Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

JK Ungkap Konsep Perang Modern Berubah, Tak Lagi Kirim Pasukan

JK Ungkap Konsep Perang Modern Berubah, Tak Lagi Kirim Pasukan
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) dalam acara Ngobrol Seru by Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis di rumah pribadi JK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
  • Jusuf Kalla menyoroti perubahan besar dalam konsep perang modern yang kini tidak lagi mengandalkan pengerahan pasukan dan pendudukan wilayah seperti pada masa lalu.
  • Menurutnya, peperangan saat ini lebih bertumpu pada teknologi canggih seperti roket, bom, dan drone untuk melakukan serangan jarak jauh tanpa kehadiran langsung prajurit di medan tempur.
  • Perubahan ini membuat konflik semakin sulit diprediksi karena serangan bisa terjadi kapan saja, menegaskan bahwa kekuatan teknologi militer kini menjadi faktor utama dalam menentukan hasil perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menyoroti perkembangan teknologi militer mengubah wajah peperangan modern. Ia menilai, konsep perang saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu yang identik dengan pengerahan pasukan dan pendudukan wilayah.

Menurutnya, konflik bersenjata kini lebih menitikberatkan pada serangan jarak jauh dan saling menghancurkan dari udara. Hal itu disampaikan JK saat mengomentari soal peperangan yang saat ini terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

1. Dulu identik dengan mengerahkan pasukan ke wilayah musuh

JK Ungkap Konsep Perang Modern Berubah, Tak Lagi Kirim Pasukan
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) dalam acara Ngobrol Seru by Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis di rumah pribadi JK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

JK menjelaskan, pada era sebelumnya perang identik dengan pengiriman tentara untuk menduduki wilayah lawan. Namun pola itu, kata dia, sudah tak lagi dominan.

Saat ini hampir tidak terlihat pendaratan pasukan secara langsung di wilayah musuh seperti yang lazim terjadi pada perang-perang konvensional abad lalu

“Berperang itu berbeda dulu dan sekarang. Hmm. Konsep berperang dulu kan kirim pasukan menduduki wilayah. (Sekarang) nggak ada lagi seperti itu,” ujar JK dalam acara Ngobrol Seru by IDN Times di rumah pribadi JK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

2. Perang modern saling hancurkan dengan teknologi

JK Ungkap Konsep Perang Modern Berubah, Tak Lagi Kirim Pasukan
ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut JK, perang modern lebih mengandalkan kecanggihan teknologi persenjataan. Negara-negara yang berkonflik cenderung saling meluncurkan serangan dari jarak jauh, tanpa harus mengirim prajurit dalam jumlah besar. Alutsista yang dominan dipakai saat ini di antaranya seperti roket dan pesawat nirawak.

“Ya dengan roket dengan bom dengan drone. Itu saja modalnya. Nggak ada prajurit yang mendarat di Iran,” katanya.

Ia juga menambahkan, tidak terlihat keberadaan langsung tentara di garis depan sebagaimana perang konvensional.

“Yang dilihat hanya pangkalan roket atau bom-bom dan sebagainya lah atau rudal,” jelas JK.

3. Dampak perubahan konsep perang

JK Ungkap Konsep Perang Modern Berubah, Tak Lagi Kirim Pasukan
ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Perubahan konsep perang ini, menurut JK, membuat konflik menjadi lebih sulit diprediksi. Serangan bisa dilakukan kapan saja melalui rudal, drone, atau bom tanpa perlu pergerakan pasukan yang kasatmata.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan teknologi militer kini menjadi faktor penentu dalam konflik global. Perang tak lagi soal siapa yang lebih banyak menguasai wilayah, melainkan siapa yang mampu melumpuhkan lawan lewat serangan presisi dari jarak jauh.

JK menyebut, konsep perang saat ini lebih mengarah kepada saling menghancurkan.

"Yang konsep perang sekarang saling menghancurkan," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More