Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu 100 Meter

- Gunung Anak Krakatau erupsi pada Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 12.59 WIB, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 100 meter ke arah timur laut.
- Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 56 mm selama sekitar 36 detik; status gunung tetap Level II atau Waspada.
- Badan Geologi melarang aktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi, mengimbau kewaspadaan bahaya vulkanik, serta meminta warga pesisir Banten-Lampung mengikuti arahan BPBD.
Jakarta, IDN Times - Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, Minggu (18/10/2026) pukul 12.59 WIB, dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter di atas puncak 257 meter di atas permukaan laut (MDPL).
"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 56,0 mm dan durasi sementara +/- 36,0 detik," sebut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui akun X, @badangeologi_.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status level II (Waspada).
Badan Geologi memberikan lima rekomendasi kepada masyarakat, sebagai berikut:
1. Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
2. Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
4. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
5. Untuk mengetahui informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).






















