Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Janji Bakal Buat AS Menyesal Telah Menyerangnya

Iran Janji Bakal Buat AS Menyesal Telah Menyerangnya
potret Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani (commons.wikimedia.org/Mostafameraji)
Intinya Sih
  • Iran mengancam akan membuat Amerika Serikat menyesal atas serangan ke wilayahnya, dengan pernyataan tegas dari Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani.
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berjanji menutup Selat Hormuz untuk menekan pasokan minyak global dan memberi dampak langsung pada ekonomi AS.
  • Donald Trump memperingatkan serangan balasan lebih besar jika Iran terus menutup Selat Hormuz serta menyebut telah berdiskusi dengan Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri perang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran memberikan ancaman keras kepada Amerika Serikat. Mereka berjanji akan membuat Negeri Paman Sam menyesal telah melakukan serangan ke wilayahnya. 

“Meskipun memulai perang itu mudah, perang tidak bisa dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan berhenti sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan yang fatal ini,” kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, dalam sebuah unggahan di X pada Kamis (12/3/2026), seperti dilansir The Strait Times.

Ancaman tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan menohok Presiden AS, Donald Trump, soal perang dengan Iran. Sebab, beberapa waktu lalu, Trump mengklaim telah memenangi perang dengan Iran karena mereka sudah kehabisan tenaga untuk melawan AS.   

1. Mojtaba Khamenei bakal terus tutup Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei sedang berjalan menggandeng kedua anaknya.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang berjalan menggandeng kedua anaknya. (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)

Ancaman serupa juga diutarakan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam pernyataannya, Mojtaba mengancam akan terus menutup Selat Hormuz untuk membuat pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global terhambat. 

Langkah ini akan memberi dampak buruk ke AS. Sebab, Washington juga merupakan salah satu konsumen minyak dari Timur Tengah. Oleh karena itu, jika Selat Hormuz terus ditutup, maka pasokan minyak AS juga akan terhambat. 

“Upaya untuk memblokir Selat Hormuz jelas harus digunakan," ujar Mojtaba dalam pesan suara dilansir CNA.   

2. Trump sudah mengancam Iran jika terus tutup Selat Hormuz

Donald Trump sedang berpidato.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran ini sebetulnya sudah dikecam oleh Trump. Sebab, langkah tersebut telah membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Beberapa waktu lalu, harga minyak global naik drastis menjadi 120 dolar AS atau Rp2 juta per barel. Itu merupakan kenaikan tertinggi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataannya, Trump juga sudah mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar ke Iran jika mereka terus menutup Selat Hormuz. Trump juga akan bekerja sama dengan sekutunya, Israel, untuk melakukan hal tersebut.  

“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras daripada yang telah mereka alami selama ini," tulis Trump di Truth Social pada Senin (9/3/2026) dilansir CNA

3. Trump telah berdiskusi dengan Benjamin Netanyahu untuk akhiri perang Iran

Donald Trump dan Benjamin Netanyahu sedang berpidato.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Hingga saat ini, AS masih menyerang Iran. Di sisi lain, Israel juga terus menyerang Lebanon untuk menyasar milisi Hizbullah yang membantu Iran menyerang mereka dan AS.

Serangan terbaru kembali terjadi di Beirut pada Kamis. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel ini telah menewaskan 687 orang dan melukai lebih dari 1.500 orang lainnya. 

Meski AS dan Israel masih terus menyerang Iran dan sekutunya, Trump mengatakan dirinya sudah berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengakhiri perang. Trump mengatakan, mengakhiri perang dengan Iran akan menjadi keputusan bersama dengan Israel.

“Saya rasa, ini menjadi keputusan bersama (dengan Israel). Kami sudah berbicara. Saya akan mengambil keputusan pada waktu yang tepat. Namun, semuanya akan tetap dipertimbangkan,” ujar Trump dilansir Times of Israel

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More