Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pejambon Iftar 2026: Menlu Sugiono Ajak Dunia Perkuat Solidaritas

Pejambon Iftar 2026: Menlu Sugiono Ajak Dunia Perkuat Solidaritas
Menlu Sugiono bicara ketegangan dunia dalam Pejambon Iftar. (IDN Times/Marcheilla)
Intinya Sih
  • Kementerian Luar Negeri RI menggelar Pejambon Iftar 2026 yang dihadiri para duta besar, anggota DPR, organisasi internasional, dan media sebagai ajang mempererat kebersamaan diplomatik.
  • Menlu Sugiono menekankan pentingnya solidaritas global di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan serta mengajak komunitas internasional memperkuat dialog dan kerja sama untuk masa depan damai.
  • Acara juga menampilkan ceramah Ramadan oleh Rektor UIII Prof. Jamhari Makruf dan ditutup dengan buka puasa bersama guna mempererat hubungan Indonesia dengan korps diplomatik di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menggelar acara Pejambon Iftar 2026 pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dihadiri para duta besar dan anggota korps diplomatik di Jakarta, perwakilan organisasi internasional, pimpinan serta anggota Komisi I DPR RI, hingga perwakilan media.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menekankan momen berbuka puasa tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan dialog di tengah situasi global yang semakin kompleks.

"Sebagaimana bermaknanya ibadah puasa itu sendiri, momen berbuka puasa adalah saat ketika kita berkumpul bersama untuk mengakhiri puasa setelah seharian beraktivitas," kata Sugiono dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, saat berbuka puasa biasanya menjadi waktu bagi orang-orang untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan mempererat hubungan melalui kebersamaan.

"Pada saat inilah orang-orang berhenti sejenak dari rutinitas hariannya untuk berbagi makanan, percakapan, dan rasa kebersamaan," ujarnya.

1. Iftar jadi ruang dialog dan kebersamaan

IMG_5360.jpeg
Menlu Sugiono sapa duta besar negara sahabat dalam Pejambon Iftar 2026. (IDN Times/Marcheilla)

Sugiono mengatakan, semangat kebersamaan tersebut menjadi alasan utama Kemlu mengundang para perwakilan negara sahabat untuk menghadiri acara Pejambon Iftar. DIa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pandangan mengenai dunia yang lebih damai dan penuh kerja sama.

"Itulah pada dasarnya gagasan dan prinsip utama kami mengundang Yang Mulia sekalian ke kementerian ini, untuk berkumpul dan merayakan semangat kebersamaan," kata Sugiono.

Dia juga menyebut momen tersebut sebagai kesempatan untuk berbagi pandangan tentang dunia yang diharapkan bersama oleh komunitas internasional.

"Untuk berbagi pandangan yang indah dan idealis tentang dunia yang kita harapkan," ujarnya.

2. Soroti ketidakpastian situasi global

IMG_5358.jpeg
Menlu Sugiono dalam Pejambon Iftar 2026. (IDN Times/Marcheilla)

Dalam kesempatan itu, Sugiono juga menyinggung kondisi global yang menurutnya belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dia menilai situasi internasional saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dan ketegangan yang memengaruhi banyak negara.

"Di tengah situasi global yang tidak menjadi lebih mudah bagi kita semua," kata Sugiono.

Dia berharap momen kebersamaan seperti iftar dapat menjadi ruang refleksi bagi para pemimpin dan komunitas internasional untuk memperkuat solidaritas.

"Saya berharap pada momen ini kita bisa merefleksikan semangat solidaritas dan semangat kebersamaan," ujarnya.

Sugiono juga menyampaikan harapan agar para pemimpin dunia dapat mengedepankan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai ketegangan global.

"Bersama-sama kita berharap, dengan kebijaksanaan para pemimpin dunia, ketegangan dapat diredakan dan masa depan yang lebih baik dapat diberikan kepada kita semua," katanya.

3. Ceramah Ramadan oleh Rektor UIII

Selain sambutan Sugiono, acara Pejambon Iftar 2026 juga diisi dengan ceramah Ramadan. Ceramah tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Profesor Jamhari Makruf.

Melalui kegiatan ini, Kemlu mengharapkan hubungan antara Indonesia dan komunitas diplomatik internasional di Jakarta dapat terus terjalin dengan baik. Acara kemudian ditutup dengan sesi berbuka puasa bersama antara para tamu undangan dan jajaran Kementerian Luar Negeri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More