424 yang ada. Dalam KBKM 2021, Kemendikbudristek mengangkat tema tentang inovasi desa.
"Potensi apa yang dimiliki oleh desa tersebut, itu yang harus mereka kembangkan. Inovasi yang dihasilkan harus mempertemukan warisan budaya dengan kemajuan teknologi," ujar Fitra dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).
1. Ada dua kategori yang diperebutkan

KBKM 2021 bertujuan untuk mendorong kaum muda berkreasi. Dalam acara ini, ada dua kategori lomba yang diperebutkan.
Pertama, ada kategori aplikasi dan kedua kategori purwarupa. Pada kategori aplikasi keluar sebagai juara adalah kelompok Sirel dari DI Yogyakarta.
Sirel membuat karya aplikasi relif Candi Borobudur, Prambanan, dan Sojiwan. Sedangkan, untuk kategori purwarupa dimenangkan kelompok Haminjon.
2. Sebanyak 3 ribu pelaku budaya terlibat dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional

Sebelumnya, Kemendikbudristek juga menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021. Acara ini berlangsung pada 19-26 November 2021.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan ada 3 ribu pelaku budaya dan 70 pemerintah daerah yang terlibat pada PKN 2021. Acara berlangsung setiap hari selama 19-22 November 2021 mulai pukul 09.00-22.00 WIB di kanal indonesiana.tv dan kanal pkn.id.
“Pekan Kebudayaan Nasional dirancang sebagai ruang bertemu dan konsolidasi kekayaan budaya Indonesia. Oleh karena itu, keragaman mata acara yang hadir merupakan konsekuensi dari kekayaan itu,” ujar Hilmar dalam keterangannya, Jumat, 26 November 2021.
3. Ribuan pelaku budaya terlibat PKN 2021

Hilmar juga menyebut sejumlah sutradara top di Indonesia turut ambil bagian dalam program Ragam Budaya. Salah satunya, Riri Riza mengambil judul di ragam videonya, Alam Takambang Jadi Guru: Serambi Minangkabau. Selain itu, ada Hanung Bramantyo dengan Lingsir Wengi dan Eugene Panji dengan Dulu x Hari Ini.
Buyung Reza pun turut hadir dengan karya berjudul Sumba Waingapu: Permata Dari Indonesia. Ada pula Priagita Arianegara dengan Sandar di Semenanjung Para Daeng, dan Adrianto Sinaga dengan Nyanyian Danau.
Robby Ertanto juga terlibat dengan videonya Cinta Ditanam, Negeri Dijunjung, Ismail Basbeth dengan Banda Dari Dekat Sekali, Lasja Susatyo dengan Lost Story Nias: Kisah Pulau Batu Besar dan Napas Bumi: Kalimantan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset," katanya.



















