Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dunia Usaha

3 min read
Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dunia Usaha
Kemenko PMK dan PT Astra International perkuat ketangguhan dunia usaha melalui Indonesia Rescue Summit 2026. (Dok. Kemenko PMK)
  • Kemenko PMK dan Astra menggelar Indonesia Rescue Summit–Private Sector Resilience Movement 2026 di Cibubur untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana dunia usaha.
  • Pemerintah menekankan sektor swasta sebagai mitra strategis, dengan sumber daya, teknologi, jaringan, dan ERT yang perlu terintegrasi dalam satu koordinasi respons bencana.
  • Sebanyak 119 tim dari 29 perusahaan mengikuti tujuh kompetisi kedaruratan untuk meningkatkan kapasitas, dengan rencana integrasi respons perusahaan ke sistem penanggulangan bencana pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama PT Astra Internasional Tbk. menyelenggarakan Indonesia Rescue Summit-Private Sector Resilience Movement (IRS–PSRM) Tahun 2026, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan ini dibuka pada Selasa, 15 September 2026 hingga Kamis, 29 Oktober 2026, dengan tujuan sebagai wadah bagi dunia usaha untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana.

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, mengatakan penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, dukungan dari sektor swasta dinilai sangat penting.

“Kita ingin membangun paradigma bahwa sektor swasta bukan hanya objek yang harus dilindungi ketika bencana terjadi, tetapi juga subjek dan mitra strategis dalam membangun ketangguhan bangsa,” ujar Lilik dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

  1. 1. Pentingnya sektor swasta dalam mendukung penanggulangan bencana

    Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dunia Usaha
    Ilustrasi kerja sama dan dukungan tim (pexels.com/Israel Torres)

    Lilik mengatakan dunia usaha pasti memiliki sumber daya, teknologi, jaringan, tenaga ahli, hingga infrastruktur dengan daya mobilisasi yang masif.

    “Apabila seluruh potensi tersebut terintegrasi dengan sistem penanggulangan bencana pemerintah, kapasitas respons nasional dipastikan akan melesat secara signifikan,” kata dia.

    Menurut Lilik, kesiapsiagaan lintas sektor ini sangat mendesak, mengingat akhir-akhir ini sejumlah wilayah di Indonesia dihadapkan dengan berbagai dinamika ancaman alam yang terus berkembang.

    “Pada saat yang bersamaan, rentetan aktivitas vulkanik, seperti erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September, juga membutuhkan perhatian serius. Kondisi multiancaman ini menuntut respons yang terkoordinasi secara cepat dan presisi,” lanjut Lilik.

  2. 2. Peran Emergency Response Team (ERT) sangat krusial

    Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dunia Usaha
    Kemenko PMK dan PT Astra International perkuat ketangguhan dunia usaha melalui Indonesia Rescue Summit 2026. (Dok. Kemenko PMK)

    Lilik juga mengungkapkan dalam menghadapi multiancaman ini, peran Emergency Response Team (ERT) di setiap perusahaan sangat penting.

    “Tim ini tidak hanya dituntut menguasai kecakapan teknis, tetapi juga harus mampu berinteroperabilitas dengan unsur pemerintah maupun komponen relawan lainnya di lapangan,” ujarnya.

    Lilik juga menuturkan ketika terjadinya keadaan darurat, semua pihak harus berada di satu sistem, serta satu koordinasi yang tentunya mempunyai tujuan yang sama, yaitu menyelamatkan jiwa dan mengurangi dampak bencana.

  3. 3. Ratusan peserta uji kesiapsiagaan bencana

    Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dunia Usaha
    Kemenko PMK dan PT Astra International perkuat ketangguhan dunia usaha melalui Indonesia Rescue Summit 2026. (Dok. Kemenko PMK)

    IRS–PSRM 2026 merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini tidak hanya digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, melainkan ada sejumlah lokasi pendukung, seperti Pusdiklat Gulkarmat Ciracas serta PT Astra International AMDI Sunter.

    Tahun 2026, kegiatan ini diikuti 119 tim yang berasal dari 29 perusahaan. Peserta mengikuti tujuh kategori kompetisi kedaruratan, yakni Vehicle Accident Rescue (VAR), Manajemen dan Distribusi Logistik, Emergency Medical Treatment (EMT), Water Rescue, Pendirian Tenda, Fire Fighting, dan Fitness Drill.

    Berbagai kategori tersebut menguji kemampuan peserta, mulai dari simulasi penyelamatan korban dan penanganan medis hingga pengelolaan logistik serta ketahanan fisik personel.

    “Momentum ini tidak sekadar dimaknai sebagai ajang perlombaan, melainkan menjadi ruang pembelajaran dan replikasi praktik baik untuk diimplementasikan di perusahaan masing-masing,” tuturnya.

  4. 4. Harapan ajang ini menjadi peningkatan kapasitas bagi perusahaan

    Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dunia Usaha
    Kemenko PMK dan PT Astra International perkuat ketangguhan dunia usaha melalui Indonesia Rescue Summit 2026. (Dok. Kemenko PMK)

    Menurutnya, penguatan kapasitas ini diarahkan agar menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola keberlanjutan perusahaan. Investasi dalam kesiapsiagaan bencana tidak lagi dipandang semata untuk melindungi aset fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia, keberlangsungan produktivitas, serta ketahanan ekonomi nasional.

    "Yang paling esensial adalah peningkatan kapasitas nyata ketika bencana benar-benar terjadi di lapangan,” tuturnya.

    Selanjutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha akan diarahkan pada integrasi Emergency Response Plan dan Business Continuity Management milik perusahaan ke dalam sistem penanggulangan bencana pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan perusahaan maupun masyarakat secara luas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More