Anggota DPRD Usul Perahu Botol Bekas di Festival Cilung Jadi Edukasi Sampah

Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike mengusulkan perahu dari barang bekas Festival CiLung 2026 tetap ditempatkan di sungai atau waduk sebagai media edukasi lingkungan.
Yuke menilai pemanfaatan berkelanjutan, termasuk kemungkinan warga melihat, berfoto, atau menaiki perahu dengan memperhatikan keselamatan, dapat memperluas pesan pengelolaan sampah.
DLH DKI menyatakan perahu karya Pasukan Orange menunjukkan sampah terpilah dapat menjadi barang berguna, sekaligus mendorong warga memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
Jakarta, IDN Times – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mendorong agar perahu berbahan barang bekas yang dipamerkan dalam Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung) 2026 tetap dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sampah setelah festival berakhir.
Perahu-perahu karya Pasukan Oranye Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tersebut diharapkan dapat ditempatkan di sungai atau waduk agar masyarakat bisa melihat secara langsung hasil pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai guna.
Yuke juga mengapresiasi kreativitas petugas yang mengolah material bekas hasil penanganan sampah di badan air menjadi karya menarik. Menurut dia, pemanfaatan perahu secara berkelanjutan dapat memperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
1. Perahu bekas diharapkan tetap dimanfaatkan setelah festival

43 Perahu dari Barang Bekas Hiasi Danau Sunter pada Minggu (18/10/2026) (DoK. Pemprov DKI Jakarta) Yuke berharap, perahu-perahu kreatif dalam Festival CiLung tidak hanya menjadi pajangan selama kegiatan berlangsung. Menurut dia, karya tersebut berpotensi dimanfaatkan di sungai atau waduk sebagai media edukasi lingkungan.
“Kalau memang bisa dimanfaatkan di kali, sungai, ataupun waduk yang ada, lalu warga bisa melihat, berfoto, atau mungkin naik selama beberapa bulan, itu akan lebih bagus daripada nanti dihancurkan. Kita berharap pemanfaatannya berkelanjutan sehingga pesan pengelolaan sampah dapat menjangkau lebih banyak orang,” ujar Yuke.
Apabila memungkinkan, pengunjung juga bisa menaikinya selama beberapa bulan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapan pengelola di lokasi.
2. Mengajak warga mengurangi dan memilah sampah

43 Perahu dari Barang Bekas Hiasi Danau Sunter pada Minggu (18/10/2026) (DoK. Pemprov DKI Jakarta) Yuke menilai, kreativitas mengolah barang bekas perlu diikuti perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.
Kebiasaan tersebut juga penting untuk mencegah sampah mencemari sungai dan waduk. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan badan air tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga melibatkan masyarakat.
“Semakin banyak sampah yang dapat dimanfaatkan dan diolah sejak dari sumbernya, semakin sedikit sampah tersisa yang harus ditangani di tempat pemrosesan akhir,” kata dia.
3. Tekankan sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang berguna

43 Perahu dari Barang Bekas Hiasi Danau Sunter pada Minggu (18/10/2026) (DoK. Pemprov DKI Jakarta) Sementara itu, Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan perahu-perahu dalam Festival CiLung merupakan hasil kreativitas petugas yang sehari-hari menangani sampah di badan air.
“Melalui Festival CiLung, kami ingin menunjukkan bahwa sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik masih dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif,” kata Dudi.
Dia berharap keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dapat membantu pekerjaan petugas menjaga kebersihan sungai dan waduk di Jakarta.
Melalui Festival CiLung 2026, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong agar kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga lingkungan tetap bersih dan sampah tidak berakhir di badan air.



















