Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Khalifah Ahmadiyah Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Konflik Global

Khalifah Ahmadiyah Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Konflik Global
Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)
Intinya Sih
  • Khalifah Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ABA menyerukan persatuan umat Islam di tengah konflik global, menegaskan ajaran Islam menuntun pada persaudaraan dan kesatuan umat manusia.
  • Ia menyoroti lemahnya solidaritas dunia Muslim yang membuat negara-negara Islam rentan terhadap pengaruh kekuatan global dan kehilangan kendali atas sumber daya strategis mereka.
  • Khalifah memperingatkan potensi meluasnya konflik menjadi perang besar serta mengajak pemimpin Muslim memprioritaskan kepentingan umat, menjaga perdamaian, dan memperkuat doa sebagai kekuatan spiritual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus memanas memicu kekhawatiran dunia. Di tengah situasi tersebut, Khalifah Islam Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ABA, menyerukan pentingnya persatuan umat Islam sebagai kunci menghadapi krisis global yang semakin kompleks.

Seruan itu disampaikan dalam Khutbah Jumat di Masjid Mubarak, Tilford, Surrey, Inggris, pada Jumat (6/3/2026).

1. Islam sejatinya mengajarkan persatuan dan persaudaraan

IMG-20250605-WA0063.jpg
Sholat Jumat di Masjid Balai Kota Otorita IKN (IDN Times/Ervan)

Dalam khutbahnya, Khalifah menegaskan bahwa ajaran Islam tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga menekankan pentingnya membangun persatuan dan persaudaraan di antara umat manusia.

Ia mengingatkan bahwa misi utama yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah menyatukan umat dalam keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus membentuk masyarakat yang harmonis.

“Pesan yang dibawa oleh Hazrat Rasulullah SAW memiliki tujuan untuk beriman kepada Tuhan yang Maha Esa… dan kemudian hidup sebagai satu umat yang bersatu, yang saling bersaudara”.

Namun, ia menyayangkan kondisi umat Islam saat ini yang dinilai masih jauh dari nilai tersebut.

“Meskipun umat Islam mengucapkan kalimat syahadat… namun di antara mereka terdapat perpecahan dan tidak ada persatuan,” ujarnya.

2. Perpecahan membuat dunia Muslim rentan terhadap kepentingan global

Kantor berita Al Arabiya di Doha yang menjadi target serangan perang Iran-Israel.
Kantor berita Al Arabiya di Doha yang menjadi target serangan perang Iran-Israel. (AFP/Atta Kenare)

Lebih lanjut, Khalifah menilai bahwa lemahnya persatuan di dunia Islam membuat negara-negara Muslim menjadi rentan terhadap pengaruh dan intervensi kekuatan global.

Ia menyoroti bahwa konflik yang terjadi tidak terlepas dari kepentingan besar untuk menguasai sumber daya strategis di negara-negara Muslim, seperti minyak dan kekayaan alam lainnya.

“Kekuatan-kekuatan ini ingin menguasai sumber daya negara-negara tersebut… dan membawanya ke bawah kendali mereka,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini semakin memperlemah posisi dunia Muslim dalam percaturan geopolitik internasional.

3. Konflik berisiko meluas dan berdampak besar secara global

WhatsApp Image 2025-07-17 at 13.47.30.jpeg
ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Khalifah juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik saat ini berpotensi berkembang menjadi krisis yang lebih besar, bahkan mengarah pada perang berskala luas.

“Kezaliman ini sekarang semakin meningkat… sehingga tampak bahwa perang besar dalam skala luas akan terjadi… bahkan… perang dunia telah dimulai”.

Ia menambahkan bahwa dampak konflik tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi global, khususnya bagi negara-negara yang bergantung pada sektor energi dan sumber daya alam.

Dalam konteks ini, Khalifah menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mencegah situasi semakin memburuk melalui persatuan dan kerja sama.

4. Pemerintah negara Muslim diminta utamakan kepentingan umat

IMG-20260320-WA0006.jpg
Suasana salat Id jemaah Muhammadiyah Jabar di lapangan Lodaya Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dalam menghadapi situasi tersebut, Khalifah mengingatkan agar para pemimpin negara-negara Muslim tidak hanya berfokus pada kepentingan nasional semata, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan umat Islam secara keseluruhan.

“Hendaknya pemerintah-pemerintah Muslim… tidak hanya mementingkan kepentingan negara mereka sendiri, tetapi mengutamakan kepentingan umat Islam”.

Ia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memicu konflik internal di antara sesama Muslim.

5. Ajak kembali pada persatuan, perdamaian, dan doa

ilustrasi perdamaian  (pexels.com/SCY)
ilustrasi perdamaian (pexels.com/SCY)

Sebagai penutup, Khalifah mengajak umat Islam untuk kembali kepada nilai dasar ajaran Islam, yakni persaudaraan, perdamaian, dan solidaritas.

“Dunia Muslim serta kaum Muslimin harus menjadi damai dan hidup sebagai saudara satu sama lain. Inilah ajaran Islam”.

Selain itu, ia menegaskan bahwa doa memiliki peran penting sebagai kekuatan spiritual dalam menghadapi situasi krisis global.

“Pekerjaan kita hanyalah ini, yaitu kita berdoa… semoga kedamaian dapat tercipta di dunia”.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More