Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kampung Berseri Astra Dukung Warga Enggros Pulihkan Pesisir Papua

Kampung Berseri Astra dukung warga Enggros pulihkan pesisir Papua.
Kampung Berseri Astra dukung warga Enggros pulihkan pesisir Papua. (Dok. Astra)
Intinya sih...
  • Pemulihan mangrove di Teluk Youtefa tekan sampah hingga 30 persen - Warga menanam kembali lebih dari 8.000 bibit mangrove - Volume sampah yang masuk ke kawasan pesisir turun sekitar 30 persen - Pemulihan mangrove juga berdampak langsung pada sumber pangan warga
  • Akses pendidikan dan layanan kesehatan makin terbuka - Fasilitas belajar di PAUD dan SD diperbaiki - Kualitas pembelajaran meningkat karena kegiatan membaca kini berjalan rutin - Layanan dasar kesehatan seperti posyandu menjadi lebih teratur
  • Kewirausahaan perempuan tumbuh lewat olahan mangrove dan kerajinan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Masyarakat Kampung Adat Enggros di pesisir Teluk Youtefa, Papua, terus menghadapi masalah lingkungan akibat penumpukan sampah yang terbawa arus dari empat sungai besar di sekitarnya. Kondisi ini menurunkan hasil tangkapan nelayan hingga 40 persen dan merusak kawasan mangrove yang menjadi sumber pangan harian warga.

Sejak 2017, warga Enggros mendapatkan pendampingan melalui program Kampung Berseri Astra. Program itu menyasar empat bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Tujuannya memperkuat fondasi keluarga, memulihkan ekosistem pesisir, serta membuka peluang ekonomi berbasis potensi kampung.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan, penguatan kampung adat seperti Enggros penting untuk menjaga ketahanan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kampung Berseri Astra fokus mendukung merawat kekuatan Indonesia dari titik-titik yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap kampung memiliki kearifan, ketahanan, dan harapan yang—jika diberi ruang—akan tumbuh menjadi energi kemajuan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi desa untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Sabtu (29/11/2025).

Perubahan di Enggros kini mulai terlihat, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan keluarga. Beberapa warga bahkan menjadi penggerak gerakan sosial yang lebih luas, seperti Petronela Merauje yang memimpin kelompok perempuan dalam memulihkan mangrove dan meningkatkan pendapatan keluarga.

1. Pemulihan mangrove di Teluk Youtefa tekan sampah hingga 30 persen

Kampung Berseri Astra dukung warga Enggros pulihkan pesisir Papua.
Kampung Berseri Astra dukung warga Enggros pulihkan pesisir Papua. (Dok. Astra)

Salah satu program yang paling berdampak di Enggros adalah pemulihan Hutan Perempuan, hutan mangrove adat seluas lebih dari 20 hektare yang sempat rusak akibat penebangan dan sampah. Warga menanam kembali lebih dari 8.000 bibit mangrove yang dirawat selama 5–7 bulan sebelum dipindahkan ke wilayah pesisir.

Kegiatan bersih pantai dilakukan secara berkala untuk mengurangi sampah yang menumpuk di area mangrove. Menurut pendamping lapangan, volume sampah yang masuk ke kawasan pesisir turun sekitar 30 persen sejak kegiatan rutin dimulai.

Pemulihan mangrove juga berdampak langsung pada sumber pangan warga seperti kerang dan kepiting, yang mulai kembali ditemukan di area yang sebelumnya rusak. Banyak keluarga mengakui pendapatan harian mereka ikut meningkat.

Selain menjaga lingkungan, pemulihan mangrove menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak Enggros mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.

2. Akses pendidikan dan layanan kesehatan makin terbuka

478f7b43-1bc4-431e-82f5-03809bd06b73.jpeg
Kampung Berseri Astra dukung warga Enggros pulihkan pesisir Papua. (Dok. Astra)

Sebelum 2017, fasilitas belajar di PAUD dan SD di Enggros masih terbatas. Sebagian besar murid tidak memiliki akses ke buku bacaan maupun perlengkapan belajar yang memadai. Pendampingan program Kampung Berseri membantu menyediakan fasilitas pendidikan, buku, serta kegiatan literasi yang terstruktur.

Renovasi bangunan PAUD juga dilakukan agar anak-anak memiliki ruang belajar yang lebih layak. Warga mengatakan kualitas pembelajaran meningkat karena kegiatan membaca kini berjalan rutin.

Di bidang kesehatan, layanan dasar sebelumnya sangat minim. Beberapa balita tidak terpantau status gizinya karena posyandu belum berjalan optimal. Setelah program berjalan, pemantauan balita dan lansia dilakukan lebih teratur. Penyuluhan pola hidup bersih dan sehat juga diberikan kepada keluarga.

Sebanyak 50 balita kini rutin mendapatkan layanan posyandu sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan dasar di kampung.

3. Kewirausahaan perempuan tumbuh lewat olahan mangrove dan kerajinan

Kelompok perempuan Enggros mulai mengembangkan usaha berbasis olahan mangrove dan kerajinan dari barang bekas. Sebelum pendampingan, sebagian besar hanya menghasilkan pemasukan kecil dari usaha harian.

Pelatihan dan bantuan alat produksi membuat usaha warga tumbuh lebih stabil. Produksi olahan mangrove dan kerajinan meningkat hingga tiga kali lipat sejak program berjalan. Pendapatan pelaku UMKM juga naik sekitar 60 persen.

Salah satu keluarga Enggros bahkan berhasil membuka depot air minum pertama di kampung tersebut. Usaha itu kini melayani lebih dari 100 pelanggan dan menjadi sumber pendapatan utama keluarganya.

Menurut pendamping, penguatan UMKM menjadi cara penting bagi perempuan Enggros untuk ikut memimpin perubahan di kampung adat mereka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Kampung Berseri Astra Dukung Warga Enggros Pulihkan Pesisir Papua

29 Nov 2025, 11:35 WIBNews