Jalan Gelora di Pintu Belakang DPR Masih Diblokade Polisi Malam Ini

- Jalan Gelora dari Senayan ke pintu belakang DPR masih diblokade polisi malam ini, dengan tameng dan kendaraan taktis ditempatkan di tengah jalan.
- Akses Jalan Gatot Subroto dari Senayan menuju Gedung DPR RI juga masih diblokade, tetapi Jalan Tol Dalam Kota arah Cawang-Grogol masih dibuka.
- Polisi mulai menindak tegas warga yang datang untuk menonton demo di sekitar Gedung DPR RI, dengan personel polisi berpatroli dan meminta warga membubarkan diri.
Jakarta, IDN Times - Jalan Gelora yang mengarah dari Senayan menuju pintu belakang Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat masih diblokade polisi pada Minggu (31/8/2025) malam.
Area jalan yang menjadi akses pintu belakang kompleks parlemen yang dikenal sebagai Gerbang Pancasila ini dijaga ketat polisi sejak pagi. Tameng hingga kendaraan taktis (rantis) polisi sengaja ditempatkan di tengah jalan untuk menutup jalan. Tampak pula personel Brimob berjaga di lokasi.
Selain itu, akses Jalan Gatot Subroto dari Senayan menuju Gedung DPR RI, Senayan juga masih diblokade. Titik blokade dilakukan tepat di bawah fly over Jalan Gerbang Pemuda menuju Bendungan Hilir (Benhil).
Namun, Jalan Tol Dalam Kota, S Parman arah Cawang-Grogol, maupun sebaliknya masih dibuka.
Sebelumnya, aparat kepolisian mulai menindak tegas warga yang sengaja datang untuk menonton demo di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada pukul 16.50 WIB.
Dari atas mobil komando, polisi mengingatkan kepada warga sekitar yang datang untuk membubarkan diri. Polisi menganggap, semua yang menonton jalannya aksi sebagai pendukung keributan. Oleh sebab itu, kini polisi mulai menindak tegas warga yang ada di lokasi.
Personel polisi yang mengenakan pakaian sipil mulai berpatroli di sekitar Jalan Gerbang Pemuda. Sambil mengikuti mobil komando, puluhan polisi itu mulai mengejar segerombolan orang yang demo.
Sambil membawa tongkat, polisi itu menggertak warga maupun demonstran yang ada di lokasi. Polisi itu memakai pakaian seperti warga biasa. Mereke cenderung mengenakan kaos berwarna gelap sambil memakai tas kecil dan tongkat. Ada pula dari mereka yang memakai helm.
"Semua yang menonton kami anggap sebagai pendukung," kata polisi menggunakan pengeras suara melalui mobil komando.
Polisi berseragam sipil itu pun meminta agar warga membubarkan diri.
"Woi bubar, jalan pak, jalan. Bukan tontonan," tutur seorang polisi itu.
Kemudian tampak pula personel TNI yang juga berupaya membubarkan masyarakat yang berhenti di sekitar DPR. Kali tentara itu memakai helm sembari membawa tameng hingga tongkat pentungan.
Saat ditemui, salah satu demonstran mengaku melarikan diri karena dikejar intel yang membawa tongkat.
"Tadi mulai rame, terus kita dipukul mundur sama intel bawa tongkat. Nggak tahu juga saya benar apa nggak," ucap dia kepada IDN Times saat ditemui di lokasi. Ia tampak tergesa-gesa berlari ke arah kantor Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora). Sejumlah polisi juga berupaya mengejar massa hingga ke arah Bendungan Hilir.
Dalam patroli ini, polisi berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai massa aksi.
#salingjagasesamawarga