Kemensos Anggarkan Rp60 Juta untuk Sewa Tanaman Hias, Rp1 Juta Per Unit

- Kemensos menganggarkan Rp60 juta untuk sewa 60 unit tanaman hias pada tahun anggaran 2026, dengan harga satuan Rp1 juta per unit melalui metode pengadaan langsung.
- Rencana pengadaan tercatat di SiRUP di bawah Ditjen Pemberdayaan Sosial, namun detail jenis tanaman, layanan sewa, dan tujuan penggunaannya belum dijelaskan.
- Kemensos sebelumnya juga disorot karena anggaran sepatu sekolah Rp27 miliar; Menteri Sosial menegaskan semua proses penganggaran telah sesuai mekanisme dan perlu diawasi bersama.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Sosial (Kemensos) menganggarkan Rp60 juta untuk pengadaan sewa tanaman hias pada tahun anggaran 2026. Adapun yang jadi sorotan harga satuan tanaman hias Rp1 juta per unit sebanyak 60 unit.
Rencana tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Berdasarkan data, paket pengadaan berada di bawah satuan kerja Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dengan volume pekerjaan satu paket.
1. Total pagi anggaran sebesar Rp60 juta

Dengan demikian, total pagu anggaran untuk paket tersebut mencapai Rp60 juta. Pengadaan ini dikategorikan sebagai jasa lainnya dan menggunakan metode pemilihan pengadaan langsung.
Dokumen juga mencatat bahwa pengadaan ini menggunakan produk dalam negeri dan ditujukan bagi usaha kecil atau koperasi. Namun, tidak terdapat aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan dalam penilaian paket tersebut.
2. Spesifikasi belum dijelaskan

Pemanfaatan barang atau jasa direncanakan berlangsung sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember 2026.
Hingga saat ini belum dijelaskan lebih lanjut terkait jenis tanaman, cakupan layanan sewa, maupun tujuan penggunaan dalam paket tersebut.
3. Kemensos disorot karena anggaran sepatu sekolah

Sebelumnya Kemensos jadi sorotan karena menganggarkan pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat capai Rp27 miliar. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf merespons sorotan terkait anggaran pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar pada tahun anggaran 2026. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial telah direncanakan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Iya, untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Semua penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial, khususnya Sekolah Rakyat, telah direncanakan. Pelaksanaannya harus dikawal bersama-sama, dilihat secara bersama-sama,” ujar Gus Ipul saat menjawab pertanyaan IDN Times, di Gedung PM, Rabu (29/4/2026)
Ia menambahkan bahwa anggaran tersebut pada dasarnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan siswa secara menyeluruh, termasuk kebutuhan dasar dalam menunjang kegiatan belajar.
“Pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa. Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya,” katanya.
















