Keluar Rumah Lupa Matikan Kompor Gas, Satu Kontrakan di Depok Terbakar

Depok, IDN Times - Kebakaran akibat kompor gas kembali terjadi di Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Kebakaran terjadi karena pemilik rumah lupa mematikan kompor gas saat keluar rumah.
Kabid Pengendalian Operasional pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos mengatakan, kebakaran terjadi pada Jumat (8/7/2022), di Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Pihaknya telah berhasil memadamkan api di satu kontrakan yang terbakar.
"Sudah dipadamkan, api hampir menyambar ke rumah warga yang berada di sebelahnya," ujar Welman kepada IDN Times.
1. Diduga kebocoran gas

Welman menuturkan, kebakaran terjadi akibat kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor gas. Sebelumnya, pemilik rumah sedang memasak dan hendak keluar rumah karena ada keperluan.
"Namun tidak lama berselang akibat lupa mematikan kompor, akhirnya terjadi kebakaran yang menghanguskan satu rumah kontrakan itu," tutur Welman.
Diduga api membakar kontrakan dari kompor gas yang mengalami kebocoran, sehingga api cepat membasar. Kobaran api yang berasal dari bagian dapur menyambar seluruh bagian rumah dan pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya.
"Penyebabnya kompor gas, ada dugaan kebocoran dari gas," terang Welman.
2. Menarik selang sepanjang 18 meter untuk memadamkan api

Welman mengungkapkan, saat melakukan pemadaman api Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok sempat mengalami kendala. Hal itu karena rumah yang terbakar tidak dapat diakses dengan mudah oleh mobil pemadam.
"Akhirnya kami terpaksa menarik selang air hingga 18 meter ke lokasi kebakaran," ungkap Welman.
Welman menjelaskan, lokasi kebakaran merupakan area padat penduduk sehingga api rawan menyambar rumah warga lainnya. Namun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok dengan sigap berhasil memadamkan api, walaupun sempat mengalami kendala.
"Luas area yang terbakar mencapai 20 meter dan butuh waktu satu jam untuk memadamkan api," jelas Welman.
3. Hingga awal Juli telah dilaporkan 72 kasus kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok melaporkan, hingga awal Juli 2022, telah melakukan penanganan 72 kasus kebakaran. Total rinciannya yakni Januari 11 kasus, Februari 8 kasus, Maret 17 kasus, April 11 kasus, Mei 16 kasus, Juni 7 kasus, dan Juli 1 kasus.
"Dari 72 kasus didominasi atau paling banyak ditemukan akibat korsleting listrik," tegas Welman.
Welman menambahkan, jumlah kebakaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni 52 kasus. Melihat grafik tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok meminta masyarakat untuk selalu waspada mencegah terjadinya kebakaran.
"Pastikan keamanan saluran listrik maupun tabung gas saat meninggalkan rumah dalam waktu lama karena berpotensi terjadinya kebakaran," tutup Welman.


















