Ini Riwayat 2 Pekan Kegiatan Wali Kota Bogor Sebelum Kena Virus Corona

Jakarta, IDN Times - Wali Kota Bima Arya Sugiarto pada Kamis (19/3) dinyatakan terpapar virus corona. Kepastian itu diperoleh usai ia menjalani tes swab di RS Bogor Senior Hospital. Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno, MARS, hasil pemeriksaan COVID-19 terhadap Bima positif.
"Adapun hasil dari tes tersebut menunjukkan bahwa Wali Kota Bogor dinyatakan positif corona," kata Sri Nowo dua hari lalu.
Informasi ini mengejutkan publik dan Bima sendiri, karena ia mengaku tidak mengalami gejala apapun. Melalui rekaman video yang diunggah di akun media sosialnya, Bima mengaku hanya batuk-batuk kecil.
Berdasarkan acuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), masa inkubasi virus Sars-CoV-2 yakni selama 14 hari. Dengan acuan itu, maka riwayat perjalanan dan kontak langsung dengan Bima dihitung mulai tanggal 5-19 Maret. Dalam periode itu, Bima bahkan masih sempat melakukan kunjungan kerja ke dua negara yakni Turki dan Azerbaijan.
Lalu, ke mana lagi Bima berkegiatan sebelum dinyatakan terpapar virus corona? Berikut rangkuman kegiatan yang diperoleh IDN Times.
1. 26 Februari 2020: Bima menghadiri seminar Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Bogor

Berdasarkan keterangan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, pihaknya belum dapat memastikan dari mana Bima tertular virus corona. Namun, bila dilacak riwayat perjalanannya 2 pekan ke belakang, Sri menyebut ia sempat mengikuti kegiatan seminar di GPIB Bogor. Ia mengatakan saat ini kondisi panitia sehat.
"(Sempat) ke GPIB. Keadaan panitia saat ini sehat," kata Sri melalui keterangan tertulis pada Jumat malam kemarin.
2. 6-7 Maret 2020: Bima ikut kegiatan Road to Bogor Half Marathon (BHM)

Lalu, pada 6-7 Maret, Bima sempat ikut kegiatan Road to Bogor Half Marathon (BHM) di Sukabumi. Sri menyebut Wali Kota Sukabumi dan tim lari dalam keadaan sehat.
3. 8 - 15 Maret 2020: Bima Arya melakukan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan

Bima diketahui sempat melakukan kunjungan kerja ke dua negara yakni Turki dan Azerbaijan. Selama di Turki, ia berkunjung ke Istanbul dan Barus.
Di Istanbul, ia menghadiri undangan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Istanbul untuk menjadi pembicara di diskusi dengan tajuk "Dialog Tokoh Bersama Wali Kota Bogor: Peran Pemuda Diaspora Terhadap Kemajuan Bangsa". Dilansir dari akun media sosial PPI Istanbul, acara itu digelar pada (9/3) di sebuah kampus.
Sementara, ketika dikonfirmasi kepada Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kegiatan Bima di Azerbaijan untuk memenuhi undangan ke Mal Pelayanan Publik Baku Azerbaijan yang terbaik di dunia.
"Beliau juga melakukan penandatanganan MoU dengan MPP Kota Bogor," kata Dedie kepada IDN Times melalui pesan pendek hari ini.
4. 16 Maret 2020: Bima Arya tiba di Bandara Soetta dan dijemput sejumlah pegawai pemkot

Bima kembali tiba di Tanah Air pada (16/3). Ia dijemput di Bandara Soekarno-Hatta oleh beberapa pegawai Pemkot Bogor.
Sejak tiba di Tanah Air, Bima masuk ke dalam daftar Orang Dalam Pemantauan. Ia kemudian menjalani sejumlah tes di rumah sakit. Ketika tiba di rumah dinasnya pun, Bima sempat melayani wawancara dengan beberapa jurnalis.
IDN Times sempat menanyakan kepada Wakil Wali Kota Bogor mengapa Bima tetap bepergian ke luar Indonesia di tengah wabah virus corona. Dedie mengatakan ketika Bima berangkat, belum ada imbauan agar tidak meninggalkan Indonesia. Imbauan memang dikeluarkan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada semua WNI pada (17/3) lalu.
"Saat itu kan tanggal 9 Maret belum ada pembatasan-pembatasan yang masif. Kedua, undangan dari pihak mereka sudah lama disampaikan dan sudah disiapkan langkah-langkahnya," kata Dedie.
Kini, Bima, satu pejabat Pemkot Bogor dan satu warga tengah diisolasi di RSUD Bogor.















