Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KCN Dorong Pemahaman terhadap Anak Autis Nonverbal melalui Gerakan Ini

KCN Dorong Pemahaman terhadap Anak Autis Nonverbal melalui Gerakan Ini
KCN mendukung peluncuran Gerakan “Setiap Anak Punya Suara” sebagai wujud komitmen dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi anak autis nonverbal. (Dok. KCN)
Intinya Sih
5W1H
  • Peluncuran buku Naya dan Talkernya menjadi momentum lahirnya Gerakan "Setiap Anak Punya Suara" yang mengajak masyarakat memahami anak autis nonverbal dan menciptakan ruang komunikasi yang inklusif.

  • KCN bersama Rumah Autis Depok memperkuat komitmen lewat kolaborasi CSR untuk mendukung edukasi, kesadaran publik, serta lingkungan ramah bagi anak berkebutuhan khusus agar mereka mendapat kesempatan setara.

  • Para ahli menekankan pentingnya pemahaman lingkungan terhadap cara komunikasi anak autis nonverbal agar mereka lebih percaya diri, sementara buku ini hadir sebagai media edukatif lintas usia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Peluncuran buku Naya dan Talkernya menjadi momentum diperkenalkannya Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, sebuah inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis nonverbal sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi mereka.

Acara yang diselenggarakan di Gramedia Matraman ini menghadirkan sesi talkshow, diskusi dan berbagi pengalaman, meet & greet, serta seremoni kolaborasi bersama berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi anak berkebutuhan khusus.

Buku Naya dan Talkernya mengangkat kisah perjalanan seorang anak autis nonverbal dalam menemukan cara berkomunikasi melalui talker, alat bantu komunikasi yang menjadi jembatan bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pikirannya.

Melalui pendekatan visual dan cerita yang hangat, buku ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami bahwa setiap anak memiliki caranya masing-masing untuk berkomunikasi dan menyampaikan dirinya.

“Saya sangat bersyukur peluncuran buku Naya dan Talkernya dapat terlaksana. Berawal dari keinginan sederhana untuk berbagi pengalaman melihat perkembangan anak kami setelah menggunakan talker. Terbukanya komunikasi ini merupakan langkah yang sangat berarti dan diharapkan dapat membantu perkembangan positif lainnya,” ungkap Dewi Mareta, pengarang buku Naya dan Talkernya, yang merupakan ibu dari Naya.

1. Hadir untuk membuka perspektif

Penyerahan simbolik donasi buku Naya oleh KCN utk Rumah Autis.jpeg
Penyerahan simbolis donasi buku “Naya dan Talkernya” oleh KCN kepada Rumah Autis Depok Yayasan Cagar sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi dan literasi inklusif. (Dok. KCN)

Penggagas Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, Sofia Karina, menyampaikan bahwa gerakan ini hadir untuk membuka perspektif bahwa komunikasi tidak selalu tentang berbicara. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak memiliki cara untuk terhubung dan mengekspresikan dirinya.

“Saya berharap Gerakan ‘Setiap Anak Punya Suara’ dapat mendorong kesadaran, empati, dan pemahaman publik terhadap anak autis nonverbal. Anak-anak ini juga membutuhkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk didengar,” jelasnya.

Sebagai bagian dari gerakan ini, PT Karya Citra Nusantara (KCN), perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan dan logistik, telah lama menjalin sinergi bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Rumah Autis Depok Yayasan Cagar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada dukungan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap anak autis nonverbal.

2. Bentuk komitmen KCN

bedah buku dan audience (1).jpeg
Suasana talkshow peluncuran buku “Naya dan Talkernya” yang menghadirkan diskusi mengenai pentingnya pemahaman terhadap anak autis non-verbal. (Dok. KCN)

KCN yang diwakili Bella Mardiana selaku Public Relation Supervisor, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kolaborasi dan gerakan yang digaungkan hari ini memiliki kesinambungan yang kuat dengan berbagai inisiatif sosial yang sebelumnya telah dijalankan melalui program CSR KCN,” paparnya.

Pembina dan Ketua LKS Disabilitas Yayasan Cagar Rumah Autis Depok, Suyono, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini.

Ia menuturkan, “Kami percaya kolaborasi antarorang tua, guru, dan masyarakat merupakan kunci penting karena dapat membantu membuka wawasan masyarakat bahwa anak autis nonverbal bukan tidak mampu berkomunikasi, melainkan memiliki cara komunikasi yang berbeda. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti bagi perkembangan mereka.”

3. Peran besar

Sesi Diskusi dan Berbagi Pengalaman.jpeg
Sesi diskusi dan berbagi pengalaman bersama orang tua, komunitas, dan terapis dalam mendukung terciptanya ruang yang lebih ramah bagi anak autis non-verbal. (Dok. KCN)

Dukungan serupa juga disampaikan Andrea, terapis anak berkebutuhan khusus dari Jakarta Behaviour Center (JBC), yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, pemahaman lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam perkembangan kemampuan komunikasi anak autis nonverbal.

“Ketika lingkungan memahami cara anak berkomunikasi, anak akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk mengekspresikan dirinya. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar anak-anak ini dapat berkembang secara optimal,” ujar Andrea.

Dalam kesempatan yang sama, Maylia Erna Sutarto selaku CEO Indonesia Writing Edu Center (IWEC) Editor Cerita sekaligus penerbit buku Naya dan Talkernya menyampaikan bahwa kisah Naya sangat spesial karena dikemas dengan konsep cerita bergambar sehingga dapat dinikmati berbagai usia. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah khasanah buku cerita anak yang saat ini masih terbatas.

“Buku ini sangat insightful. Pendekatan penceritaannya menggunakan sudut pandang Naya untuk menggambarkan perasaan dan pikirannya dalam proses belajar berkomunikasi dengan orang lain, sehingga terasa lebih emosional, dekat, dan mudah dipahami oleh pembaca,” jelasnya.

Gerakan “Setiap Anak Punya Suara” mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, sekolah, media, dunia usaha, hingga institusi publik untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan suportif bagi anak autis nonverbal.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Hari Kesadaran Autisme Dunia, dan diharapkan akan mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa komunikasi tidak selalu hadir melalui kata-kata, dan bahwa setiap anak memiliki suara yang layak untuk didengar. Karena setiap anak punya suara. (WEB)

Share
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro
Follow Us

Related Articles

See More