Beredar Foto Penyerahan Sepatu, Mensos: Bantuan Khofifah, Bukan Sekolah Rakyat

- Gus Ipul menegaskan foto dirinya bersama Khofifah yang beredar di media sosial menunjukkan sepatu bantuan dari Pemprov Jawa Timur, bukan bagian dari program Sekolah Rakyat Kemensos.
- Sepatu resmi untuk siswa Sekolah Rakyat memiliki stempel khusus bertuliskan 'Sekolah Rakyat' sebagai penanda pengadaan resmi dari Kementerian Sosial.
- Harga sepatu dalam program Sekolah Rakyat bervariasi sesuai jenisnya, dengan proses pengadaan ketat melibatkan pendampingan Kejaksaan Agung dan Kepolisian.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan sepatu yang beredar dalam foto dirinya dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di media sosial bukan bagian dari pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat.
Foto itu adalah foto dia dan Khofifah saat menyerahkan sepatu kepada siswa. Menurut Gus Ipul, sepatu dalam foto itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
“Nah, ini supaya gak keliru, sebab saya juga itu ada di medsos itu foto yang saya memberikan sepatu bersama Ibu Khofifah. Itu sepatu yang diberikan oleh Bu Khofifah, bukan oleh Kementerian Sosial," ujar dia di Kemensos, Selasa (5/5/2026).
Table of Content
1. Bukan standar dari Kemensos

Dia mengatakan, sepatu yang digunakan dalam program Sekolah Rakyat memiliki spesifikasi dan mekanisme pengadaan tersendiri yang berbeda dengan bantuan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, publik diminta tidak mencampuradukkan keduanya.
"Beda jauh! Bukan standar dari sekolah rakyat, itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur. Jadi itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa ke sekolah rakyat bukan oleh Kementerian Sosial," kata dia.
2. Sepatu sekolah rakyat ada stempel

Gus Ipul menjelaskan, sepatu yang digunakan siswa Sekolah Rakyat memiliki penanda khusus berupa stempel “Sekolah Rakyat.” Sepatu dengan penanda tersebut, kata dia, merupakan bagian dari pengadaan resmi yang digunakan oleh para siswa.
"Ini supaya tidak salah paham. Di medsos itu kan fotonya berbeda dengan programnya, jadi orang bisa bingung. Ada sekolah rakyat, ya. Tuh yang stempelnya sekolah rakyat, ini yang dipakai sama anak-anak sekolah rakyat," kata dia.
3. Harga dan jenis sepatu sekolah rakyat berbeda

Gus Ipul kemudian menunjukan sejumlah gambar sepatu di lingkungan Sekolah Rakyat. Dia mengatakan, harga sepatu dalam program tersebut tidak seragam dan berbeda sesuai jenisnya.
Untuk sepatu lapangan (PDL) siswa, pagu anggaran ditetapkan sebesar Rp700 ribu dengan realisasi pengadaan mencapai Rp640 ribu setelah melalui proses lelang.
Sementara itu, untuk sepatu harian tingkat SMP dan SMA, pagu anggaran berada di angka Rp500 ribu dengan realisasi sebesar Rp300 ribu. Adapun untuk sepatu harian tingkat SD, realisasi pengadaannya berada di kisaran Rp250 ribu.
"Perlu diketahui bahwa proses pengadaan barang dan jasa itu melalui prosedur yang sangat ketat, paling gak menurut saya. Prosedur yang sangat ketat. Bahkan kami memerlukan pendampingan dari Kejaksaan Agung dan dari kepolisian. Jadi kami ada permintaan khusus kepada Pak Jaksa Agung dan Pak Kapolri untuk melakukan pendampingan dalam pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial. Jadi ini sudah melalui proses yang sangat ketat," kata dia.


















