Gempa M 6,1 Guncang Alaska, BMKG Pastikan Indonesia Aman

- Gempa berkekuatan M 6,1 mengguncang wilayah laut Alaska pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 12.11 WIB dengan kedalaman sekitar 14 kilometer.
- BMKG menjelaskan gempa tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif di zona lempeng mikro Yakutat dengan mekanisme turun atau normal fault.
- BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami ke Indonesia dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG.
Jakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 mengguncang Alaska pada Senin (23/2/2026) pukul 12.11 WIB. Guncangan terjadi di laut dengan kedalaman 14 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan gempa terjadi di laut dengan kedalaman 14 kilometer. Aktivitas gempa dipicu oleh dinamika tektonik di kawasan lempeng aktif.
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di zona lempeng mikro Yakutat. Gempa bumi ini memiliki mekanisme turun (normal fault)," ujar Rahmat dalam keterangannya.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa di Alaska tidak menimbulkan tsunami ke Indonesia. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir untuk tenang.
"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," kata dia.
Rahmat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi di media sosial.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ucap dia.


















