Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perahu Terbakar, Prancis-Inggris Selamatkan 157 Migran

Perahu Terbakar, Prancis-Inggris Selamatkan 157 Migran
Ilustrasi tim penyelamat (magnific.com/stefamerpik)
Intinya Sih
  • Penjaga pantai Prancis dan Inggris menyelamatkan 157 migran setelah perahu mereka terbakar di Selat Inggris dekat Boulogne-sur-Mer, Selasa (4/8/2026).
  • Sebanyak 103 orang diselamatkan Prancis dan 54 oleh Inggris setelah penumpang melompat ke laut; kebakaran diduga dipicu kebocoran bahan bakar.
  • Otoritas menyoroti risiko perahu karet yang kelebihan muatan di Selat Inggris, sementara kedua negara memperkuat pengawasan dan pemberantasan penyelundupan manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tim penjaga pantai Prancis dan Inggris menyelamatkan 157 migran setelah perahu yang mereka tumpangi terbakar di Selat Inggris pada Selasa (4/8/2026). Insiden tersebut terjadi di kawasan perairan dekat Pelabuhan Boulogne-sur-Mer, Prancis.

Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta bantuan kemanusiaan. Pihak otoritas menduga kebakaran dipicu oleh kebocoran bahan bakar saat kapal sedang berlayar.

1. Kebakaran perahu picu operasi penyelamatan gabungan

Ilustrasi perahu migran. (Unsplash.com/Jametlene Reskp)
Ilustrasi perahu migran. (Unsplash.com/Jametlene Reskp)

Perahu yang membawa ratusan migran ini berangkat dari Desa Veules-les-Roses di Normandia pada Senin malam. Saat mencapai perbatasan perairan Prancis dan Inggris, kapal mendadak terbakar hingga membuat para penumpang panik dan melompat ke laut.

Tim penjaga pantai Prancis mengerahkan tiga kapal patroli dan menyelamatkan 103 orang. Sementara itu, otoritas Inggris berhasil mengamankan 54 penumpang sisanya.

"Perahu kecil itu terbakar di wilayah perbatasan laut, sehingga memaksa para penumpangnya melompat ke air," ujar juru bicara prefektur maritim Prancis, dikutip dari The National.

2. Kapal berkapasitas berlebih tingkatkan risiko bahaya

Kecelakaan perahu migran di dekat Lampedusa, Italia, Rabu malam (30/6) menyebabkan 7 orang meninggal dan 10 orang lainnya masih hilang. (Twitter.com/Sea-Watch International)
Kecelakaan perahu migran di dekat Lampedusa, Italia, Rabu malam (30/6) menyebabkan 7 orang meninggal dan 10 orang lainnya masih hilang. (Twitter.com/Sea-Watch International)

Otoritas maritim menilai penggunaan perahu karet berukuran besar dengan jumlah penumpang berlebih meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Apalagi Selat Inggris memiliki arus laut yang kuat dan merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Sepanjang tahun ini, sedikitnya 14 orang tewas saat berupaya menyeberangi Selat Inggris menggunakan perahu kecil.

"Tragedi ini menegaskan bahayanya menyeberang dengan perahu kecil. Kami terus bekerja sama dengan Prancis untuk menghentikan pelayaran yang mempertaruhkan nyawa ini," kata juru bicara pemerintah Inggris.

3. Prancis dan Inggris perkuat kerja sama untuk tekan migrasi ilegal

Migran sedang berada di laut.
Migran sedang melakukan pelayaran menggunakan perahu karet. (flickr.com/CNE CNA via commons.wikimedia.org/Commander, U.S. Naval Forces Europe-Africa)

Penyeberangan ilegal lewat Selat Inggris masih menjadi tantangan utama krisis migrasi di Eropa. Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di kawasan perbatasan laut.

Pada saat bersamaan, Prancis dan Inggris meningkatkan koordinasi demi memberantas jaringan penyelundupan manusia. Kelompok ini kerap memanfaatkan perahu tidak layak demi meraup keuntungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More